[FF] Neomu Saranghaeyo Part 1

Judul              : Neomu Saranghaeyo
Author            : min Sooyeon ( @firdaa_ningrum )
Type               : Series
Genre             : Romance, No Yadong!
Tokoh             : Kwon Young Hae ( Younghae ), Kim Jongwoon ( Yesung ), Lee Donghae ( Donghae )

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Author Pov ]

“Ya! Kwon Young Hae! Mau sampai kapan kau akan berbalut selimut, hah! Bangunlah dan lihat sekarang sudah jam berapa!”seru eomma Kwon Young Hae yang sibuk membangunkan putri tengahnya yang suka tidur itu.

“Eomma lihat jam dulu sebelum membangunkanku. Lihat, hari masih gelap bukan?”ucap Younghae dengan mata terpejam dan menuding-nuding layar Galaxy S3 miliknya, “Sudah lah aku tidur lagi”ucap Younghae sambil merapatkan kembali selimutnya dan melupakan eommanya.

Eomma Younghae yang sudah kesal langsung turun dan mengambil sebuah baskom yang ada di wastafel bawah tiba-tiba… BYURRR!!! “Huwaaa… Tsunami! Tsunami!”teriak Younghae sambil mengusap-usap wajahnya dan ancang-ancang untuk berlari pergi.

“Eits, mau kemana kau gadis tukang tidur?”ucap eomma Younghae sambil memegangi telinga kanan putrinya itu.

Younghae segera membuka mata perlahan-lahan dan mendapati telinganya hampir dijewer oleh ibunya. “Ishh.. eomma ini”ucapnya sambil mengusir tangan eommanya dari telinga kanannya.

“Chagi, lihatlah sudah jam berapa sekarang.” Ibu Younghae mengarahkan kepala putrinya itu agar menatap jam dinding yang ada didepannya.

“Jam 7… Aigo! Sudah jam 7! Ayo eomma cepat bangunkan Ji Ae dan  Eun Ho oppa! Kalau tidak kita telat semua!”seru Younghae panik sambil menyambar handuk biru mudanya.

“Ji Ae dan Eun Ho sudah berangkat dari tadi. Kau saja yang terlalu pemalas. Tidur pertama bangun terakhir, dasar gadis malas”seru ibu Younghae sambil turun dari tangga.

Diam-diam Younghae menirukan gerakan bibir dan omelan eommanya itu sambil mencium piyama biru mudanya. “Ya! Eomma menyiramku pakai apa!”marah Younghae sebelum ibunya benar-benar lenyap dari pandangannya.

“Hehe, air cucian beras dari pagi. Cepat mandi dan berangkat sekolah!”ucap eommanya sambil berlalu meninggalkan Younghae yang masih menganga mendengar ucapan eommanya barusan. Sesekali diciuminya piyama kesayangannya yang kini bau apek khas beras.

[ Younghae Pov ]

Aku makin kalang kabut ketika jam tanganku sudah menunjukkan jam 07.30 waktu Seoul. Segera kukebut sepeda biru muda-putihku menuju sekolahku. Aku sudah bisa membayangkan wajah mendidih guru matematikaku ketika aku baru datang hampir jam 08.00 pagi. Mau bagaimana lagi? Motorku sudah dibawa pergi oleh oppaku ke kampusnya.

Jalanan Seoul masih agak becek efek hujan semalaman. Hal itu lah yang membuatku susah dibangunkan. Hawa saat hujan jauh lebih enak untuk tidur ketimbang saat musim salju. Namun aku heran, kenapa semua keluargaku mengataiku tidak normal? Apalagi dalam urusan tidur. Aku sanggup tidur seperti bayi, tapi akan menguap seperti kuda nil jika tidur seperti orang seumuranku.

Kulirik lagi jam tanganku untuk kedua kalinya dalam perjalanan ke sekolah. “Omoo!!! Kenapa sudah jam segini!”ucapku sambil tancap pedal menuju sekolah. Aku tak perduli orang-orang sipit itu akan berkata, “Dasar, anak belok gila” Didepan ada beberapa kubangan air yang menurutku… cukup enak untuk diterjang dengan kecepatan tinggi. Kan jadi seperti iklan-iklan di TV yang.. syash! Pasti seru!

Kutarik nafas dalam-dalam sebelum melaksanakan adegan iklan tergila yang pernah kupikirkan. Kugenjot sepedaku dengan kecepatan makin tinggi, ketika di turunan, yuhuuu!!! Rasanya seperti mau terbang tinggi dan syash!! Air dikubangan menyembur kemana-mana. “Surga duniaa!! Aku mau sekali lagi!”

