[FF] Statement

Tittle      : Statement

Cast       : ren (you) , yesung, other

Author  : rasya woryafa

Cp: @woorieeeee

No Plagiator No Bashing! Dont be silent reader saran dan kritik sangat dinantikan^^

~happy reading~

“berhenti meledekku, oppa” katamu. Yesung terus tertawa, tawa nya tidak bisa dikendalikannya setelah melihatmu terjatuh. Kamu memajukan bibirmu, kamu kesal. Kamu berjalan melawati yesung yang masih tertawa. Yesung mengejarmu. “kenapa kau mengikutiku?” sentakmu. “aku hanya memastikan agar kau tidak jatuh seperti tadi” . “oppa” kamu memukul kepala yesung. “yaak!! Kenapa kau memukulku?” tanya yesung. “kau sudah mentertawakanku” jawabmu ketus, kamu berjalan meninggalkan yesung.

*****

“kau masih marah kepadaku?” pesan yang dikirim yesung. Kamu mengabaikannya. Kamu sibuk membaca novel yang baru kamu beli. Ponselmu berbunyi, nama yesung tertera di layar ponselmu. Kamu terus mengabaikannya. Kamu masih melanjutkan aktivitasmu. “sampai kapan kau tidak mengangkat teleponku?” yesung sudah berdiri didepan pintu kamarmu. Kamu melemparnya sebuah boneka. Yesung menangkapnya. Yesung menghampirimu dan duduk disisi ranjang tidurmu. “dua puluh satu panggilanku tidak kau jawab” . “terus?” jawabmu singkat tanpa mengalihkan pandanganmu dari novel yang sedari tadi kamu baca. “kau masih marah?” . “menurutmu?” . “maafkan aku ren-ah, maafkan aku” yesung memohon kepadamu. Kamu menutup novel yang kamu baca. Kamu duduk dihadapan yesung. “aku lapar, kau harus mentraktirku makan” kamu menarik tangan yesung kasar.

*****

“ini pedas sekali” kamu meneguk air mineral. Kamu merampas air yang akan diminum yesung. “yaak!! Kau” . “apa?” tanyamu. Yesung menghela nafas. “apakah kau tidak takut gemuk? Sudah berapa banyak donkatu yang kau makan?” . “ini enak oppa” . “aku tahu, tapi kau sudah terlalu banyak makan daging babi, apakah kau mau bentukmu seperti babi?” . “babi itu lucu, mirip sekali dengan oppa” . “untung saja aku sedang proses meminta maaf kepadamu, kalau tidak mungkin kepala mu akan ku masukkan kedalam wajan itu”. kamu dan yesung tertawa.

****

“aah kenyang sekali~” katamu. “gomapta” ucapmu. Yesung mengangguk. “oppa” panggilmu. “hmm”. “beli eskrim yuuk” kamu menarik tangan yesung, tanpa persetujuannya. Kamu menarik yesung sampai dikedai sebuah taman yang menjual es krim. “kau pesan apa oppa” . yesung menggeleng. “big size rasa coklat” katamu kepada pelayan. “mwo?” mata yesung seakan-akan ingin keluar. “wae?” . “apakah kau yang akan makan”. Kamu mengangguk, pesananmu telah disediakan. “waah, ghamsa” kamu mengambil eskrim dengan mangkuk besar. Kamu menyikut yesung. “bayar” katamu. Yesung hanya bisa menghela nafas melihat kelakuanmu. Kamu duduk di kursi taman. Yesung berjalan kearahmu, dan duduk disampingmu. “aku bisa bangkrut jika terus mengajakmu jalan seperti ini” . “salahmu sendiri” . kamu terus melahap eskrim. “kau mau?” tanyamu. Yesung menggeleng. “aaaa” kamu menyuapi yesung. “aku tidak suka” tolak yesung. “kau harus mau” kamu memaksa yesung untuk membuka mulutnya. Tidak ada hasilnya. kamu meletakkan eskrim diantara kamu dan yesung. “wae?” tanya yesung. “kau jahat oppa”  kamu menutup wajahmu dengan kedua tanganmu. “baiklah aku akan memakannya, tapi berhentilah menangis” yesung memakan eskrim hingga habis. Kamu melihat mangkok eskrimnya telah kosong. Kamu tertawa. “kau tertipu oppa”. “yaak!! Kau” yesung ingin sekali mencekikmu. Kamu lari meninggalkan yesung. “aku tidak akan pernah menangis karenamu oppa”. Yesung terus mengejarmu. Kamu terus berlari. Silauan lampu menghampirimu. Kamu merasakan tubuhmu didorong dan terhempas kesisi jalan. Kamu menoleh ke jalan, mobil hitam terhenti dan seorang menggunakan jaket berwarna merah terbaring lemah di jalanan. “yesung oppa” teriakmu. Kamu menghampiri yesung yang terbaring lemah. “oppa, bangunlah oppa” katamu. Yesung tersenyum. “kau menangis?” tanya yesung. “aku berhasil membuatmu menangis” . tangismu pecah. “yaak!! Kau yang ada didalam mobil, bantu aku membawanya kerumah sakit” . seorang wanita keluar dari mobil dengan wajah pucat. “mianheo, mianheo” katanya. “bantu aku membawanya kerumah sakit” katamu terisak.

