[FF] Neomu Saranghaeyo Part 2

Judul              : Neomu Saranghaeyo
Author            : min Sooyeon ( @firdaa_ningrum )
Type               : series

Previous Chapt  : Chap 1
Genre             : Romance, No Yadong!
Tokoh             : Kwon Young Hae ( Younghae ), Kim Jongwoon ( Yesung ), Lee Donghae ( Donghae )

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Author Pov ]

Koridor utama mulai ramai dan penuh jeritan-jeritan para siswi dari seluruh penjuru kelas. Ini memang sudah jam pulang, namun tidak biasanya juga banyak siswi yang berteria histeris seperti saat ini. Sementara semua siswi berhamburan keluar kelas menuju koridor utama, Younghae harus menyelesaikan tugas mulia nan melelahkannya itu. Apalagi jika bukan piket? Teman se-per-piketan-nya sudah kabur menuju koridor utama. Hanya tinggal dirinya dan Hyuna lah yang tersisa dikelas ini.

“Aigo! Kelas sebesar ini kenapa harus kita berdua saja yang membersihkannya!”protes Younghae dengan kesal.

“Yasudah kita berhenti saja. Buktinya yang lain malah pergi dan tidak melanjutkan piket”sambung Hyuna yang tak kalah kesalnya dengan Younghae.

Younghae mengangkat ember berisi air kental menjijikkan hasil mengelap lantai tadi, “Kubuang disini ya airnya!”seru Younghae pada Hyuna yang kini asyik dengan iPod-nya. Gadis yang diajaknya bicara hanya manggut-manggut tanda setuju.

***

Dijeriti oleh puluhan bahkan ratusan siswi itu tidak enak. Itulah hal pertama yang terlintas didalam kepala Yesung saat ini. Ia dan keempat teman se-per-nasib-an-nya keluar dari koridor utama dan berjalan-jalan menuju taman disamping gedung sekolah. Taman itu cukup sepi, karena tidak banyak yang berminat masuk kedalam tempat cukup sempit seperti taman kecil itu.

“Aku lelah diteriaki oleh gadis-gadis kegirangan itu”ucap Yesung pada keempat dongaseng-nya. Mereka berempat langsung duduk mengapit Yesung.

“Resiko orang terkenal”ucap Kyuhyun masih dengan tatapan fokus kearah buku tipis yang dari tadi ia pegang.

“Setuju. Kenapa tiap aku berjalan gadis-gadis itu berebut hanya untuk mencubiti pipiku? Apa aku terlalu tembam?”ucap Ryeowook sambil memegang-megang kedua pipinya.

“Kenapa tiap aku berjalan banyak yang mengajak berfoto denganku?”tanya Sungmin sambil menerawang menatap tembok lumutan yang ada didepannya.

“Gadis-gadis selalu meneror nomor ponselku. Mereka sering menelponku tengah malam atau mengirimiku pesan singkat yang isinya hanya bertuliskan ‘saranghaeyo’ Gara-gara pesan itu pula aku diusir dari kelas oleh guru Fisika”keluh Donghae sambil menatap Kyuhyun, Ryeowook, Yesung dan Sungmin berurutan.

“Kalau yang itu memang sudah nasibmu”ucap Yesung polos sambil tertawa.  Donghae hanya diam dan mencibir Yesung dalam hati. “Jika itu nasibku, lantas bagaimana nasibmu?.”

Baru sedetik yang lalu Donghae bergumam demikian, tiba-tiba ia merasakan sedikit cipratan air dari arah kanannya. Ketika Donghae menoleh kekanan, ia mendapati rambut Yesung basah kuyup dan kemeja yang berteteskan butiran air. “Huahahahahaha!!!!”seketika tawa semuanya meledak ketika melihat Yesung masih terdiam dengan mata terpejam dan menahan amarah. Ia segera menatap keatas dan berteriak lantang, “Hei kau! Jangan berpindah dari sana! Aku mau membuat perhitungan denganmu!.” Namun gadis dijendela bersama embernya tadi sudah lenyap entah kemana. Seketika itu pula Yesung lenyap dari hadapan keempat dongsaeng-nya dengan rambut basah kuyup gara-gara air pel hanya untuk mengejar gadis yang menyiramnya barusan.