“Hoy kau!”terdengar suara aneh dari belakangku. Namun aku berusaha tak menggubrisnya dan terus melajukan sepedaku.

“Hoy kau! Ya, kau! Yeoja tengil berseragam!.” Tengil? Kurang ajar benar ahjuma satu ini. Jika ia memang kukenal, oke tak apa. Ia boleh memanggilku kata itu beberapa kali lagi.

Kurem mendadak sepedaku sambil berteriak, “Hei ahjuma! Apa masalahmu denganku!”kubalikkan badanku kebelakang untuk menatap ahjuma kurang ajar itu.

Betapa terkejutnya aku ketika mendapati seorang namja menggunakan celana jeans, sepatu merah, kaos garis-garis yang dipadukan dengan semi jas warna hitam tengah menatapku dengan garang. Apa mungkin ia terciprati air kubangan tadi? “Ada keperluan apa ya?”tanyaku dengan muka polos.

“Ppabo yeoja! Kau mencipratiku dengan air kubangan itu dan lihatah! Bajuku menjadi basah dan kotor gara-gara tingkah bodohmu itu!”marahnya bertubi-tubi.

“Mianhae aku hanya…”

“Mianhae, mianhae! Apa maumu sampai-sampai kau berani mengatakan mianhae padaku! Jam 8 nanti aku ada acara! Jika bajuku kotor begini aku bisa membatalkan acara itu!”sembur namja itu sekali lagi tepat didepan wajahku.

“Hah? Jam 8? Sekarang jam berapa?”

Masih dengan muka garang, namja itu melirik jam tangannya yang terselampirkan di tangan kirinya, “Jam 8 kurang 10 menit!”

“Kurang 10 menit! Aku harus pergi dulu! Dah namja bodoh!”teriakku sambil mengebut sepedaku menuju arah sekolah. Samar-samar kudengar teriakan marah darinya. Ah, tak tahu lagi aku. Yang jelas aku sudah meminta maaf padanya!.

***

“Annyeonghaseyo”

“Ya! Younghae! Bagaimana gurumu tadi disekolah saat mengetahui dirimu telat?”terjang eommaku ketika aku baru saja menaruh sepatu didalam rak sepatu.

“Yah, hanya suruh mengerjakan soal bonus 3 halaman soal matematika. Eomma, mana Eun Ho oppa! Dia harus mengerjakan semua soal ini!”marahku sambil mencari-cari oppaku yang menyebalkan itu keseluruh sudut ruangan.

“Dia belum pulang. Katanya mau pergi dengan Yoogeun eonni, nanti malam baru pulang”ucap ibuku sambil memfokuskan pandangan pada TV yang masih menyala.

“Yasudah kalau begitu. Eomma, Ji Ae mana?”ucapku sambil menuang air putih kedalam gelas tinggi dan segera meneguknya

“Ji Ae? Pulang sekolah dia hanya berganti baju dan pergi lagi dengan anak tetangga”

“Hah? Anak yang mana? Namja atau yeoja?”

“Isshh.. Kau ini. Ji Ae masih normal. Tentu saja namja. Itu lho anak tampan dari keluarga Lee”

“Oh ya? Rupanya seleranya dengan anak tetangga. Siapa namanya eomma?”

“Masa kau belum tahu? Mereka sudah sering jalan berdua. Namanya Lee Seung Hee”ucap eommaku masih terfokus pada keripik singkong yang ada didalam toples.

Aku yang tergoda, segera merampas toples itu dari dekapan eommaku dan memakannya dengan liar. Eommaku yang kesal akan tingkahku, hanya menepuk lengan kiriku dengan pelan. Kami berdua sama-sama terfokus pada drama yang sedang terpampang dilayar TV saat ini.

“Younghae”

“Ne?”balasku dengan mulut penuh keripik.

“Kapan kau punya pacar?”

Pertanyaan aneh eommaku barusan benar-benar membuatku terkejut dan langsung tersedak. Eommaku yang melihat adegan dramaku barusan langsung menyodorkanku segelas air putih, “Gwaenchana, Younghae?”tanya ibuku setelah pasukan keripik yang menyangkut di kerongkonganku turun terbawa air putih.

“Ya! Eomma hampir membuatku mati! Kenapa eomma mendadak tanya begitu?”

“Bagaimana aku tidak bertanya hal itu padamu? Lihatlah oppa dan saeng mu. Mereka sudah mempunyai teman kencan. Kenapa kau belum juga punya teman kencan”protes ibuku sambil memukuli pahaku dengan pelan.

“Mana kutahu soal itu. Aku mau tidur dulu, ne? Aku harus mempersiapkan otak untuk tugas hukuman matematika itu”ucapku sambil menyambar tasku. Tak perduli eommaku sudah menjawab ya atau tidak.

Kutatap diriku didepan kaca yang menjadi salah satu pintu lemariku. Aku sempat berputar beberapa kali dengan pandangan tetap terfokuskan pada kaca. Wajahku tidak jelek kok. Masuk taraf cantik malah. Tubuhku juga bukan kurus karena kurang gizi ataupun cacingan. Tubuku ramping, tinggi dan berisi kok. Untuk urusan otak, aku selalu masuk 5 besar dikelas. Lantas apa yang kurang dariku? “Ah, kenapa aku jadi memikirkan ucapan eomma barusan”ucapku sambil menepuk-nepuk pipiku agar bangun dari pikiranku barusan.

[ Yesung Pov ]

Sial! Gara-gara gadis itu bandku jadi tidak bisa manggung! Bagaimana mungkin bandku manggung tanpa vocalis? Andwae! Itu tak mungkin terjadi! Bandku, ralat, band kami bukanlah band yang mengisi acara di Opera House yang hanya musik atau malah seriosa!

“Sudahlah hyung, maafkan saja yeoja tadi siang itu”ucap Ryeowook sambil tersenyum dan memasangpuppy eyes kearahku.

“Maafkan? Hanya orang bodoh yang mau memaafkannya!”seruku makin berapi-api sementara Ryeowook mengerdik ngeri menatapku yang semakin liar.

“Dari tadi kau hanya uring-uringan saja. Cobalah cari identitasnya. Baru kau marahi dia sepuasmu. Bukan kami yang harus menanggung amarahmu yang membahana itu”ucap Donghae yang asyik dengan stik drum miliknya.

Kyuhyun yang dari tadi duduk didepan piano dan beberapa partitur lagu yang berserakan mulai buka suara, “Tidak bisa! Jangan main kekerasan! Dia itu tetap saja yeoja! Sekalipun ia bersalah, jangan perlakukan ia dengan kasar!”ucapnya penuh kewibawaan.

“Aku setuju denganmu, Kyuhyun-ah”ucap Sungmin yang masih memeluk gitar klasiknya. Ryeowook yang ada disampingku kini ikut mengangguk-angguk penuh arti.

“Ah sudahlah! Aku muak dengan semua ini! Gadis tadi menggunakan seragam yang sama seperti sekolah kita. Sungmin, Donghae, Ryeowook, Kyuhyun, seberapa banyak kenalanmu di kalangan perempuan?”

Mereka berempat langsung bertatapan satu sama lain lalu berganti menatap kearahku. Dan saling menunjuk satu sama lain dengan dagu untuk giliran yang menjawab pertanyaanku barusan.

“Aku hanya mengenal gadis dengan tulang selangka yang indah”ucap Donghae sambil ganti menatap Sungmin yang ada disampingnya.

“Aku tahu semua perempuan disekolah. Tapi aku hanya bisa menunjukkannya jika kau ada namanya”ucap Sungmin dengan nada pasrah dan ganti menatap Ryeowook.

“Kenalan teman perempuanku benar-benar terbatas hyung. Aku hanya kenal beberapa kakak kelas dan teman-teman sekelasku”ucap Ryeowook sambil memelas padaku.

“Sepertinya aku tahu gadis itu. Kalau tidak salah, dia yang sering mengisi artikel majalah dinding dan majalah sekolah bukan?”ucap Kyuhyun sambil berpindah keatas sofa empuk di kamarku.

Semuanya langsung ganti menatap Kyuhyun dengan penuh harapan, termasuk aku. Harapanku hanya ingin memberi gadis itu pelajaran perihal batal konser itu. “Tapi aku tak punya fotonya.” Semua harapanku untuk mengetahui siapa gadis itu kini sirna sudah. “Besok saja kita lihat di majalah dinding! Namanya pasti tertampang besar-besaran disana!”ucap Kyuhyun dengan semangat. Saat bertemu denganku, kau akan kubuat kapok!

~ To Be Continue~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s