****

“oppa” kamu menangis. Kamu menunggu yesung yang masih mendapatkan pertolongan dokter. “maafkan aku” . “karena kau, yesung oppa menjadi seperti ini” teriakmu pada wanita yang menabrak tadi. Semua orang melihat kearahmu yang sedang berteriak, memaki orang yang tidak kamu kenal. “aku akan menanggung semuanya” . “aku tidak butuh uangmu!, kalau sesuatu yang terjadi pada yesung oppa, aku tidak akan segan-segan membunuhmu” katamu. Wanita itu menunduk menyesali perbuatannya. Dokter keluar menghampirimu. “dia tidak apa-apa, hanya benturan dikepalanya, dan ada sedikit retak di tangan kanannya”  jelas dokter. “apakah sudah diperbolehkan untuk melihatnya?” dokter mengangguk. Kamu masuk kedalam ruangan yesung, yesung tertidur dengan balutan perban dikepala dan tangan kanannya. “oppa, cepat bangun setelah kau bangun kita akan makan donkatu lagi” kata mu.

****

“oppa” panggilmu ketika membuka pintu, kamu terdiam melihat wanita yang menabrak yesung tadi malam. Dia sedang tertawa bersama yesung, entah apa yang sedang mereka bicarakan.  “untuk apa kau kesini” tanyamu ketus. “aku hanya ingin menjenguknya” jawab wanita itu lembut. “ren-ah sopanlah sedikit” kata yesung. Kamu senyum kepada wanita itu, senyum terpaksa. “taeri imnida” wanita itu mengulurkan tangannya, “ren” jawabmu singkat. “ren-ah sopanlah kepada taeri-shi” nada bicara yesung agak tinggi. Kamu terkejut dengan ucapan yesung tadi, dia membela taeri yang sudah membuatnya seperti ini, ucapmu dalam hati. “aku pulang” katamu. Yesung memanggilmu. “kenapa kau tidak mengejarku oppa” benakmu. Kamu terus berjalan, air mata mengalir dipipimu, kamu menekan tombol lift, dan menunggu. “ren-ah” teriak yesung. Yesung berjalan menghampirimu. Kamu tersenyum, ternyata yesung masih peduli kepadamu. Seketika senyummu hilang, setelah melihat taeri membantu memegang botol infus yesung. Lift terbuka, dan kamu masuk tanpa mempedulikan panggilan yesung. “kau jahat oppa”

***

Sudah seminggu kamu dan yesung tidak ada kontak denganmu. Kamu pulang kerumahmu setelah dari rutinitasmu. “aah, melelahkan” kamu melempar tas mu sembarang. Kamu mengaktifkan ponselmu setelah seminggu tidak diaktifkan. Puluhan pesan singkat dikirim yesung. Kamu tersenyum membacanya. Kamu berniat untuk menjenguk yesung yang masih dirawat dirumah sakit. Kamu mengambil tas, dan pergi.

