[FF] Neomu Saranghaeyo Part 4

Judul              : Neomu Saranghaeyo
Author            : min Sooyeon ( @firdaa_ningrum )
Type               : series

Prev Chap : Chap 1 | Chap 2 | Chap 3
Genre             : Romance, No Yadong!
Tokoh             : Kwon Young Hae ( Younghae ), Kim Jongwoon ( Yesung ), Lee Donghae ( Donghae )

 

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

 

[ Author Pov ]

Younghae melangkahkan kakinya dengan gontai memasuki kelasnya. Jam 06.45 waktu Seoul sudah cukup pagi untuk seorang pelajar. 2 malam tidak bisa tidur adalah bencana besar bagi Aurora Negeri Ginseng satu ini. 2 malam pula bayangan Donghae dan Yesung berkelebat didalam kepalanya.

“Annyeong, kwiyeo…. Aigo! Astaga! Kau kenapa Younghae-ya!”ucap Hyuna sambil membawa Younghae duduk disampingnya. Ia sempat menepuk-nepuk wajah sahabatnya yang pucat seperti hantu itu.

“Hoaaammm…. Aku baru tidur jam 2 pagi” katanya, sambil menutupi mulutnya yang sudah seperti Blue Hole ditengah lautan.

Hyuna yang melihatnya reflek mundur selangkah gara-gara kaget. Ia menunduk menatap wajah Younghae baik-baik, “Apa yang membuatmu tidur jam segitu, nak? Bukankah kau selalu tidur dibawah jam 9 malam?.”

Meski dengan wajah pucat, Younghae masih bisa melirik Hyuna dengan tatapan seekor singa yang mau menerkam mangsanya, “Aku bukan anakmu, ahjumeonni”katanya yang langsung membuat Hyuna manyun. “Ada sesuatu yang kupikirkan”ucap Younghae sambil menerawang keluar jendela, menatap daun-daun coklat yang berguguran karna tertiup angin.

“Apa? Pasti karena sebentar lagi ujian dan kau harus menyelesaikan mading ya?”tebak Hyuna yang langsung membuat Younghae melotot lebar.

“Mading? Mading apa?”tanya Younghae dengan wajah bloon mirip anak pra-sekolah yang pup dicelana saat ibunya sedang memborong diskonan.

“Bukankah 2 hari lagi madingmu akan menampakkan diri di papan pengumuman depan? Masa kau lupa? Aigo, hal apa yang sampai membuat kau lupa ingatan seperti ini?,” Hyuna mengepalkan tangannya dan mengetuk-ketukannnya ke dahi Younghae dan meja bergantian.

“Ah, sudahlah. Nanti kukerjakan saat pulang sekolah”

Sebelum Younghae benar-benar menyentuh bangku, Hyuna sudah lebih dulu menggenggam tangannya dan berkata “Tak usah ikut pelajaran. Hari ini kau di ruang kesehatan saja. Memangnya kau mau dihukum mengerjakan 50 soal Kimia dari ahjuma sok galak itu?.” Younghae hanya menggeleng pasrah dan mengikuti Hyuna yang sudah menggeretnya keluar kelas.

***

Younghae sudah tergeletak diatas kasur ruang kesehatan sejak 15 menit yang lalu. Hyuna juga sudah meninggalkannya dari tadi. Ia sudah beberapa kali mencoba untuk memejamkan matanya, namun usahanya selalu gagal karena bayangan tadi malam masih saja menghantuinya. “Aigo, ada apa denganku”ucap Younghae sambil memainkan kelopak matanya yang ber-double eyelift itu serta mencubiti pipinya. Pandangannya bertemu tepat didalam mata gelap Yesung. Seketika jantungnya langsung berdetak tidak beraturan. “Kenapa kau disini?,” pertanyaan itulah yang pertama kali diucapkan oleh Yesung ketika mendapati gadis aneh itu juga ada di ruang kesehatan.

“Tidak bisa tidur 2 hari, memikirkan mading. Oppa sendiri?”jawab Younghae singkat dengan memalingkan wajah dari Yesung.

“Barusan kena kawat berduri dan ini hasilnya,” Yesung membuka kepalan tangannya yang langsung menunjukkan luka menganga cukup dalam ditangan kanannya.

“Aigo”gumam Younghae terbata-bata ketika melihat luka yang masih mengeluarkan darah itu yang mendapat reaksi kerutan dahi dari Yesung.

“Jangan menatapku begitu. Lukaku hanya butuh obat antiseptik dan perban saja kok. 3-4 hari juga sudah sembuh”

Younghae masih menatap wajah namja itu ragu-ragu. Bagaimana mungkin tangan bercucuran darah seperti itu baik-baik saja?, “Jinjayo? Wajah oppa sama sekali tak bisa meyakinkanku akan ucapan oppa barusan” katanya mengutarakan unek-uneknya.

“Ne, gwaenchana.”

Dasar Younghae keras kepala, dia segera bangkit untuk mencarikan peralatan untuk mengobati luka Yesung. Meski dengan wajah pucat dan berjalan sempoyongan, dia tetap berusaha untuk mengobati luka Yesung. “Oppa diam dan jangan bergerak!”perintah Younghae pada namja yang tangan kanannya ada diatas pangkuannya. Yesung hanya mengerjap bingung. Bingung kenapa yeoja satu ini bisa begitu baik dengannya. Bingung juga kenapa jantungnya berdetak tidak normal.

Selama beberapa menit Yesung memberhatikan wajah Younghae yang sudah serius mengobati lukanya. Jemari lentik berkutek Elmo itu benar-benar halus dan tangkas menanganinya. “Nah, sudah selesai. Tiap habis mandi perbannya diganti ya, oppa. Biar lukanya cepat sembuh,” Pandangan Younghae bertemu tepat didalam mata gelap yang sedang menatapnya penuh arti.

Ia reflek menunduk, berusaha untuk menyembunyikan pipinya yang mungkin sudah seperti buah persik. Tiba-tiba ia merasakan sentuhan tangan di pipinya. Dadanya mulai terasa sesak karena detak jantungnya yang semakin menggila. “Pipimu hangat, nyaman sekali”ucap Yesung tanpa dosa.

Dengan galak, Younghae langsung mengusir tangan Yesung dari pipinya. Huh, kukira dia mau menciumku, batin Younghae dalam hati. “Kau kenapa? Aku tidak berniat menciummu ppabo”seru Yesung pada Younghae yang sudah memunggunginya.

“Ahahahaha, ppabo namja”tawa Younghae garing.

“Kau tidak ikut pelajaran kan? Kalau begitu ikut aku.” Tanpa menunggu persetujuan Younghae, Yesung langsung menggeret Younghae pergi dari ruang kesehatan dan entah menuju kemana.

[ Yesung Pov ]

Imut, polos, manis, dan cantik.

Hal itulah yang tepat untuk menggambarkan Younghae. Entah kenapa aku mulai merasa ada sesuatu yang terjadi saat aku berada didekatnya. Entah hanya perasaanku saja atau bukan, yang jelas aku merasakan pipinya mendidih setelah tatapanku bertemu dengannya. Sekarang gadis itu kuajak pergi ketempat persembunyianku. Ditempat inilah aku biasa mengasingkan diri. Sejauh ini baru Younghae seorang lah yang mengetahui tempat rahasiaku ini.

“Oppa mau apa ketempat seperti ini?”tanya Younghae yang kini tengak-tengok menatap lingkungan sekelilingnya.

“Mau apa? Mau menghirup udara segar di hari terakhir musim gugur,” Kulirik yeoja itu yang masih menatapku bingung, “Ketempat rahasiaku.”

“Tempat rahasia? Terus kenapa kau memberitahukannya padaku?”

“Yah, siapa tahu kau suka. Kita bisa melihat Seoul dari sini”ucapku sambil menunjuk N Seoul Tower yang terlihat didepan mata.

“Waah iya, ternyata selera oppa bukan selera rendahan ya”

“Apa katamu barusan?”ucapku berusaha menyakinkan pendengaranku.

“Ah ani, aku hanya bilang N Seoul Towernya cantik”ucap Younghae sambil menuding-nuding menara merah itu dengan girang.

“Kapan-kapan kita kesana berdua ya,” Younghae langsung menoleh kearahku dan berkata, “Oppa bilang apa barusan? Kesana berdua?”tanyanya dengan mata membelalak. Ppabo! Ppabo! Ppabo! Kenapa aku mengucapkannya, batinku sambil mengetuk-ketukkan kepala yang disambut pelongoan bingung dari Younghae.

[ Donghae Pov ]

Aku baru saja dari laboratorium IPA, menyelesaikan reaksi Kimia kurang ajar itu bersama Sungmin yang kini sudah sibuk memijit dahinya. Kami berdua bukanlah kloter terakhir yang berhasil menyelesaikan reaksi gila itu. Hanya saja nomor 2 dari belakang. “Hyung, masih pusing?”tanyaku pada Sungmin yang masih menunduk lemas. Ia hanya mengangguk pasrah dan kurasa tanda-tanda stress mulai mengambang di permukaan wajahya. “Hyung duduk disini dulu, aku ambilkan obat sakit kepala di ruang kesehatan”ucapku sambil meninggalkan Sungmin yang terduduk lemas dengan wajah pucat.

Langkah kakiku terhenti ketika mendapati gadis berambut tanggung sedang kebingungan. Ia sedang mecari-cari sesuatu atau apa? tanyaku dalam hati. “Ah, nappeun yeoja. Kemana dia sekarang?”tanya gadis itu pada dirinya sendiri. Aku hanya menatapnya bingung dan meneruskan tujuanku ke ruangan ini.

“Ah oppa, apa kau melihat gadis berambut panjang lurus, tubuhnya tinggi dan seksi?”tanya gadis itu sambil mencoleki lenganku.

“Hah? Gadis yang mana?”tanyaku masih tak mengerti

“Mmm.. gadis itu fanatik biru. Jadi kemanapun dia pergi, asesorisnya pasti warna biru.”

Pikiranku langsung tertuju pada gadis yang belakangan ini ikut kumpul bersama anggota band kami. “Namanya Kwon Young Hae bukan?”tembakku langsung pada gadis yanga ada didepanku. Ia mengerjap tak percaya, mungkin bingung karena identitas temannya bisa diketahui oleh seorang namja yang belum ia kenal. Namun ia mengangguk mantap setelah sekian lama otaknya memproses kalimatku.

“Kenapa Younghae diruang kesehatan? Apa dia sakit?”tanyaku pada Hyuna, sahabat dekat Younghae yang kini berjalan bersamaku. Bagaimanapun juga, kondisi Younghae wajib kuketahui. Berhubung aku sudah teracuni oleh pesona tingkah polosnya itu.

“Tidak bisa tidur 2 malam itu hal buruk bagi Aurora Negeri Ginseng.” Aurora Negeri Ginseng? Aurora kan puteri tidur. Negeri Ginseng kan Seoul. Berarti Younghae adalah puteri tidur dari Seoul?

“Isshh… dimanakah ia? Sudah tau pucat begitu kenapa malah jalan-jalan”dengus Hyuna makin kesal. Aku bisa merasakan hawa kekesalannya yang mencuap-cuap itu.

“Sebentar ya aku berikan ini pada temanku yang terkena syndrom praktek Kimia”ucapku sambil menggoyangkan obat sakit kepala dan air mineral didepan Hyuna.

“Heh kau nappeun yeoja! Sudah tau masih pucat kenapa jalan-jalan! Kalau kau sa….. Omonaa”pekik Hyuna tertahan ketika melihat seorang yeoja yang bergandengan tangan dengan seorang namja.

Pandanganku terhenti ketika melihat Younghae yang bergandengan dengan Yesung hyung. Bahkan Sungmin yang mau minum obat pun melongo cukup lama saat melihat hyungnya bergandengan tangan dengan guru privat favoritnya. “Hyung”ucapku dengan nafas tersendat. Rasa cemburu mulai memenuhi kepalaku. Apalagi sampai detik aku bicara mereka belum melepaskan gandengan itu. Detik berikutnya, kulihat mereka saling bertatapan dan melepaskan tangan masing-masing. Younghae langsung dibawa pergi oleh Hyuna, sedangkan Yesung membalikkan tubuh untuk berjalan ke kelasnya.

“Hyung, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu”

[ Author Pov ]

Yesung dan Donghae mengambil meja yang ada dipojok kafe. Yesung memesan teh ginseng seperti biasa, sedangkan Donghae memesan secangkir kopi hangat. Mereka berdua hanya saling menatap minuman masing-masing, sesekali menatap satu sama lain dengan pandangan acuh tak acuh. Donghae kesal karena gadis yang dia sukai digandeng oleh hyung-nya didepan matanya. Sedangkan Yesung kesal karena merasa Younghae bukanlah milik siapa-siapa, kenapa Donghae mesti sewot padanya.

“Hyung, aku mau tanya kepadamu. Apa kau menyukai Younghae?,” pertanyaan Donghae hanya dijawab pelengosan dari Yesung.

“Kalau kau menyukai Younghae, dekati saja. Jangan seperti pengecut begini, sama saja kau berniat memberi perhitungan denganku”ucap Yesung ringan yang langsung membuat Donghae makin mendidih.

“Jawaban hyung barusan memberi tahuku jika hyung juga menyukai Younghae, bukankah begitu?”

Yesung hanya meneguk teh ginsengnya sampai habis lalu tertawa garing, “Bukan aku yang bilang. Mulai detik ini kau rivalku”ucap Yesung sambil menepuk lengan Donghae pelan dan berlalu pergi menuju rumah Younghae.

***

“Annyeong, maaf aku telat”ucap Yesung ketika sudah memasuki ruang tamu Younghae. Kulihat Ryeowook, Kyuhyun dan Sungmin sedang membantu Younghae memotongi bahan-bahan mading.

“Nado annyeong, hyung. Ayo duduklah dan kita bantu Younghae-ya mengerjakan ini semua”ucap Ryeowook sambil memamerkan pipi tembamnya.

Pandangan Yesung berhenti pada gadis berambut tanggung yang kini menatapnya dengan mata yang membulat. Bukankah gadis itu yang tadi sempat memarahi Younghae? tanya Yesung dalam hati. “Aha, kalian belum berkenalan ya. Oppa kenalkan ini sahabatku, Cho Hyuna. Hyuna kenalkan ini salah satu sunbae kita, Kim Jongwoon.” Mata Yesung dan Hyuna masih saling tatap dengan tatapan ngeri. Yesung takut Hyuna membabi buta, sedangkan Hyuna takut jika sunbae satu ini adalah namja chingu sahabatnya.

“Hey, ayo salaman dulu. Baru kita lanjutkan mengerjakan madingnya.” Ucapan Younghae barusan sama sekali tidak direspon positif oleh keduanya. Dengan cepat, Younghae ‘mencuri’ tangan mereka dan menjabatkannya secara paksa.

“Younghae-ya, aku masakkan makan siang dulu ya”ucap Ryeowook sambil bangkit dari tempat duduknya.

“Hah? Masak?”tanya Younghae sambil melongo.

“Wookie pandai masak loh, jangan remehkan kemampuannya”timpal Yesung yang langsung membuat Younghae manggut-manggut dan Hyuna menatap Ryeowook dengan puppy eyes.

Mereka semua kembali fokus pada tugas masing-masing. Hanya Yesung seorang lah yang menganggur disini. “Emm… Younghae-ya. Aku kebagian apa ya?”tanya Yesung pada Younghae yang sibuk mengarahkan Kyuhyun.

“Oppa cari info saja. Tema madingku musik, jadi terserah oppa mau memasukkan info apa”ucap Younghae masih belum beralih pada kertas ungu yang sedang ia potong.

“Cari pakai laptopku saja oppa. Password-nya younghae kecil semua.”

Yesung langsung menurut dan membuka MacBook Air Pro milik Younghae yang tergeletak diatas meja. Setelah memasukkan password, matanya terpaku pada background laptop milik Younghae. Ada 4 hasil foto stikernya dengan Younghae 2 hari yang lalu terpampang disana. Seketika jantungnya mulai tidak karuan lagi. Namun ia berusaha menyembunyikan itu dan tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Makanan sudah jadi! Ayo kita makan dulu! Aku buatkan sup jamur dan bulgogi panas untuk kalian semua”ucap Ryeowook ceria yang baru keluar dari dapur dan masih menggunakan celemek.

Semuanya langsung bubar dan duduk rapi di meja makan, seperti cerita Peter Rabbit yang ibunya memanggil anak-anak kelincinya dan semua anaknya akan berkumpul. “Annyeong, maaf aku telat.” TEK. Pandangan mereka berdua langsung bertemu dan Donghae langsung melengos menatap benda lain. Ia langsung mengambil tempat duduk kosong yang ada disebelah kiri Younghae, karena sebelah kanannya sudah lebih dulu ditempati oleh Yesung.

“Ah, siapapun tolong ambilkan aku sumpit dong”ucap Younghae sambil menuding wadah sumpit ditengah meja makan. Dengan sigap, Yesung dan Donghae langsung mengambilkan sepasang sumpit dan berkata “Ini” secara bersamaan.

Semua audience termasuk Younghae hanya bisa melongo ketika menatap sebuah adegan drama yang terjadi diatas meja makan itu. Namun Kyuhyun segera berdeham dan berkata “Ayo dimulai makannya. Aku sudah lapar.”

Semuanya kembali menurut dan menunduk menatap piring satu sama lain. Lain dengan Yesung dan Donghae, keduanya masih saling melempar pandangan rival ke satu sama lain.

***

“Dah Ryeowook-ah, Sungmin-ah, Kyuhyun-ah! Hati-hati dijalan ya!”seru Younghae didepan pagar sambil melambaikan tangan dengan heboh kearah mereka bertiga yang sudah pamit pulang. Siapa yang tak mau pulang saat jam sudah menunjukkan jam 8 malam? Hyuna sudah pulang dari jam 6 tadi. Ia takut appa-nya bakal marah besar jika ia pulang terlalu malam.

Didalam rumah hanya tersisa Yesung dan Donghae. Yesung masih fokus menatap laptop, sedangkan Donghae masih sibuk menempeli artikel yang sudah ditulis rapi oleh Younghae. Ji Ae dan eomma Younghae menatap dari jauh kejadian itu. Mereka takut Younghae akan mengamuk lagi jika mereka menanyakan hal yang aneh-aneh lagi.

“Kalian tidak pulang? