[FF] Love?

Title: Love?

Cast:

  1. Yesung
  2. Lee Hae Ra (OC)
  3. Park Min Jung (OC)
  4. Others

Author: Virniari

Genre: Romance

Rating: PG-15

Length: OneShoot

Cp: @virniari

Cp: Virga Azzania Ashari

Please Don’t be silent reader! Don’t be plagiator! Coment untuk menghargai karya saya ><

***

“Hae Ra-ya!”

Kau menoleh saat mendengar seruan keras dari belakang. Oh, min jung. Yeoja tidak tahu malu itu memang suka berteriak semaunya, seperti saat ini.

“wae, min jung-ah?” Tanyamu sambil tersenyum.

Sahabatmu itu balas tersenyum lalu berjalan mendekatimu. kau melihat gelagat aneh dari senyuman min jung. tidak, itu bukan senyuman. itu lebih seperti seringai lebar yang menunjukkan sederet gigi-giginya yang putih.

“aku takut, min jung. berhenti memperlihatkan wajahmu yang seperti itu…” katamu pelan.

Min jung terkikik, lalu berkata, “ikut aku ne? ada hal besar yang harus kau tahu!”

Min Jung menarik tanganmu ke bangku panjang yang terletak diujung koridor.

“Mau ngomong apa? aku sudah harus pulang. Hyuk oppa sudah menungguku didepan.” katamu sesaat setelah duduk dibangku itu.

Min jung menarik napas sesaat, lalu senyumnya semakin lebar. Ia mendekatkan kepalanya kearahmu, lalu berbisik, “saat ini, kim jong woon adalah namja chingu-ku!”

“oh?”

***

#flashback on#

Park min jung. yeoja berambut panjang sepunggung itu berjalan menuju Cafe T’L. Cafe yang menyediakan makanan ringan dan minuman dengan harga yang terjangkau. sesaat sebelum memasuki cafe, dengan tidak sengaja matanya menangkap sosok namja yang berjalan cepat kearah motor besarnya. Tanpa ia sadari, sebuah senyuman melengkung indah dibibirnya.

Tanpa memperdulikan keadaan sekeliling, min jung berlari kecil kearah namja itu. Ya, ia adalah yesung atau kim jong woon. penyanyi solo yang menjadi idola min jung, dan akhirnya hari ini ia bisa menatap langsung wajah yang BEGITU nyaris sempurna.

nyaris? tentu saja. tidak ada yang sempurna didunia ini.

“yesung oppa!” seru min jung keras.

Yesung mendecak kesal. ‘Buat apa aku menyamar kalau aku dikenali oleh yeoja ini, dan dengan bodohnya ia menyerukan namaku?!’ desis yesung dalam hati.

Dari ekor matanya, yesung bisa melihat yeoja yang tidak dikenalinya itu berlari menghampirinya. dan detik berikutnya, beberapa orang yang sedari tadi berlalu lalang dengan sibuknya, saat ini menoleh dan mengerjap menatapnya.

secepat orang-orang itu tersadar, secepat itu juga yesung menghidupkan motornya dan langsung tancap gas.

‘nappeun!’ umpat yesung dalam hati.

Tanpa sepengetahuan yesung, yeoja yang menyerukkan namanya tadi sudah berdiri sambil merentangkan tangannya didepan motor yesung. Mengaku sebagai tameng yang bisa melindungi dirinya dari berbagai macam bahaya. termasuk ditabrak dengan kecepatan seperti angin oleh motor besar yesung.

sayangnya min jung bukanlah tameng sekuat baja. ia hanya manusia biasa. lalu, apalagi yang bisa ia dapatkan jika motor besar menabraknya?

“YAK!!!” pekik min jung kaget.

Ia terpental beberapa meter kebelakang. yesung mengerem motornya sekuat tenaga. matanya melebar maksimal. mulutnya terbuka. kaget. yesung menoleh kesekeliling. tiba-tiba keadaan yang tadinya ramai mendadak hening. kini semua mata tertuju pada yesung. yesung sudah berencana akan segera pergi ketika menyadari bahwa ia adalah public figure. berita ini akan menyebar dengan cepat jika tidak ia selesaikan.

“jweisonghamnida. aku benar-benar tidak sengaja.” ujar yesung.

ada sedikit nada khawatir dari suaranya. kalau boleh jujur, yesung sama sekali tidak mengkhawatirkan yeoja yang kini tengah terkapar didepannya. ia lebih mengkhawatirkan kepopularitasnya setelah ini. Egois? tentu saja tidak! punya ide dari mana yeoja ini menghadang laju motornya?!

Berbeda dengan min jung. gadis itu merasakan sesak napas yang luar biasa. ia bahkan melupakan sakit kakinya yang lecet. bagaimana tidak? idolanya kini berada kurang dari 1 meter darinya. oh tidak. min jung lupa caranya bernapas.

“ya! kenapa diam?!” kata yesung lagi. kini nada suaranya mengeras. min jung tersadar, lalu mengerjap. “kau tidak apa-apa?” tanya yesung.

min jung mengangguk ragu saat yesung menatapnya dengan intens. yesung meneliti dengan sempurna yeoja didepannya ini dari atas sampai bawah.

‘tidak ada lecet yang benar-benar lecet.’ tegas yesung dalam hati.

“baiklah,” ujar yesung sambil mundur beberapa langkah. “sekali lagi maafkan aku atas kecelakaan kecil ini” dan yesung pun berbalik, berniat meninggalkan min jung.

“kau harus jadi namja chingu-ku!” seru min jung sebelum yesung benar-benar melangkah.