“pasti kau suka” katamu. Kamu membuka pintu kamar inap yesung. Tidak ada siapa-siapa didalam ruangan itu. Kamu bertanya kepada seorang perawat. “ooh dia sedang di taman” . “ghamsa” kamu membungkukkan badan. Kamu berlari menuju taman rumah sakit. Kamu merasakan jantungmu berhenti berdetak, kamu berdiri dalam diam, ketika melihat taeri, wanita yang sangat kamu benci, dia selalu bersama yesung. Dan sekarang kamu melihat taeri mencium yesung. Kotak yang kamu pegang terjatuh. Kamu mendekap mulutmu dan bersembunyi dibalik pohon yang besar. Samar-samar kamu mendengar taeri mengucapkan “saranghae yesung oppa”. “maafkan aku, aku tidak bisa membalas perasaanmu saat ini, karena dihatiku hanya ada wanita yang sangat aku cintai” jelas yesung. Kamu menangis. “apakah kau tidak bisa mencoba untuk mencintaiku?” tanya taeri. Yesung menggeleng, “maafkan aku, aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai”.yesung meninggalkan taeri.  Kamu menghentikan tangismu, dan menyembunyikan wajahmu dilututmu. Yesung sudah berdiri didepanmu. “sejak kapan kau disini” tanya mu. “seharusnya aku yang bertanya” kata yesung. “aku.. ah jangan mengalihkan pertanyaan” katamu. “kau menangis lagi?” goda yesung. Kamu berdiri dan memukul lengan yesung. “sakit” . “jinjja? Mianhae” katamu. “aah sakit sekali” . “maafkan aku” . “aku tidak akan memaafkanmu” . “oppa” rengekmu. “hmm, sebaiknya aku kembali keruanganmu yesung-shi” kata taeri. “pergilah” usirmu. “kau tidak pernah sopan ren-ah” . “aku tidak sopan jika aku membenci orang itu” . “kau cemburu?” tanya yesung. Dengan cepat kamu menggeleng. “jinjja?”. “untuk apa aku cemburu kepadamu” . “tadi taeri memberiku sebuah ciuman, sepertinya aku ingin lagi” . kamu menutup telingamu. “aku tidak dengar, aku tidak dengar… kau bicara apa….” ucapanmu berhenti ketika bibir yesung mendarat mulus dipipimu. “saranghae” kata yesung. “sejak kapan kau bisa mengucapkan kata itu?” tanya mu. “bisakah kau menjawabnya?” . “apakah kata aku mencintaimu  itu pertanyaan?” . “kau tidak pernah berubah, dasar pabbo” . “kenapa kau mengejekku?” . “berhentilah bertanya ren-ah, aku tidak butuh pertanyaanmu” . “kau butuh apa?” tanyamu lagi. “aku hanya butuh pernyataanmu” Yesung memelukmu. “aku menyukaimu sangat menyukaimu” . “maaf oppa, tapi aku tidak menyukaimu” . “wae?” tanya yesung. “apa karena tanganku tidak berfungsi dengan baik? Atau karena kepala besar, atau…” kamu mencium yesung lembut. “aku tidak menyukaimu tapi aku mencintaimu oppa, saranghae” katamu. Yesung memelukmu erat. “ayoo kita kembali keruanganmu” ajakmu. “bukankah disana ada taeri?” . “arra, aku hanya ingin memamerkannya bahwa kau sudah resmi menjadi kekasihku” . “apakah aku mau menjadi kekasih seorang wanita yang sifatnya melebihi anak usia lima tahun?” . “oppa” rengekmu, kamu memukul lengan yesung. “yaak!! Kau ingin mematahkan tangan ku, huh?” . kamu tertawa. “aku akan menyembuhkannya” kamu mencium yesung kilat. “saranghae oppa”.

 ~the end~

need your comment^^

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s