[ Younghae Pov ]

“Ya! Ya! Younghae-ya! Jangan geret aku semaumu begitu! Aku juga manusia!”protes Hyuna ketika kami sudah berada didalam kantin.

Aku tak menghiraukan omongan Hyuna barusan. Aku langsung menuju ke meja kantin dan memesan 1 cup Orange Punch. Berharap benda cair oranye itu bisa menormalkan kembali detak jantungku. “Kau ini. Kenapa terlihat seperti orang aneh begitu?”tanya Hyuna sambil agak berjinjit ke telingaku.

“Tadi saat aku menumpahkan air pel keluar jendela, ternyata air itu menyiram seorang namja!”seruku agak heboh karena rasa takutku makin tidak karuwan.

“Ha? Kau harus diam-diam saja Younghae-ya! Pasti namja itu sekarang sedang mencarimu keseluruh sudut sekolah!”seru Hyuna yang menakut-nakuti dengan ancaman konyolnya itu.

Aku hanya menelan air ludah saking takutnya, “Ahaha, hal itu tak mungkin terjadi. Dia tak mungkin tau…”

BYURRR!!! Aku baru saja menabrak dada seseorang yang kurasa dia adalah seorang namja. Dan parahnya, aku malah menumpahkan Orange Punch yang baru kusedot sekali itu tepat mengenai kemeja putih namja itu.

“Mianhae oppa, mianhae”ucapku sambil terus menundukkan kepala tanpa berani menatap wajah garang namja itu. Karena ia tak segera merespon, kupikir cepat-cepat kabur adalah hal terbaik yang harus kulakukan saat ini.

“Mau kemana kau, yeoja tengil”ucapnya sambil menggenggam kuat pergelangan tangan kananku.

Nada suara dan kalimat “Tengil” nya itu benar-benar tak asing di telingaku. Ya, siapa lagi jika bukan ahjuma yang terkena cipratan lumpur dari sepedaku. “Kau yeoja yang kemarin itu kan? Yang menciprati wajahku dengan lumpur dan pergi begitu saja”ucapnya dengan nada penuh perhitungan. Aku hanya terus menunduk dan mengangguk lemah menanggapi ucapan namja tersebut.

“Sekarang ikut aku!”serunya sambil menggeretku pergi keluar kantin. Puluhan pasang mata menatap aku dan namja itu bergantian dengan tatapan ingin tahu. Ternyata dibelakangku juga ada 4 namja lagi yang muka-mukanya seperti tak asing bagiku.

“Hyuna-ya! Selamatkan aku”ucapku tanpa suara pada Hyuna yang ada dibelakang 4 namja itu. Hyuna hanya mengangguk paham dan membiarkanku dibawa pergi oleh kelima namja yang aku tak tahu asal usul mereka.

[ Yesung Pov ]

Kugeret yeoja yang pernah menciprati wajahku dengan air lumpur itu ketempat dimana ia menumpahkan air pel tepat diatas kepalaku. Aku harus membuat perhitungan dengannya. Bagaimana tidak? 3 kali sudah aku kena sial gara-gara yeoja satu ini. Pertama terciprati air lumpur lalu batal manggung dan dimarahi produser, kedua ditumpahi air pel sampai bau karbolnya melekat di rambutku, terakhir ia menumpahkan Orange Punch miliknya tepat di seragam sekolahku.

“Sekarang kau tak bisa kemana-mana lagi yeoja tengil! Aku mau membuat perhitungan denganmu!”seruku sambil memepetkan tubuh yeoja itu ke tembok berlumut.

“Aku sudah meminta maaf padamu”berontak yeoja itu.

“Minta maaf? Kau pikir itu cukup?”

“Tuhan saja dimintai maaf mau, kenapa kau tidak?”protes yeoja itu.