Refleks, yesung kembali memutar tubuhnya menghadap min jung. matanya melotot maksimal.
“MWO?!”

#flashback end#

***

“sudah?”

sebuah suara memutuskan sederetan kalimat yang keluar dari mulut min jung. Kau dan min jung serempak menoleh kearah asal suara.

Min jung tampak kaget melihat yesung berdiri dibelakangnya tanpa alat penyamaran. sedangkan dirimu, kau hanya menatap yesung dengan wajah datar. jujur saja, kau bukanlah clouds, sebutan bagi penggemar yesung. kau juga bukan fans siapa-siapa. karena kau tidak memiliki idola. kau tidak menyukai sesuatu yang berbau artis. dan kau mempunyai alasan kuat mengapa kau begitu.

“sudah?” yesung mengulang kalimatnya.

min jung tersadar, lalu mengangguk.

“min jung-ah, aku pulang dulu, ne? hyuk oppa pasti sudah lama menungguku.” katamu sambil mengedarkan pandangan kesekeliling.

‘sepi! pantas saja yesung tidak menyamar!’ cibirmu dalam hati.

“oh, ne. sampai jumpa hae ra-ya!” sahut min jung saat kau melangkah pergi.

Kau melihat eunhyuk yang duduk diatas motornya. tampang cemberut menghiasi wajah tampannya.

“kau telat satu jam setengah!” tandas eunhyuk tegas.

kau meringis dan tersenyum bersalah. apa selama itu min jung bercerita?

“Mianhae, oppa~” katamu manis.

Eunhyuk mendengus sebal, lalu detik berikutnya ia menarik tanganmu dan mengecup ujung hidungmu. Kebiasaanya setiap hari.

***

Yesung memakukan pandangannya padamu sampai kau hilang dibelokan koridor. Yesung menatapmu bingung.

“Ya, min jung-ssi. Aku ini siapa?” Tanya yesung aneh.

Min jung mengernyitkan dahinya, lalu berkata, “kau yesung. Kau kim jong woon. Dan kau adalah namja chinguku.”

Yesung menatap min jung tajam. Yesung benci kalimat terakhir yang min jung lontarkan.

“Lalu, kenapa temanmu itu seperti tidak melihatku? Aku pikir teman-temanmu mengidolakanku, seperti yang kau katakan padaku kemarin” kata yesung sambil menyentuh tengkuknya.

Min jung terkikik pelan. “Kecuali dia. Aku lupa dengan hal satu itu,”

“Tentu saja kau lupa. Yang ada dipikiranmu kemarin hanyalah mengancamku untuk menjadi namja chingumu, karena kalau tidak, berita bodoh kemarin akan tersebar ne?!”

***

Kau mematut diri didepan cermin. ‘Baiklah. Sepertinya semua sudah pas.’ katamu dalam hati. Kau mengambil tas biru-mu diatas meja, lalu melangkah menuruni tangga menuju meja makan.

“Morning, oppa…” Sapamu saat melihat eunhyuk yang sudah duduk manis didepan meja makan.

“Morning, chagiya… Sekarang kau sarapan dulu, ne? Setelah itu oppa akan mengantarmu kesekolah.” Sahut eunhyuk seraya menebar gummy smile-nya.

“Oh, mianhae oppa. Aku lupa memberitahumu. Hari ini aku akan berangkat dengan min jung. Mungkin sebentar lagi min jung akan datang.” Sesalmu.

Eunhyuk mengembangkan senyumanya. “Arraseo. Kalau begitu nanti siang oppa akan menjemputmu. Sekarang, makanlah.”

Kau mengangguk patuh. Setelah memakan satu sandwich dengan lahap, bunyi klakson mobil terdengar.

‘Mobil? Sejak kapan min jung menjemputku pakai mobil?’ Tanyamu dalam hati.

“Sepertinya itu min jung,” katamu ragu. Kau bangkit dari kursi dan meraih tasmu. “aku pergi dulu oppa. Gomawo untuk sandwichnya. Enak sekali!”

“Baiklah. Oppa temani kedepan.”

Kau berjalan beriringan dengan eunhyuk keluar rumah. Benar saja. min jung berdiri sambil menyenderkan tubuh pada sebuah audy hitam keluaran terbaru. Kau mengernyitkan dahi. Detik berikutnya, matamu melebar ketika kaca depan mobil terbuka dan menunjukkan adanya penghuni lain didalam mobil. Yesung!

“Ahh, itu min jung.” Kata eunhyuk membuyarkan pikiranmu. ”Hati-hati disekolah, chagi. Jangan nakal.” Eunhyuk mengecup hidungmu sekilas, melambaikan tangan pada min jung, lalu masuk kedalam rumah.

tanpa sepengetahuanmu, ada sebuah bibir yang tersenyum sinis.

“Ya, hae ra-ya! Kenapa melamun? Cepat masuk!” Seru min jung.

Yesung mendengus sebal. ‘Yeoja ini! Kenapa harus berteriak, sih?! Tidak malu?!’ Umpat yesung dalam hati.

Kau berjalan ragu dan masuk kedalam mobil. Setelah itu, yesung mulai melajukan mobilnya. Tanpa kau sadari, yesung sesekali melihatmu yang duduk dibelakang sendirian melalui kaca spion.

“Hae ra-ya? Ya! Kita sudah sampai.” Min jung menyadarkanmu. kau mengerjap sesaat.

‘Sudah sampai? Ahh, aku melamun!’ Gumammu.

