[FF] Neomu Saranghaeyo Part 3

Judul              : Neomu Saranghaeyo
Author            : min Sooyeon ( @firdaa_ningrum )
Type               :  series

Previous chap : Chap 1 | Chap 2
Genre             : Romance, No Yadong!
Tokoh             : Kwon Young Hae ( Younghae ), Kim Jongwoon ( Yesung ), Lee Donghae ( Donghae )

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Younghae Pov ]

Malam ini aku pulang diantar Donghae. Meski baru kenal dengannya beberapa jam yang lalu, aku sudah merasa kenal lama dengannya. Ya mungkin karena sifatnya yang halus dan pengertian. Tidak seperti Yesung. Meski namja satu itu kakak kelasku, aku sama sekali tidak mau menghormatinya dengan predikat ‘kakak kelas’ yang baik. Cih, boro-boro bersikap manis padanya, tersenyum padanya pun aku malas.

“Nah, kita berhenti disini saja. Rumahku yang disana itu”ucapku sambil menunjuk rumah berpagar kayu yang dicat putih.

“Kenapa berhenti disini? Biar kuantar sampai depan rumahmu saja”ucap Donghae sambil terus melajukan mobilnya hingga benar-benar berhenti didepan rumahku.

“Aku malah merepotkanmu”ucapku malu-malu pada Donghae. Jujur saja, baru kali ini aku diantar pulang malam-malam oleh seorang namja. Namun saat aku membuka kunci pintu mobil, kulihat wajah Ji Ae, eomma, dan Eun Ho oppa mejeng di jendela ruang tamu berurutan. “Ehm, aku masuk dulu ya. Kamsa, mian merepotkanmu”ucapku pada Donghae sambil menutup pintu mobil sport-nya.

“Younghae-ya! Cepat suruh masuk dulu!.” Kulihat eommaku komat-kamit di jendela sambil menuding-nuding Donghae. Aku hanya membalasnya dengan sebuah pelototan, namun eommaku malah ganti memelototiku lebih mengerikan lagi.

Akhirnya dengan pasrah aku langsung berbicara pada Donghae, “Ayo masuk minum teh dulu. Eommaku sudah memelototiku karena tidak mengajak temanku masuk kedalam dulu.”

“Benar tidak apa-apa?”

“Iya. Ayo turun dan masuklah kedalam dulu”ucapku sambil menarik lengan Donghae masuk kedalam pintu rumah. Sementara 3 hantu yang dari tadi menguping di jendela, kini sudah sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Ah, malam ini akan melelahkan.

***

“Annyeonghasimika ahjumeonni”ucap Donghae sambil menunduk saat ia bertemu dengan eomma.

“Ne, annyeonghaseyo. Nugu ya?”

“Lee Donghae imnida.” Kulihat wajah Donghae yang berubah menjadi sok imut ketika menatap Eun Ho oppa.

Aku tahu dia mau pamer wajahnya didepan oppaku. Kasihan Eun Ho oppa. Dia memang tampan. Tapi jika ia berdiri didekat Donghae seperti saat ini, Donghae terlihat seperti rajanya dan ia sebagai pelayannya. “Younghae-ya! Cepat suruh duduk temanmu ini. Kasihan dia!”seru Eun Ho oppa sambil menyentil dahiku sampai merah.

“Ya! Paboya oppa! Jangan menyentil dahiku! Donghae-ah, ayo duduk dulu”ucapku sambil menatap 2 orang berbeda dengan 2 raut wajah yang berbeda pula. Donghae langsung dibawa pergi oleh eommaku masuk kedalam ruang tamu. Sedangkan aku dan Eun Ho oppa hanya saling melemparkan pelototan untuk satu sama lain.

***

“Younghae-ya! Kenapa kau tidak bilang pada eomma jika kau sudah punya namja chingu setampan itu? Badannya benar-benar atletis dan wajahnya pun benar-benar tampan!”protes eommaku panjang lebar setelah Donghae pulang sekitar 30 menit yang lalu.

“Tak kusangka jika Younghae eonni bisa punya namja chingu setampan itu”timpal Ji Ae.

“Kenapa harus bilang-bilang? Toh aku baru kenal dengannya hari ini”ucapku santai sambil memperhatikan cat kuku yang kuwarnai dengan motif Elmo. Tentu saja aku meminta bantuan Ji Ae-ku tersayang untuk menggambarkan Elmo diatas kuku-ku. Dia pandai menggambar bentuk-bentuk lucu yang kusukai.