Saking kesalnya, kupegang kedua pipi tembamnya dan kutatap dalam-dalam mata hitamnya itu. Amarahku benar-benar sudah sampai dipuncaknya. Yeoja ppabo ini menyebalkan. Ya, hal itulah yang pertama kali terlintas didalam kepalaku. Untung saja dia yeoja. Jika dia namja? Sudah pasti akan kuhajar habis dirinya. “Kau harus ganti rugi”ucapku dengan nada menahan amarah.

“Hyung sudahlah, dia itu yeoja bukan namja”ucap Donghae yang mulai tidak tahan melihat aksiku barusan.

“Iya hyung, kasihanilah dia”ucap Sungmin sambil menatapku dengan puppy eyes miliknya.

“Diam! Semuanya diam! Ini hanyalah urusanku dengan yeoja ppabo satu ini!”seruku seraya membuang energi kemarahanku yang mulai meluap-luap. Seketika semuanya diam seribu bahasa. Tak ada satupun yang berani menentangku ketika aku sudah marah besar.

“Jangan marahi mereka juga! Ini hanya urusanku denganmu! Oke, aku mau membayar semua kerugianmu! Sekarang katakan apa yang harus kulakukan agar kau berhenti menjadi liar!”seru yeoja itu dengan berani sambil menatap keempat dongsaengku yang ada di kirinya. Aku yakin, mereka berempat langsung menatap yeoja ini dengan tatapan terima-kasih-atas-bantuanmu-kami-berhutang-nyawa-padamu.

“Cepat ambil tasmu dan turun ke parkiran mobil. Lalu ikutlah denganku”seruku sambil berjalan pergi dan memutar-mutar kunci mobil. Rencana licik mulai terlintas dikepalaku. Yah, itung-itung ganti rugi dan balas dendam tentunya.

[ Author Pov ]

“Hah? Membersihkan, ruangan ini? Sendirian?”tanya Younghae terbata-bata ketika ia disuruh oleh Yesung membersihkan ruangan latihan band-nya.

“Iya ppabo. Cepat bersihkan! Setengah jam lagi aku kembali, pokoknya ruangan ini harus sudah bersih dan rapi. Ne?”tanya Yesung sambil membungkukkan tubuh kedepan wajah Younghae.

Dengan kesal, Younghae membersihkan ruangan itu sendirian. Ia harus berjuang untuk mengangkat satu persatu alat musik yang ada didalamnya, mengelap tuts keyboard dan piano, berhati-hati membersihkan debu yang ada di bass dan gitar klasik, pokoknya semua benda yang ada disini harus Younghae bersihkan jika ia tidak mau menanggung kerugian yang diterima Yesung dan keempat kroco-kroconya.

“Hyung, kau tak merasa kasian kah pada yeoja itu?”tanya Ryeowook sambil menyedot minumannya yang baru ia beli dari toko diseberang tempat latihan band mereka.

“Ani. Aku tak merasa kasihan sedikit pun pada yeoja itu. Karenanya, rambutku jadi berbau air pel”seru Yesung sudah mulai santai.

“Akan kubelikan dia segelas minuman. Kasihan dia, sudah berusaha bersih-bersih untuk kita”ucap Donghae sambil melangkah pergi ke meja kasir. Sebenarnya Yesung ingin mencegahnya, namun Donghae sudah berjalan terlalu cepat ketimbang dirinya.

***

Donghae sudah berjalan menyebrangi jalan menuju tempat latihan. Kedua tangannya sudah menenteng gelas plastik berisi minuman dingin yang ia beli diseberang sana. Saat ia melepas sepatu, betapa terkejutnya ia ketika mendapati ruangan latihan mereka benar-benar bersih tanpa debu. Ia juga melihat Younghae sedang menutupi hidungnya sambil membersihkan atas lemari. Ia membawa kemoceng bulu coklat sambil berjinjit-jinjit.

“Sini, biar kubantu”ucap Donghae setelah meletakkan gelas minuman tadi diatas meja.

Younghae langsung menggeleng dan mencegah tangan Donghae meraih kemoceng yang ada ditangan kanannya, “Ah, ani. Aku bisa sendiri. Nanti temanmu itu marah jika kau membantuku disini.”