Sebelum kau turun, kau melirik yesung sekilas yang saat itu juga tengah menatapmu.Sebelum menutup pintu, untuk pertama kalinya, kau berkata “gamsahamnida, yesung-ssi.” TANPA SENYUM.

***

Eunhyuk oppa terlambat. Kau sudah menunggu namja itu dari satu jam yang lalu. Dari saat sekolah masih ramai, sampai saat sekolah sepi seperti ini.

Gerbang seperkian senti lagi akan tetutup. Kau menghela napas. Eunhyuk sudah berjanji akan menjemputmu, namun apa? Bullshit! Kau melangkahkan kaki kearah gerbang sekolah, mendorongnya sedikit dan kembali melangkahkan kaki keluar dari kawasan sekolah. Tiba-tiba sebuah motor besar berwarna hijau mengilap berhenti tepat didepanmu. Yesung.
“Min jung sudah pulang.” Katamu datar sebelum yesung bersuara.

Yesung mengernyitkan dahi, heran. “Oh, begitu?” Tanya yesung memastikan.
Kau hanya mengangguk kecil.Tiba-tiba matamu menangkap sosok eunhyuk dengan motor besarnya melaju kearahmu.

“Ahh, mian chagi. Tadi oppa ada urusan sebentar,” kata hyuk sembari tersenyum bersalah.

Kau mengembungkan pipimu, sebal. Kau berjalan kearah hyuk tanpa memperdulikan yesung yang menatapmu dan hyuk tidak suka.

“Terserah. Cepat pulang.” Katamu datar.”Ya! Jangan marah, chagi..” Hyuk mendekatkan wajahnya dan mengecup hidungmu.

‘Hah?!’ Yesung melongo dengan suksesnya. Bagaimana tidak? Yesung adalah bintang besar! Bagaimana bisa, dua orang didepannya saat ini mengacuhkannya? Bermesraan dengan sukarela, dan menganggap bahwa dirinya hanyalah halusinasi?!

***

“Chagiyaa…. Kau mau menemaniku jalan kan sore ini?” Tanya min jung manja.
Yang benar saja! Yeoja ini memang muka tembok! Apa yeoja ini tidak sadar bahwa yesung sama sekali tidak menyukai-nya? Apa yeoja ini tidak sadar bahwa ini hanyalah pacaran sepihak? Yesung dan min jung berpacaran hanya karena ancaman bodoh itu! Oh, nappeun!

“Jangan panggil aku chagiya, min jung-ssi.” Balas yesung sinis.

Seperti ada lapisan baja yang menyelimuti rasa malu min jung, yeoja itu kembali bersuara,”wae? Kau kan namja chingu-ku. Tentu saja wajar aku memanggilmu chagi..”

Sudah cukup! Yesung sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Ia bangkit dari bangku cafe yang sepi dan melangkah meninggalkan min jung. Yesung masih bisa mendengarkan seruan yeoja itu, namun ia mengabaikannya.

‘Emang aku perduli?!’ Gumam yesung sinis.

Yesung memakai alat penyamarannya saat keluar dari cafe dan berjalan cepat menuju motor besarnya yang terparkir manis disudut depan cafe T’L. Dengan ekor matanya, yesung bisa melihat min jung berlari mengejarnya. Yesung tidak memperdulikan itu. Sekarang yang ada dipikirannya hanya satu: tenang. Ya. Yesung ingin tenang. Sebentar saja.

Yesung melajukan motornya ditengah-tengah kepadatan kota seoul.Tanpa rencana, kenaifan membawanya kepantai yang sering ia datangi. Ia tersenyum kecil ketika melihat keadaan pantai yang tidak terlalu ramai. Dengan begitu, ia tidak perlu menyamar. Hatinya begitu tenang, namun ketenangan itu lenyap ketika matanya menangkap dua sosok yang saling berpelukan.

***

Eunhyuk membawamu kepantai sore itu. Kata hyuk, sebagai permintaan maaf karena sudah membuatmu lama menunggu.”Pantai? Oppa meminta maaf dengan membawaku kepantai?” Katamu geli.

Kau tidak bisa menahan tawamu, dan akhirnya tawamu meledak. Hyuk tersenyum simpul melihatmu tertawa. Eunhyuk duduk diatas pasir ditepian pantai, lalu menepuk-nepuk tempat disebelahnya. Menyuruhmu duduk. Kau merasakan ombak-ombak kecil yang dingin menerpa kakimu saat kau sudah duduk dengan tenang. Sedetik kemudian, eunhyuk menarikmu kepelukannya.
“chagi… jangan tinggalkan oppa, ne?” kata eunhyuk lemah.
Kau membalas pelukannya, lalu berkata, “oppa… Jangan tinggalkan aku, ne?”

Sedetik kemudian kalian berdua tertawa. Hyuk melepaskan pelukannya. Namun sekarang ia meletakkan kepalanya diatas pundakmu, dan tangan kirinya merengkuh pinggangmu.

“Sarang……”

Kalimat eunhyuk terputus ketika tiba-tiba sebuah tangan dengan tidak sopannya melepaskan rengkuhannya dipinggangmu. Yesung!
“Annyeong haseyo.” Sapanya ramah. Ramah? Kau tidak yakin.

Kau sudah bersiap meluapkan lahar panas yang menumpuk dihatimu, namun semuanya gagal.

“Annyeong haseyo. Nuguya?” Sahut eunhyuk.

Yesung terdiam sejenak. “K-kau tidak mengenalku?” Tanya yesung bingung.

“Memang kau siapa? Apa aku harus mengenalmu?” Tanya eunhyuk. ia menaikkan kedua alisnya. Yesung tertawa renyah.
Ia baru akan menyuarakan kata-katanya ketika kau menyela, “ahh, ini yesung, oppa. ia temanku.”
“oh? annyeong haseyo!” sahut eunhyuk seraya berdiri dan membungkukkan badannya. “Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Apakah kau teman satu sekolah Hae Ra?”
“Ne! Dia baru saja pindah dari Tokyo minggu lalu.” Selamu cepat sebelum yesung menggeleng.
“e-em, annyeong haseyo. Yesung imnida. Aku teman baiknya Hae Ra. Mohon bantuannya.” Yesung membungkukkan badannya.
“baiklah, yesung-ssi. Panggil saja aku eunhyuk,” Kata Eunhyuk lalu kembali duduk. “Lalu, apa yang membawamu kesini?”
Yesung tertegun. Lalu sekelebat pemikiran melintas diotaknya. Ia melirikmu sekilas yang tengah memandang gemuruh air laut. “Aku tidak sengaja kesini. Lalu aku melihat Hae Ra dan baru teringat kalau aku punya urusan dengannya.” Katanya sambil tersenyum.
Secepat meteor yang jatuh kebumi, kau menoleh menatap yesung yang tersenyum. Kau melotot. Kau memberikan tatapan paling tajam yang kau punya. ‘Urusan apa!? kenal saja tidak!’ umpatmu dalam hati.
“eh? benarkah?” Eunhyuk bertanya padamu.
Kau sudah siap menggeleng kuat, namun yesung menyela, “tentu saja.”
Yesung menarik tanganmu hingga kau berdiri. Kau ingin menepis tangan yesung namun namja itu lebih dulu melepas pegangannya.
“oh, begitu. ya sudah, Hae Ra. selesaikan urusanmu, lalu segera pulang. Oppa akan menunggumu dirumah.” kata eunhyuk akhirnya.
Kau ingin membantah permainan tidak lucu yang dibuat yesung. tapi, seperti ada lem besi yang membuat mulutmu tertutup rapat.

“arraseo, eunhyuk-ssi.” sahut yesung.

***

Setelah eunhyuk pergi dan hilang dari pandangan, kau berkacak pinggang dan menatap yesung dengan pandangan mematikan. Seperti tidak perduli, yesung malah duduk diatas pasir.

“Ya! Apa maksudmu, hah?!” Tanyamu sangar.

Yesung menoleh menatapmu sesaat, lalu menarikmu duduk disampingnya. “Kau itu kenapa, sih? Kenapa tidak menyukaiku?” Tanya yesung balik. Kau membuang muka, mengabaikan pertanyaan yesung. “Aku bertanya padamu, hae ra-ssi. Cepat jawab.” Kejar yesung tidak sabar.

“Tidak penting. Urus saja min jung-mu itu.” Katamu ketus. Sedetik kemudian, kau membekap mulutmu dengan tangan. Merutuki kebodohanmu barusan.

Entah apa yang membuat yesung menyeringai, lalu berkata, “jangan bilang kau cemburu. Ne?”

Kau mencibir, lalu membantahnya. “Andwae! Kau fitnah!”

Yesung tertawa sesaat, kemudian memutar tubuhnya menghadapmu. Ia memaksamu untuk menatapnya. ”Kau.. Tidak menyukaiku, kan?” Tanyanya pelan. Kau mengangguk mantap. “Jadi, yang dikatakan min jung benar? Kau tidak menyukaiku?” Tanyanya lagi. Kau kembali mengangguk.

“Tidak hanya kau. Aku tidak menyukai artis.” Katamu. Kau tidak memperdulikan bagaimana perasaan yesung yang pasti sakit hati.
Bagimana tidak sakit hati? Kau mengatakan bahwa kau tidak menyukai yesung didepan orangnya langsung!

“Wae?” Akhirnya yesung kembali buka suara setelah beberapa saat terdiam.

Kau membuang muka. Kau malas membicarakan hal ini. Kau berdiri dari dudukmu dan menepuk-nepuk rokmu, mencoba membersihkan pasir yang menodai rokmu.

“Sudah sore. Aku mau pulang.” Kau berbalik dan mulai melangkah.
Belum dua langkah, yesung menahanmu.

“Wae? Kau… aneh.” Ujarnya lirih.
Kau meliriknya dengan tatapan siap menerkam apapun yang terjadi. Kau menepis tanganya yang masih bertengger cantik dilenganmu, lalu berjalan meninggalkan yesung yang membeku. Belum lagi tiga langkah kakimu berjalan, sebuah tangan menahan tanganmu. Kau membatu seketika.

Bukan. Bukan karena tangan itu menyentuh tanganmu.Seseorang menyentuh tanganmu sudah sangat biasa. Namun ini semua karena rengkuhan orang ini. Karena orang ini menahan tanganmu dari belakang, kau bisa merasakan dadanya menyentuh punggungmu. Itu membuatmu bergidik. Orang ini… yesung?!
Tanpa sepengetahuan kalian, satu sosok yang berdiri dibelakang pohon besar dan menyembunyikan tubuhnya tengah memandangi kalian sambil mengarahkan kameranya kesatu arah.

***

Kau berkali-kali mengirim pesan pada min jung, tapi yeoja itu tidak memberi respon yang berarti. Tidak ada yang penting. Kau hanya bertanya, apakah min jung akan menjemputnya seperti janjinya kemarin? Bukan apa, ini sudah lima belas menit sebelum bel masuk akan berbunyi.

“Min jung belum menjemputmu?” eunhyuk kembali bertanya untuk kesekian kalinya. Kau menggeleng lemah. Sepertinya min jung tidak akan menjemputmu. Tapi kenapa tidak ada pemberitahuan?

“Sudahlah. Biar oppa antar, ne?” Tawar eunhyuk sambil berdiri, lalu meraih kunci motor diatas nakas.

Kau mengangguk, lalu mengikuti langkah eunhyuk dan pergi kesekolah. Setibanya disekolah, masih ada waktu lima menit sebelum bel akan berbunyi. “Jangan nakal, chagi.” Pesan eunhyuk sebelum pergi meninggalkanmu didepan gerbang sekolah.

Kau melangkahkan kaki kekelasmu.
Tunggu. Ada yang aneh. Kenapa semua orang memandangimu seperti ingin menelanmu hidup-hidup? Hampir semua orang yang kau temui menatapmu sinis, tidak suka, bahkan membencimu? Sudahlah. Kau tidak perduli. Mungkin kau salah mengira.
‘Ah, itu min jung!’ Serumu dalam hati. Kau melihat min jung tengah duduk dibangku depan kelasmu.

“Annyeong, min jung.” Sapamu sambil tersenyum cerah.

Min jung menyadari keberadaanmu. Namun sepertinya ia sengaja mengabaikanmu. Bahkan ia tetap saja mengeksplorasi handphone-nya. “Ya, min jung-ah. Kenapa mengabaikanku?” Tanyamu bingung.

Min jung masih berkutat dengan ponselnya, tetap mengabaikanmu. Baru saja kau akan kembali bertanya, namun bel masuk sudah berbunyi nyaring.

Seperti tidak melihatmu, min jung bangkit dari duduknya lalu melangkah memasuki kelas. Kau mengerutkan keningmu, bingung. Kebingunganmu semakin bertambah ketika melihat tidak ada tas min jung disamping tempat dudukmu.

Kau mengedarkan pandanganmu. Matamu melebar melihat min jung duduk disamping ririn. Kau melangkah ragu kemejamu, dan mendapati koran pagi yang tergeletak diatas meja. Awalnya, kau berniat mengabaikan koran itu. Namun, ketika melihat sekilas headline-nya, kaki-mu langsung lemas.

Dengan berjuta perkiraan, kau meraih koran itu dan memperhatikan gambar yang tertera dengan seksama. Seorang yeoja yang dipeluk oleh seorang namja. Yah, seperti itulah perkiraan semua orang jika melihat gambar ini. Matamu seperti tidak asing melihat gambar ini. Gambar ini diambil dari arah samping dan belakang. Lalu matamu membaca tulisan ‘Yesung tertangkap basah berpelukan dengan seorang yeoja yang diketahui bersekolah di KyungHee senior high school dipantai’, dan matamu melebar seketika.

‘Mwo?! Seorang yeoja dipeluk oleh seorang namja?! Mwo?! B-bukankah ini a-aku?!’ Pekikmu dalam hati. Pantas saja semua orang menatapmu sebegitu bengis nya. Tapi bagaimana foto ini bisa tersebar? Sial! Pantas saja min jung marah padamu!

Kau menoleh menatap min jung yang duduk dua bangku dibelakangmu. Kau bangkit, namun kembali duduk saat kyuhyun seosangnim sudah masuk kelas.

Setelah proses belajar selesai, bel istirahat juga sudah berdentang, kau berniat meluruskan berita ini pada min jung. Namun lagi-lagi yeoja itu menghindarimu. Hingga akhirnya bel pulang berbunyi. Kau lemas sekali hari ini. Rasanya ingin menangis. Kau tidak tahan diabaikan oleh min jung, juga teman-temanmu karena mengetahui bahwa yeoja yang dipeluk yesung itu adalah dirimu.

Sial. Kau harus menemui yesung dan membunuhnya!

***
“Apa yang kau buat? Cepat naik!” Perintah yesung pada min Jung.

Yeoja itu bergeming di tempatnya. Tetap berdiri didepan gerbang yang sepi dengan tatapan marah.

“Ya, min Jung-ssi! Kalau kau tetap diam, aku akan pergi.” kata yesung lagi.

Min Jung menarik napas sebentar, lalu menghembuskannya kasar. Ia mengeluarkan koran dari dalam tasnya dan melempar kasar kearah yesung.

“Kau pasti belum baca koran pagi ini,” kata min jung dingin.

Yesung meneliti koran yang kini ada ditangannya. Sedetik kemudian ia membelalakkan matanya. Headline dirinya denganmu. Ia ingat tas biru milikmu yang terbidik sempurna dari kamera ini. Tanpa sadar, yesung meremas koran itu hingga tak terbentuk.

“jadi benarkan kalau itu KAU dan HAE RA?” tanya min jung sinis dengan menekankan kata ‘kau’ dan ‘hae ra’.

Yesung melirik min jung tajam, mengabaikannya dan balik bertanya, “lalu, kau mau apa?”

Min Jung tertawa tidak senang. “mauku? aku mau kau memberi tahukan pada media bahwa aku adalah yeoja chingu-mu!”

“MWO?!”

***

“kau bisa jelaskan ini?” eunhyuk menyilangkan tangannya didepan dada. menatapmu tajam namun sesekali melirik koran kusut diatas meja. kau mengaitkan jemarimu, meletakkannya diatas pangkuanmu dan menatapnya terus menerus.
tidak ada keberanian untuk balas menatap eunhyuk.

“ya, hae ra-ssi. benarkan itu kau?!” kini suara eunhyuk meninggi. takut-takut kau mengangguk. terdengar helaan napas kuat dari eunhyuk. “sudah kuduga kau berbohong padaku kemarin..” lirihnya.

kau mengangkat wajahmu, lalu berkata, “mian, oppa. aku takut kau akan marah kemarin,”

“lalu, kalau sudah begini, aku tidak marah?” ketusnya. kau kembali menunduk. kau sadar kalau fotomu dikoran itu sangat dikenali. bahkan dari samping, semua orang juga tahu kalau yeoja yang yesung peluk itu adalah kamu. tiba-tiba kau merasakan kehangatan yang menjalar ditubuhmu. eunhyuk. ia memelukmu erat.

“chagi… kau tau betul aku tidak menyukai artis. dan kau tau betul alasannya…” kata eunhyuk lirih. kau mengangguk lemah dan membalas pelukan eunhyuk.

“ehem…” sebuah dehaman memotong pembicaraanmu. yesung!

tidak ada yang berbicara setelahnya. keadaan hening seketika. otakmu berputar cepat, lalu melepas pelukan eunhyuk dan berdiri.

“kau tahu, kau tidak sopan.” katamu sinis. “seenaknya masuk kerumah orang tanpa permisi.” lanjutmu.

entah apa yang membuat yesung menggertakkan giginya. bahkan ia tidak membalas ucapanmu. matanya beralih ke eunhyuk yang tengah menatapnya. lalu melirik koran diatas meja.

“kau sudah lihat koran pagi ini?” tanya yesung sambil menatapmu. kau mengangguk pelan. “baguslah. jadi aku tidak perlu bilang apa-apa lagi.” katanya lagi.

“kau itu artis, bukan?!” tiba-tiba suara eunhyuk menyeruak. namja itu berdiri disampingmu dan merangkul pundakmu.

entah mengapa yesung mengepalkan tangannya, menahan amarah mungkin?

“ya! jawab pertanyaanku, yesung-ssi!” bentak eunhyuk. kau menunduk. kau tahu eunhyuk marah saat ini. kau memberi kode pada yesung untuk menjawab jujur.

“ne. lalu kau mau apa?” sahut yesung.

“mauku? aku mau kau tidak mendekati hae ra lagi.” tegas eunhyuk, dan disambut tawa getir yesung.

yesung meraih tanganmu lalu menarikmu sedikit kasar. belum sempat kau mengerti situasi apa ini, yesung sudah membawamu keluar rumah. kau masih mendengar teriakan eunhyuk sampai yesung memaksamu naik keatas motornya.

***

saat ini, kau dan yesung tengah duduk berhadapan didalam café T’L. lumayan sepi, dan semakin hening karena sampai saat ini tidak ada yang buka suara diantara kalian. yesung menghela napas sesaat, lalu berkata lirih, “kenapa kau membenciku? apa aku ada salah?”

kini giliranmu yang menghela napas. “apa itu penting?”

“ bisa tidak, jangan menjawab dengan pertanyaan saat aku bertanya?” tanya yesung kesal.

“lalu aku harus apa? aku sedang marah, ppabo!” ketusmu. yesung tertawa kecil. kau mendengus kesal. disaat seperti ini, kenapa namja ini masih bisa tertawa?! “tidak ada yang lucu!”

“ada.” jawab yesung singkat. “kau lucu, hae ra. baru ini aku bertemu orang yang marah padaku dan mengatakannya dengan santainya.”

“itu tidak lucu.” katamu lambat-lambat. “sudahlah. tidak penting aku disini. aku mau pulang.” kau bangkit dari tempat dudukmu, namun ditahan oleh yesung.

“kau mau kemana?” tanya yesung.

“pulang. aku mau memperbaiki keadaan yang sudah kau keruhkan.” sahutmu sinis. “saat ini eunhyuk oppa pasti marah besar padaku. dan ini semua karena kau!”

“oppa? kau memanggilnya oppa? bahkan aku tidak kau panggil oppa?” tiba-tiba suara yesung seperti tercekat.

kau mengedikkan bahumu, lalu berkata dengan pasti, “karena aku menghormatinya.”

“apa yang kau lihat dari namja itu, hm? kenapa kau mau sama dia?”

“kenapa aku tidak mau sama dia? dia oppa-ku, ppabo!” bentakmu jengah. kau bangkit dari dudukmu. “sudahlah, aku mau pulang!”

“tidak sebelum aku mengerti.” lagi-lagi yesung menahanmu. namun kini yesung ikut berdiri dan menarik tanganmu keluar dari café. ia membawamu kembali kerumah. dengan langkah pasti, yesung menarik tanganmu masuk kedalam rumah yang tidak terkunci dan duduk didepan eunhyuk yang kebetulan sedang duduk diruang tamu.

“masih berani kesini?” gumam eunhyuk.

“kenapa aku takut? aku hanya ingin tahu kenapa kalian berdua tidak menyukai-ku.” sahutnya santai.

“apa itu penting?” eunhyuk balik bertanya.

“ne. aku harus tahu kenapa kalian tidak menyukaiku karena aku menyukai hae ra.” jawabnya tanpa keraguan sedikit pun.

kau, yang sedari tadi menunduk disebelah yesung menengadahkan kepala, menoleh menatap yesung dan melongo dengan suksesnya. tiba-tiba hatimu merasa sesak. kenapa namja ini harus berbohong untuk mendapatkan kepastian?!

“kau menyukai hae ra?” eunhyuk seperti ingin mendapatkan kepastian. yesung mengangguk pasti. sedetik kemudian, eunhyuk tertawa sinis. “andwae!”

“wae?! memang kau siapa, hah?!” bentak yesung sambil berdiri.

eunhyuk ikut berdiri, seperti menjawab tantangan yesung. ia melipat tangannya didepan dada dan menaikkan dagunya. “aku oppanya hae ra. oppa kandungnya!”

***

“banyak wartawan diluar!” seru seorang namja dengan napas terengah sembari masuk kelas. kau mengernyitkan dahi.

“sepertinya wartawan itu mencarimu, hae ra.” kata ririn.

ya, min jung masih tidak menegurmu. namun untungnya hanya yeoja itu yang mengabaikanmu. lambat laun semua orang sudah kembali seperti semula. tidak lagi menatapmu sinis. tidak lagi membuatmu takut.

“mencariku? untuk apa?” tanyamu heran.

ririn tertawa kecil. “tentu saja untuk mendapatkan kepastian darimu. kau lupa kalau saat ini kau digossip-kan sedang dekat dengan namja bernama yesung itu?”

oh, benar saja. kau menghela napas.

“hae ra!” seru seseorang dari arah pintu kelas. Min Jung?!

kau bangkit dari dudukmu seketika. Min jung berjalan menghampirimu. ia menepuk pundakmu pelan. “kau ditunggu seseorang. ikut aku, ne?” ajaknya sambil tersenyum. kau melongo dengan suksesnya.

“k-kau sudah t-tidak marah?” tanyamu hati-hati.

min jung mengabaikan pertanyaanmu. gantinya ia memelukmu erat. “mianhae, hae ra-ya. mian aku kemarin marah padamu. ini salahku. aku terlalu egois.” katanya lirih. kau mengernyitkan dahi, tidak mengerti.

“aku tidak mengerti.” ujarmu jujur. min jung melepas pelukannya. senyum manisnya tidak lepas dari wajahnya.

“kau tidak perlu mengerti. ikut aku.”

min jung menarik tanganmu dan kau pasrah mengikutinya. Kau melihat banyak wartawan mengerubungi meja panjang warna putih didekat koridor. beberapa namja duduk dengan menebar senyum manisnya kearah puluhan kamera. namun satu namja menarik perhatianmu. yesung?!

min jung mendorong tubuhmu hingga jatuh terduduk disamping yesung. kau menatap min jung dan yesung bergantian, bingung.

“nah, karena hae ra sudah datang, aku akan langsung to the point.” kata yesung sambil meraih tanganmu dan menggenggamnya. ia meletakkan tangannya diatas meja. sudah pasti tangannya itu tersorot oleh kamera. kau sudah akan melepaskannya, namun yesung menggenggam tanganmu erat.

“disini, saya kim jong woon mengundurkan diri sebagai artis. saya akan segera bertunangan dan mungkin akan menikah. dan kalian sudah bisa menebak siapa yeoja itu.” katanya santai sambil melirikmu. kau membatu. tidak tahu harus bicara apa.

“kau yakin?” seorang wartawan melontarkan pertannyaan. yesung mengalihkan wajahnya kembali kekamera.

“ne. saya yakin. saya sudah memikirkan ini dan membicarakan ini dengan manajer saya.” balasnya. yesung bangkit dari duduknya sembari menarik tanganmu. “baiklah. mulai sekarang, saya ada kim jong woon. saya bukan yesung. dan saya bukan artis.”

***

#flashback ON#

“aku tidak membencimu. aku hanya benci profesimu. kau artis, dan satu orang di masa lalu juga artis.”

“lalu?”

“haha.. orang itu adalah orang brengsek. bukankah kau tidak pernah melihat orang tua kami? tentu saja kau tidak pernah melihatnya.”

“ne, aku tidak pernah melihatnya. kemana mereka?”

“galilah kuburan dan kau akan menemukannya.”

“ne?”

“hm. mereka sudah meninggal.”
“lalu?”

“galilah tiga kuburan. dan kau akan menemukan orang tua kami.”

“tiga? wae?”

“karena orang tua kami ada tiga. pertama appa kami. ia meninggal lebih dulu. kedua eomma kami. ia dibunuh oleh appa baru kami. ketiga appa tiri kami.”

“bunuh? apakah terjadi pembunuhan?”

“ne. appa tiri kami menikahi eomma kami karena harta yang ia miliki.”

“biar aku tebak. appa tirimu pasti seorang artis.”

“ne. kau benar. aku baru sadar kalau seorang artis itu sangat pintar berakting.”

“oh, pantas saja kau membenciku.”

“aniyo. aku tidak membencimu. aku membenci profesimu.”

“lalu, kalau aku bukan artis, apa aku boleh mendekati hae ra-mu?”

“aku akan melepaskannya jika kau bukan artis. sayangnya, kau adalah artis. sangat susah untuk menjadi artis terkenal sepertimu. dan, ketika kepopuleran sudah kau capai, apakah kau tidak merasa bodoh jika kau melepaskan gelar itu?”

“sayangnya aku memang bodoh. aku lebih memilih hae ra-mu dari pada profesiku saat ini.”

“haha.. kau lucu.”

“tidak ada yang lucu.”

“benarkah? lalu, bagaimana jika saat ini kau tidak usah berkata ‘hae ra-mu’ lagi padaku?”

“wae?”

“karena saat ini hae ra adalah milikmu.”

#flashback END

***

Yesung menggandeng tanganmu erat dari tadi. kalian berjalan beriringan ditepi pantai. tidak ada yang membuka suara, hingga akhirnya yesung berhenti melangkah. ia memutar tubuhnya menghadapmu dan menatapmu lama. sebelum kau bereaksi, yesung sudah memelukmu. erat. kau berusaha melepaskan pelukannya, namun yesung memperat pelukannya.

“biarkan begini.” kata yesung pelan.

“apa kau tidak berpikir? kalau ketahuan wartawan bagaimana?” tanyamu risih.

yesung melepaskan pelukannya, lalu meletakkan tangannya dipundakmu. ia kembali menatapmu tajam. “sudah kubilang, mulai saat ini aku bukanlah artis.”

“wae?”

“karena seseorang sudah memberitahuku semuanya.” sahutnya sambil tersenyum.

“pasti eunhyuk oppa yang memberi tahumu…” tebakmu sambil tersenyum.

yesung mengangguk, lalu seketika tersadar. “ya, hae ra-ya. baru ini aku melihatmu tersenyum. ternyata kau sangat manis.”

seketika wajahmu merona. tiba-tiba yesung sudah duduk diatas pasir. kau mengikutinya.

“manis? hanya manis? kenapa tidak cantik?” tanyamu pura-pura kesal.

yesung tersenyum lebar. “kalau kau cantik, aku takut aku akan bosan. jadi, kau tidak boleh cantik. arraseo?”

kau mencibir, lalu berkata, “memang kau siapa? kenapa aku harus menurutimu?”

yesung mendekatkan wajahnya kewajahmu, membuatmu menjauhkan wajahmu dari jangkauannya. “apa aku harus mengatakannya lagi?”

“katakan apa? bahkan kau tidak pernah mengatakan sesuatu yang penting.” sungutmu.

“baiklah.” ucap yesung akhirnya. “saranghae, lee hae ra. saranghae, chagiya.”

seketika detak jantungmu seperti berhenti berdetak. rona merah perlahan muncul kepermukaan kulitmu. kau menatap mata yesung seperkian detik. tidak perlu lama-lama. karena ketulusan sudah sangat terpancar dari sana.

“kenapa diam? apa aku harus mengatakannya lagi?” ujar yesung geli.

“em.. katakan sekali lagi…” pintamu pelan. yesung tersenyum sesaat.

“saranghae lee hae ra. joengmal saranghae, chagiya…”

“nado, oppa.” katamu malu-malu. yesung tersenyum lagi dan langsung meraihmu kedalam pelukannya.

“boleh aku minta sesuatu?” tanya yesung sambil menatapmu yang berada dalam pelukannya. kau mengangguk kecil sambil tersenyum. “jangan pernah tersenyum kecuali saat bersamaku.”

“wae?” tanyamu bingung.

“aku tidak mau membagi keindahan ciptaan tuhan pada orang lain. karena senyummu adalah milikku saat ini dan untuk selamanya.” balasnya tegas.

kau tertawa kecil. “selamanya? kau yakin aku akan menjadi milikmu selamanya?”

“ne. karena aku sudah mempersiapkan pernikahan kita untuk dua bulan lagi.” sahutnya santai.

kau melepaskan pelukannya seketika. kaget.

“MWO?!” jeritmu nyaring.

“wae? kau tidak mau kita menikah?” tanyanya sedih.

“b-bukan begitu!” bantahmu cepat. “a-aku juga mau menikah denganmu. tapi, aku masih sekolah, ppabo!”

“kau yang ppabo,” yesung menjitak kepalamu pelan. “sebulan lagi kau akan ujian kelulusan, dan setelah itu kita akan menikah.”

“hah?! joengmal?” tanyamu kaget. jujur saja, kau lupa akan hal itu. kau sama sekali tidak ingat kalau bulan depan kau sudah harus ujian.

“ne. dasar ppabo. apa yang ada dipikiranmu sehingga kau lupa begini? jangan-jangan kau memikirkanku, ne?” goda yesung.

kau mendengus, lalu bergumam, “belakangan ini aku selalu berpikir bagaimana bisa berbaikan dengan min jung. karena itu aku lupa. bukan karena aku memikirkanmu.”

“min jung? kau marahan sama dia?” tanya yesung. kau mengangguk lemah.

“ini semua kan karena berita itu. karena itu min jung marah padaku.” jelasmu.

yesung terkikik pelan. “tapi sekarang kau sudah bisa tenang. sebelum ini aku sudah menjelaskan semuanya pada min jung, dan yeoja itu bisa menerimanya.”

“semudah itu?”

“ne. katanya, karena aku bukan artis lagi, ia bisa melepaskanku.” sungutnya kesal.

kau tertawa mendengarnya. tiba-tiba sesuatu yang lembut menyentuh pipimu. kau menoleh dan mendapati yesung tengah tersenyum.

“kau manis saat tersenyum, apalagi tertawa.” katanya lembut. “ingat kataku tadi, ne…”

“ne, oppa.” balasmu dengan rona merah dipipimu.

“pipimu merah,” ujar yesung. kau cemberut. namun yesung langsung memelukmu lagi dan mengecup pipimu. “bagaimana ya kalau aku mencium bibirmu? pasti semakin merah…”

“yak! jangan macam-macam!” bentakmu bengis. tidak menyangka yesung menjadi mesum.

“arraseo. aku tidak akan macam-macam. macam-macamnya tunggu kita sudah menikah, ne?” balasnya seraya mengecup pipimu yang semakin merah.

“yak!! mesum!!”

THE END

***

woaahh!! akhirnya selesai juga FF ini -_- nggak tahu kenapa punya ide kek begini …

eotteohke?! jelek? bagus? datar? comment guys T.T don’t be siders :’)

siders? hushushus!!~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s