“Nakal ya kau sekarang! Berani membantah eomma!”seru eommaku sambil memegangi telinga kananku.

“Ya! Ya! Eomma lepaskan! Nanti cat kukunya bergeser!”seruku sambil mengusir tangan eomma menggunakan pundakku.

“Eonni mau bilang apalagi? Tidakah eon lihat tatapan matanya pada eon itu berbeda?”timpal Ji Ae ikut memojokkan diriku.

“Ya jelas berbeda lah. Apalagi tatapannya dengan Eun Ho oppa. Aku kan yeoja, Eun Ho oppa kan namja”bantahku lagi pada Ji Ae. “Aku mau tidur, capek!.” Kutinggalkan 2 orang itu melongo-longo melihat tingkahku barusan. Bagaimana mungkin tatapan Donghae padaku berbeda? Aku dan dirinya baru kenal beberapa jam yang lalu!

[ Yesung Pov ]

Hari ini gadis menyusahkan itu datang lagi ke tempat latihan. Dalam 10 hari saja, gadis itu sudah bisa akrab dengan Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin, apalagi Donghae. Malahan dia menjadi guru privat untuk membantu dongsaengku mengerjakan tugas-tugas mereka. Kurasa dirinya memang anak yang pintar. Buktinya dia bisa menjawab soal ini itu dengan mudah. Sementara yang lain duduk melingkar bersama Younghae, aku hanya duduk sendirian diatas kursi kayu lengkap dengan buku pelajaranku sendiri. Mana mungkin aku meminta gadis itu mengajariku? Dia masih kelas XI dan aku sudah kelas XII.

“Yee, tugas-tugasku selesai! Gomawo Younghae-ya!”ucap Ryeowook sambil menutup buku Fisika dan Biologinya yang bisa untuk memukul pencuri sampai mati.

“Haha, cheonma”ucap Younghae sambil tersenyum manis.

“Kau berbakat menjadi guru les, Younghae-ya! Aku mau les tiap hari jika kau gurunya”gurau Sungmin pada Younghae yang ditanggapi dengan tertawaan semuanya.

“Hahaha! Kau ini ada-ada saja! Aku mau jadi dokter saja” katanya, lalu disambung dengan kerjapan mata tidak percaya dari ketiga dongsaeng polosku itu.

Kemana yang satu lagi? Dia masih sibuk mengamati Younghae sambil senyum-senyum sendiri, entah gadis itu menyaadarinya atau tidak. Yang jelas jika sensor kepekaannya masih berfungsi dengan baik tentu saja hal itu akan terasa olehnya. “Sebagai bayarannya, kau boleh request satu lagu pada kami. Terserah lagu apa saja,” ucapan barusan langsung membuat kesadaranku kembali penuh dan menatap ngeri kearah empat dongsaengku. “Oh ya? Baiklah. Lagu One Direction yang Rock Me boleh? Tapi kalian berlima harus menyanyi bersamaan”ucap Younghae dengan senang yang langsung disambut pelongoan meriah dari semuanya. “Seperti boyband, begitu?”tanya Donghae masih melongo tidak percaya. Namun Younghae hanya mengangguk mantap sambil tersenyum manis.

Semuanya langsung mengangguk mantap dan berdiri didepan alat musik masing-masing. “Hyung, kenapa masih disitu? Ayo kita main lagu bahasa Inggris. Lumayan kan untuk belajar?”tanya Sungmin yang sudah selesai menyetemkan gitarnya. Dengan malas-malasan aku berdiri menghampiri mic. Meski dengan kondisi tidak niat, entah kenapa orang-orang selalu bilang jika suaraku bagus. Kutatap buku yang berisi lirik lagunya dan intro pun sudah dimulai.

Kulirik member lain sudah fokus menanti giliran masing-masing. Donghae sudah mengambil nafas untuk menyanyi bagian pertamanya. Kadang aku sering berpikir apakah memainkan drum sambil menyanyi itu mudah?

Do you remember summer ’09?
Wanna go back there every night
Just can’t lie, was the best time of my life

Kini giliran Ryeowook yang mengambil giliran untuk menyanyi. Sejak sebelum menyanyi, dia sudah memberiku kode isyarat agar aku mengambil giliran sehabis dia menyanyi.

Lying on the beach as the sun blew out
Playing this guitar by the fire too loud
Oh my, my, they could never shut us down

I used to think that I was better alone
Why did I ever wanna let you go?
Under the moonlight as we stared at the sea
The words you whispered I will always believe

I want you to rock me, rock me, rock me, yeah
I want you to rock me, rock me, rock me, yeah
I want you to hit the pedal, heavy metal, show me you care
I want you to rock me, rock me, rock me, yeah

Aku sudah merasa bosan dan hal ini hanyalah main-main saja. Pengucapan bahasa Inggrisku tidak sebagus dongsaeng-dongsaengku. Kini giliran Kyuhyun yang mengambil giliran untuk menyanyi.

We were together summer ‘09
Wanna roll back like pressing rewind
You were mine and never say goodbye

“Cukup main-mainnya. Aku mau pulang saja.” Kuangat tasku dan segera berjalan menuju parkiran sepeda. Aku tak perduli teriakan mereka yang memanggil-manggil namaku, dengan atau tanpa hyung.

“Ya! Ppaboya Oppa! Sini kau!.” Suara tinggi barusan berhasil mengusik ketenangan batinku. Dengan bengis kurem sepedaku dan kutatap gadis rambut panjang yang ada dibelakangku bersama sepeda pembawa sialnya bergantian.

“Kenapa kau mengikutiku? Sana pulang saja”

Younghae balas menatapku dengan sadis ketika mendengar kalimat usiranku barusan. Dari semua dongsaeng yang kukenal, baru dialah yang berani menatapku dengan sadis. “Isshh, nappeun namja! Ayo kita ke kafe sebentar. Anggaplah ini sebagai permintaan maafku padamu tentang 3 tragedi itu.”

“Baiklah. Tapi jika kau kekurangan uang aku tak mau menanggung sisanya.” Gadis itu kini mengangguk semangat sambil membentuk simbol O menggunakan tangannya. Tak ada salahnya aku mencoba bicara lama dengannya. Toh aku juga tidak pernah bicara padanya.

[ Author Pov ]

Yesung dan Younghae sampai di sebuah kafe yang baru buka beberapa hari yang lalu. Kafe ini selalu ramai dikunjungi banyak orang, oleh karena itu Younghae penasaran dan mengajak Yesung sebagai temannya. Younghae memang terlihat bahagia, berbeda dengan Yesung yang memasang raut wajah aku-ingin-ditelan-oleh-dunia-sekarang-juga.

“Kenapa kau mengajakku kesini?”tanya Yesung setengah berbisik pada Younghae yang baru saja meletakkan 2 cups kopi dingin diatas meja.

“Kenapa? Tentu saja untuk permintaan maafku padamu”

“Kafe ini milik ayahku, ppaboya yeoja”ucap Yesung sambil agak mendelik kearah Younghae. Lawan bicaranya yang asyik menyedot kopinya langsung melotot ketika mendengar omongan Yesung barusan.

“Benarkah?,” saking kerasnya Yesung sampai harus membekap mulut gadis itu dengan sapu tangannya. Tanpa menunggu keputusan Younghae, Yesung segera menyeretnya keluar sambil berjalan diam-diam. Ia tak mau Younghae menjadi skandal mewah saat dirumah nanti.

***

“Sekarang kita mau kemana?”tanya Yesung pasrah sambil menuntun sepedanya menyusuri keramaian Myeondong. Ia menitipkan minumannya didalam keranjang sepeda Younghae yang menurutnya pembawa sialnya itu.

“Bagaimana jika foto stiker? Aku belum punya fotomu, oppa”

“Kau fansku ya sampai mau meminta fotoku?”katanya sambil menyediliki Younghae dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki.

“Aku sudah menyimpan foto Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook dan Donghae di handphone-ku. Tinggal foto oppa saja yang belum kupunyai”ucap Younghae sambil menggoyang-goyangkan Galaxy S3 miliknya didepan wajah Yesung.

“Aku tidak mau.” Yesung sudah menolak ajakan Younghae dengan tegas. Namun gadis itu tetap menggeret Yesung kedalam sebuah photo both.

“Apa-apaan kau ini! Sudah kubil….”bibir Yesung langsung dikatupkan oleh Younghae menggunakan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya sudah memasukkan sebuah uang logam kedalam mesin photo both itu. “Oppa senyum ya. Pasang wajah terjelek dan teraneh yang pernah oppa lakukan ya!.”

Younghae sudah memonyongkan bibirnya, Yesung yang bingung segera ambil tempat dibelakang Younghae sambil menjulurkan lidahnya dan memberikan 2 simbol V diatas kepala Younghae. JEPRET. Foto pertama selesai. Yesung langsung mengambil tempat didepan Younghae dan melihat rambutnya sambil menjulurkan lidahnya. JEPRET. Foto kedua pun selesai. Younghae langsung mengambil alih bagian depan dan memegangi pipinya sambil memonyongkan bibir. Yesung yang merasa terusir segera memasang pose dengan simbol V menyamping didepan mata kanannya. Sikutnya diletakkan diatas kepala Younghae dan, JEPRET. Foto ketiga pun selesai.

“Kali ini aku yang didepan! Kau diatas kursi saja!”seru Yesung sambil mengambil alih didepan kamera.

“Eh, eh! Nappeun namja! Minggir! Aku yang didepan!”seru Younghae sambil memukuli kepala Yesung.

“Hyak! Jangan pukuli kepalaku!”teriak Yesung pada Younghae yang semakin membabi buta. JEPRET. Dan foto keempat pun sudah terambil.

Yesung keluar duluan dari photo both sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan disusul oleh Younghae yang rambutnya berantakan. Kini semua tatapan aneh tertuju pada mereka berdua dan bisikan-bisikan mulai berdatangan.

“Ppaboya, cepat ambil foto itu dan kabur”

“Kau saja yang mengambilnya. Aku mal… awww,” Yesung menginjak kaki Younghae keras-keras dan kini mereka semakin menjadi pusat perhatian. Mungkin orang-orang itu berpikir bahwa Yesung telah melakukan ‘sesuatu’ dengan Younghae didalam kotak photo both itu.

“Nappeun namja! Sakit tau!.” Younghae menyadari bahwa Yesung sudah jauh didepannya mengebut sepedanya. Gadis itu segera mengambil hasil foto barusan dan berusaha menyusul Yesung. Awas kau!, gumam Younghae sambil menaikkan kecepatannya menembus keramaian malam minggu.

***

“Lain kali jangan tinggalkan aku seperti tadi!”marah Younghae ketika mereka sudah sampai di kedai sederhana untuk makan malam.

“Haha, mianhae. Nah, kau mau pesan apa? Kali ini aku yang bayar.” Yesung mendorong buku menu kedepan Younghae yang masih cemberut.

“Yang benar nih? Aku pesan 1 kimchi pedas, 1 kalbichim, 1 bulgogi, dan 1 piring kimbab untuk berdua. Eh satu lagi, minumnya jus strawberrry ya!”ucap Younghae sambil menutup buku pesanan dan menggesernya kedepan Yesung.

Kali ini Yesung menatap Younghae dengan kening berkedut, “Kau cacingan ya?”tanyanya sambil menatap Younghae dengan tatapan menusuk.

“Tidak kok. Masih masa pertumbuhan”ucap Younghae dengan bangga. Yesung tahu jika kalimat itu mengandung sindiran untuk dirinya.

“Ingatlah ppaboya yeoja. Pertumbuhanku jauh lebih lama darimu. Aku pesan 1 bulgoggi dan teh ginseng saja”ucap Yesung pada pelayan yang kini tersenyum manis dan perlahan lenyap dari pandangan mereka.

“Uuuu… Yang pesanannya seperti ahjuma. Lihatlah, ada orang yang terlihat ceria ketika difoto tadi. Padahal tadi dia marah-marah ketika kuajak photo both” katanya sambil mendorong 4 lembar foto kedepan Yesung sambil menatap foto-itu-milikmu.

Telinga Yesung benar-benar sensitif jika ia dikatai ahjuma. Memang apa salahnya murid kelas XII suka minum teh ginseng? Kesempatan menyindirnya sudah ditutup! Kali ini dia harus merencanakan sebuah balas dendam untuk seorang yeoja tengil. “Younghae-ya, sekarang pejamkan matamu dulu. Aku punya hadiah untukmu”ucap Yesung dengan nada yang dilembut-lembutkan.

Parahnya, Younghae malah menurut dan berkata “Baiklah oppa. Aku siap.” Yesung menggenggam tangan kanannya yang perlahan diangkat keatas meja dan BLETAKKK!!! Sebuah sentilan keras mendarat diatas dahi Younghae yang berponi.

“Ya! Nappeun namja! Sakit ppabo!”ucap Youngae sambil mengelus keningnya yang kini panas dan berdenyut-denyut. Sementara Yesung malah menertawai Younghae yang kini manyun seperti gurita.

“Anggap itu dan makan malam ini adalah balasan dariku.” Younghae baru mau berkomentar namun ia mengurungkan niatnya karena pesanan segunungnya sudah diantarkan diatas meja. Mau tak mau dia harus bergelut dengan isi piring-piring itu berbekalkan sepasang sumpit bambu.

[ Younghae Pov ]

Menjelang jam 9 malam, aku dan Yesung oppa baru di perjalanan pulang. Boleh kubilang jika Yesung oppa bukanlah namja garang nan menyebalkan seperti seorang ahjuma. Dia bisa menjadi lawan bicara yang asyik, karena dia mudah kubuat mati kutu.

“Nah, sudah sampai. Kau akan bilang apa pada eommamu baru pulang jam 9 malam?”tanya Yesung memecah pikiranku barusan.

“Aku akan bilang apa adanya jika aku pergi denganmu seharian ini. Ketimbang berbohong? Apa gunanya?.” Kulihat kebelakang, sudah ada Ji Ae yang mengintai kami berdua melewati jendela ruang tamu.

“Baiklah. Sampaikan permintaan maafku pada eommamu ya. Gara-gara aku, kau jadi pulang semalam ini”ucap Yesung dengan nada malu-malu. “Ne, akan kusampaikan hal itu.” Kubalikkan lagi tubuhku yang kini mendapati para pengintai itu bertambah menjadi 2 orang.

“Oppa, sebaiknya kau pulang sekarang. Sampai rumah istirahatlah, mumpung besok hari Minggu,” kataku pada Yesung yang kini manggut-manggut. Semoga dia tidak menyadari ada kalimat pengusiran untuknya.

“Ne, arasseo. Telpon aku kalau ada apa-apa”ucap Yesung sambil membentuk jengkalan jarinya yang didekatkan di telinga kanannya. Hah? Telpon? Punya nomornya dari mana? Belum sempat aku pikir lebih lanjut, Yesung sudah menjauh dan perlahan-lahan hilang dari pandanganku. Apa maksud ucapannya barusan? Gumamku sambil memasuki pintu rumah.

Handel pintu baru kupegang dan siap-siap kubuka. Tiba-tiba 2 orang yeoja menatapku dengan mata yang sama-sama disipitkan. “Masuk!”seru eommaku sambil terus memicingkan matanya kearahku. Ji Ae sudah siap di meja tamu untuk ikut menyidangku malam ini juga.

“Namja tadi siapa? Kenapa ganti lagi? Jangan bilang anak eomma ini playgirl!”kata eommaku bertubi-tubi.

“Satu-satu tanyanya! Dia temanku, lebih tepatnya kakak kelasku”

“Benarkah? Kenapa kelihatan mesra sekali. Seung Hee belum berani mengajakku jalan malam dan pulang semalam ini”timpal Ji Ae ikut menghakimiku. Seketika kepalaku terasa berkedut tidak karuan ketika mendengar ucapannya.

“Pilihlah salah satu. Temanmu yang kemarin atau yang barusan. Jangan permainkan laki-laki jika kau tidak ingin dimainkan oleh mereka”tambah eommaku.

“Sayang sekali mereka berdua tampan. Jika aku jadi eonni aku akan memilih namja yang kemarin karena….”

“Hyaaahh!!! Hentikan!!! Aku tahu hanya aku yang tidak mempunyai teman kencan dirumah ini!!! Tapi berhenti memojokkanku dengan mengatakan semua teman laki-lakiku itu namja chinguku!!!”teriakku diluar kontrol.

Kali ini aku benar-benar sudah lelah. Bayangkan, ini kali ketiganya aku disidang semacam ini! Ini hanya membuang-buang waktuku! Dengan hawa penuh emosi, aku menerjang masuk rumah dengan muka khas origami gagal produksi. Kubanting dan kukunci rapat-rapat pintu kamarku. Untung tadi Yesung mengajakku makan malam. Jika tidak aku bisa kena maag semalaman. Tunggu, kenapa aku berani berteriak sekeras itu ketika Ji Ae mengatakan lebih memilih Donghae daripada Yesung? Arrgghh… menambah personil beban pikiran yaitu  mereka berdua bisa membuatku cepat masuk rumah sakit jiwa!

~ To Be Continue ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s