“Baiklah jika kau tidak mau kubantu. Ini, ucapan terima kasih dari kami.” Diberikannya segelas plastik minuman kepada Younghae.

“Ah, tidak perlu repot-repot. Kamsahamnida”ucap Younghae sambil menyedot minuman itu. Donghae yang disebelahnya, sempat menatap Younghae sebentar lalu kembali menyedot minuman miliknya.

“Jangan formal begitu. Aku masih kelas 2 SMA”protes Donghae ketika ia menyadari ada kalimat ‘kamsahamnida’ didalam ucapan Younghae barusan.

“Oh ya? Sama sepertiku dong”ucap Younghae santai sambil menyedot lagi minuman yang dibelikan oleh Donghae tadi.

“Eh iya. Perkenalkan aku…”ucapan Donghae terputus ketika melihat Younghae yang menggerakkan telapak tangannya kekanan dan kekiri beberapa kali. “Araseo. Kemejamu bukannya ada namanya?”

Donghae melirik kemejanya sebentar lalu kembali menatap Younghae dengan nyengiran lebar. “Haha, kau pintar juga ternyata”canda Donghae.

“Ne? Gomawo. Aku hanya heran kenapa temanmu yang tempramental itu mengatai aku ppabo”balas Younghae sambil menyindir Yesung. Ya, siapa lagi yang ia maksud jika bukan namja satu itu.

“Aku dengar ucapanmu itu”ucap Yesung sambil berdeham diambang pintu.

Donghae yang hanya mendengarkan curhatan Younghae saja tersentak kaget ketika melihat kehadiran Yesung diambang pintu. Kenapa Younghae tidak?, “Jika sudah dengar, berhentilah mengatai aku ppabo! Dan biarkanlah aku pulang”seru Younghae sambil mengangkat tasnya dan bersiap memakai sepatu biru mudanya. Namun Yesung menggenggam kuat tangan Younghae sambil berkata, “Tunggu disini sampai kami selesai latihan, baru kau boleh pulang.” Terang saja Younghae langsung ingin menghajar namja gila satu ini sekarang juga.

***

“Younghae-ya. Bangunlah”ucap Donghae lembut sambil menepuk lengan Younghae pelan.

Lagi-lagi Younghae mulai ngelindur aneh-aneh dengan berkata, “Masih ada kari didalam panci. Jangan ganggu aku dulu.”

Donghae langsung melongo ketika mendengar ucapan aneh itu meluncur tiba-tiba dari bibir tipis Younghae. Yesung yang melihat hal itu, langsung menuang sedikit air putih keatas sapu tangannya dan memerasnya tepat diatas wajah Younghae. “Aigo! Tsunami sampai mana! Tsunami sampai mana!”seru Younghae sambil mengelap wajahnya. Ia mendapati wajah Donghae yang ada di kanannya dan wajah Yesung yang ada di kirinya.

“Ah, sudahlah. Aku mau pulang”seru Younghae sambil memakai sepatu.

“Kau mau pulang sendirian? Biar kuantar saja ya sampai rumah. Sekarang sudah malam”ucap Donghae sambil berdiri diambang pintu menatap Yesung dan Younghae bergantian.

“Benar tidak apa-apa?”tanya Younghae memastikan. Donghae mengangguk sambil tersenyum menatapnya.

Younghae langsung mengangguk senang dan berjalan semangat menuju mobil sport Donghae yang diparkir didekat mobil Yesung. Yesung yang melihat hal itu hanya mendengus kesal dan menarik kemeja Donghae agar mendekat ke telinganya beberapa senti. “Hat-hati, gadis itu bisa jadi ranjau untukmu”ucap Yesung dengan nada ingin menakut-nakuti Donghae.

Namun Donghae hanya tertawa renyah dan berkata, “Kwiyeopta yeoja. Dia tak akan melakuan hal yang sama padaku.” Yesung mendelik kesal kepada Donghae yang sudah berjalan menjauh dan memunggunginya. Semoga saja Donghae masih hidup dan diberkati oleh Tuhan, doa Yesung dalam hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s