[FF] Chagi…

Title: Chagi…

Cast:

  1. Yesung
  2. Lee Hae Ra (OC)

Author: Virniari

Genre: Romance

Rating: PG-17

Length: OneShoot

Cp: @virniari

Cp: Virga Azzania Ashari

Please Don’t be silent reader! Don’t be plagiator! Coment untuk menghargai karya saya ><

***

hari pertama musim dingin.

kau sudah mempersiapkan mantel tebal dan hal-hal lain yang akan membantumu melawan rasa dingin sejak beberapa hari yang lalu.

kau suka musim dingin.

saat ini kau tengah mematut diri didepan cermin. kau menatap dirimu dengan senyum kecil. tiba-tiba ada tangan yang menyelinap dari belakang. tangan itu melingkari pinggangmu. refleks kau merasakan kehangatan yang menjalari tubuhmu. deru nafas seseorang yang menerpa lehermu membuat kau bergidik.

“morning chagi…” kata namja itu lembut. matamu melihat yesung dari pantulan cermin yang mulai mencium lehermu pelan.

“kau selalu mengagetkanku.” ujarmu sambil tersenyum. yesung melepaskan ciumannya, lalu membalikkan badanmu menghadapnya. Ia menatapmu lembut.

“mengagetkanmu? kau kan tahu setiap hari aku akan seperti ini,” balasnya sambil tersenyum manis. Kau merasa jantungmu berkerja tidak normal. jantungmu berdetak lebih cepat.

“tetap saja itu mengagetkanku,” katamu sambil berpura-pura cemberut. yesung masih tersenyum saat jemarinya menyentuh bibir bawahmu lalu menariknya lembut.

“jangan cemberut seperti ini. bibirmu yang seperti ini membuatku…”

kau menepis tangan yesung gugup. “apaan sih?” katamu sambil mengalihkan pandangan. yesung memperlebar senyumnya, bahkan sekarang senyum itu terlihat seperti cengiran.

“mau tidak kuberi satu rahasia besar dalam hidupku?” tanya yesung, mengabaikan pertanyaanmu.

kau kembali menatapnya, lalu mengangguk cepat. Yesung mendekatkan wajahnya kewajahmu hingga hidung kalian bersentuhan. kau menunduk cepat. tentu saja karena kau malu. wajahmu sudah merona karena semburat merah muncul kepermukaan kulitmu.

“ya, kenapa kau menunduk, hm?” tanya yesung menahan tawa. ia menyentuh dagumu membuatmu mendongak dan kembali menatapnya. “mukamu memerah, chagi…” ujarnya dengan nada polos.

Kau menjitak kepalanya kuat. yesung meringis kesakitan dengan tampang cemberut yang menggemaskan.

“kenapa menjitakku? sakit tau!”

“habis, kau sih!”

“memang aku kenapa?”

“kau bilang kalau mukaku memerah!” balasmu ketus.

tiba-tiba yesung tertawa terbahak-bahak. mukanya sampai memerah. kau mengerucutkan bibirmu menahan kesal. yesung selalu menertawaimu, selalu spontan menagatakan kalau mukamu merah. tapi kan, itu semua juga karena dia! siapa suruh yesung selalu membuatmu deg-degan?

“ya! hentikan tawamu itu!” bentakmu ketus. yesung tidak memperdulikanmu. ia tetap menertawaimu sambil memegangi perutnya.

Kau menghela napas kesal, lalu berbalik dan meninggalkannya begitu saja. belum selangkah, yesung sudah bereaksi. aksi diluar kesadarannya saat melihat yeoja yang ia cintai mulai pergi. ia menarik tanganmu dan menghempaskanmu kekasur. belum sempat kau protes, yesung sudah menindihmu terlebih dahulu. ia menjadikan kedua tangannya untuk menjadi penopang tubuh agar tidak menekanmu terlalu dekat dan mengunci ruang gerakmu. tangan serba guna.

“ya! apa-apaan ini? awas!” ketusmu. kau memukul-mukul dada yesung agar ia menyingkir. namun sepertinya upayamu gagal. bahkan yesung semakin menindihmu dan membuat jarak dianatara kalian semakin menipis.

“ahh yesung-a, kau membuatku takut!” katamu sambil terisak. yesung mengabaikanmu, bahkan ia semakin mendekatkan wajahnya kewajahmu.

Yesung tertawa dalam hati. Ia sudah terbiasa melihat wajahmu yang tiba-tiba memerah saat ia mendekatkan wajahnya kewajahmu. Ia sudah terbiasa saat kau pura-pura takut disetiap ia ingin menciumnya. dan semua sifat itulah yang membuatnya mencintaimu. namun ada satu hal yang kau tidak tahu…kkk~

“chagi, sepertinya kau melupakan sesuatu, ne?” tanya yesung dengan bibir sepersekian senti dari bibirmu. Kau menatap bibir itu gugup.

‘ppabo!’ desismu dalam hati. kau mencoba untuk tidak bertatapan dengan mata teduh yesung, tetapi malah menatap bibir yesung yang OH DAMN! rasanya manis bahkan lebih lebih manis dari pada permen.

“ya, kenapa kau melamun? dan, kenapa kau menatap bibirku seperti itu?” tanya yesung lagi. mendengar pertanyaan yesung yang terakhir membuatmu mau tidak mau menatap matanya dengan tatapan tajam. tidak ketinggalan semburat merah mulai muncul kepermukaan kulitmu. “wae? kau mau?” kata yesung genit.

Kau melotot mendengar kata-kata yang keluar dari mulut manisnya itu. kau menggeleng cepat dan sebelum kau menyerukan protesmu, kau sudah merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirmu. kau kaget, tentu saja. namun lama-kelamaan matamu terpejam juga.

yesung masih menatapmu sampai akhirnya matamu terpejam. setelah meyakinkan kau tidak menolak, yesung mulai melumat bibirmu lembut. tanpa sadar kau mengalungkan tanganmu dilehernya dan mulai membalas ciumannya.

Setelah merasa kehabisan napas, kalian melepaskan ciuman kalian dengan perasaan tidak rela. dengan napas terengah, kau mencoba untuk tidak melakukan kontak mata dengan yesung. Tanpa kau ketahui, yesung tersenyum melihatmu yang malu-malu tapi mau.

“kau tahu, kau melupakan morning kiss-ku! kau melupakan jatahku tiap pagi!”

kkk~~

***

Kau menunggu yesung dibangku taman, seperti biasanya. ia sudah memberitahumu melalui SMS untuk menunggunya sebentar karena masih ada hal yang harus diselesaikan.

‘huh, hal apa yang membuatmu menyuruhku menunggu?!’ katamu dalam hati.

Tiba-tiba aura aneh menyerangmu. Perasaanmu jadi tidak enak saat ini. belum sempat kau menoleh kebelakang untuk memastikan apa ‘hal’ aneh tersebut, sebuah tangan mendekapmu dari belakang.

Chhuuu~~

yesung mengecup pipimu sekilas. walau hanya sesaat, namun berhasil membuatmu merona.

“kau menungguku chagi?” tanya yesung sambil berjalan dan duduk disampingmu. kau mengangguk pelan. yesung tersenyum senang lalu memelukmu erat. “waah, rupanya kau sudah jatuh cinta padaku, chagi. aku jadi teringat saat pertama kita bertemu, dimana kau bilang bahwa kau membenciku,” katanya sambil menerawang.

“:ya! jangan ingat-ingat hal itu lagi!” sergahmu garang. kau menjitak kepala yesung kuat. ia meringis kesakitan.

Chu~

tiba-tiba yesung mengecup bibirmu, lalu tersenyum evil. “balasan atas jitakanmu yang menyakitkan.”

***

“kau mau membawaku kemana? aku takut, yesung!” rengekmu. kali ini kau serius karena yesung membawamu kesuatu tempat dengan mata yang tertutup seperti saat ini.

“diamlah, chagi.. atau kalau kau tetap berisik, akan kulempar kau kelaut!” ancam yesung. kau bergidik, namun sejurus kemudian kau tersenyum.

“kau membawaku kepantai, ne??” tanyamu dengan senyum yang mengembang.

CHU~

yesung mengecup bibirmu sekilas. kau terdiam karena kaget.

“nah, harusnya dari tadi aku menciummu.” kata yesung puas.

Yesung kembali menarik tanganmu dan menuntunmu berjalan dalam kegelapan. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kalian berhenti disuatu tempat entah dimana. yesung membuka penutup matamu perlahan.

“jangan buka mata sebelum kusuruh, ya…” kata yesung mengingatkan. kau mengangguk kecil.

masih dengan mata tertutup, kau menerka-nerka kemana yesung membawamu pergi.

“nah, sekarang buka matamu.” kata yesung.

kau membuka matamu perlahan, dan satu detik setelah melihat pemandangan yang “WOW” kau membelalakkan mata kaget. tidak, bukan kaget. tapi lebih ke KAGUM! ya, kau kagum dengan apa yang kau lihat. hal pertama yang kau lihat adalah air laut yang bergelombang dengan tenang. bukan air laut biasa, namun ada banyak rangkaian bunga tulip, bunga kesukaanmu, yang diletakkan diatas permukaan air, membuat rangkaian bunga itu bergerak kesana-kemari. kemudian kau melihat pohon-pohon yang dihias dengan lampu kecil dari dalam semak daun sehingga jika dilihat seperti titik-titik bintang cantik. lalu, ada tikar yang terhampat ditepi pantai, lengkap dengan makanan yang menggugah selera. cukup sederhana, namun ini pertama kalinya kau mendapatkan hal istimewa seperti ini.

sebentar, kenapa yesung diam? kau menoleh kekanan, memastikan yesung tidak meninggalkanmu. kau melompat kaget saat melihat cairan bening mengalir dipipinya. kau menjulurkan tangannya menghapus air mata yang mengalir itu.

“ya, yesung-ah. kenapa jadi kau yang menangis? harusnya kan aku yang menangis terharu,” katamu kesal.

yesung tidak menggubrismu, namun ia memelukmu erat. “saranghae,” katanya. kau termangu beberapa saat. ini pertama kalinya ia mengucapkan kata sakral itu. “saranghae, lee hae ra..” ulangnya, kini lebih jelas.

kau melepaskan pelukannya agar bisa melihat wajahnya. kau menangkupkan tanganmu diantara kepalanya dan mencoba untuk kuat menatap mata yesung yang memikat itu. “kau tahu, ini pertama kalinya kau mengucapkan ‘saranghae’, walaupun kau sudah sering memelukku, menciumku, bahkan melakukan hal yang tidak harus dilakukan.” katamu sambil tersenyum.

“saat kau mengatakan ‘hal yang tidak harus dilakukan’, aku jadi berpikiran yang tidak-tidak.” katanya polos. “seperti mengarah ke…YAK!” belum selesai yesung berbicara, kau sudah menjitaknya kuat. “aigoo.. sakit, chagi!”

“itu! kata ‘chagi’ itu yang kusebut ‘hal yang tidak pantas dilakukan’.” balasmu sambil cemberut. “dasar yadong!”

“kkk~ mianhae, chagi…” ucap yesung sambil mengecup pipimu. “jadi, kau pikir aku melakukan hal yang tidak pantas dilakukan?”

“ne! kau kan bukan siapa-siapa-ku…”

Chuu~

yesung mengecup bibirmu lembut, lalu menatapmu. kau kaget. kau melongo. yesung tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali mendekatkan bibirnya kebibirmu dan mulai melumatnya.

“kau pikir aku ini siapa, hm? kalau aku bukan siapa-siapa-mu, kau tidak mungkin membiarkanku menciummu seperti tadi, ne?” tanyanya sambil mengembangkan senyum evilnya. kau merasakan pipimu memanas. “dasar, yeoja ppabo! kau ini tidak peka sekali, sih! tidak perlu kukatakan kalau kau yeoja chingu-ku pun harusnya kau sadar…”

“ya! mana aku tahu?!” katamu kesal.

yesung tertawa kecil melihat wajahmu yang memerah menahan kesal. tiba-tiba yesung teringat dengan satu hal. “ahh, chagi. tau tidak, bibirmu itu manis, lho. aku suka,” katanya sambil menjilati bibirnya yang tadi mencium bibirmu.

Kau menunduk malu. ‘kenapa namja itu terlalu blak-blakan sih?!’ desismu dalam hati.

yesung berlutut dengan anggunnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan beludru berwarna pink dan membukanya. matamu terbelalak kaget.

“kau kaget, chagi? ahh, sudah kuduga..” kata yesung bangga. “would you marry me, lee hae ra?”

kau mengalihkan tatapanmu dari kotak itu kemata yesung. kau mencari itu. kau mencari ketulusan, kecintaan, dan kejujuran dimata yesung. dan, kau menemukannya!

tiba-tiba kau menangis. kau sudah tidak bisa menahan air mata ini.

“jangan menangis, chagi…” pinta yesung sambil berdiri.

“aku menangis terharu, ppabo..” balasmu.

yesung tersenyum lalu mengangkat dagumu. “jadi, apa jawabanmu?”

kau terdiam sejenak, lalu mengangguk tanpa ragu. “ne, i will marry you..”

sedetik kemudian yesung memelukmu erat. “saranghae…” bisiknya penuh cinta.

“nado saranghae, yesung oppa…” balasmu.

kau melepaskan pelukkanya, lalu menatapnya sejenak. “emm, boleh aku memberi tahumu sesuatu?”

“ne, tentu saja.”

“tadi itu, aku bukan kaget karena sureprise yang kau berikan berupa cincin dan lamaran padaku. namun, coba kau lihat cincin itu, kenapa harus bentuk bibir yang menjadi berliannya?!”

THE END!!

***

eotteohke?! jelek kah? RCL please😀 siterima dengan lapang dada pujian dan kritikan nya😀 hahaha~ yang cuman numpang baca saya doain biar cepet sadar kalau siders itu gak baik~

4 thoughts on “[FF] Chagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s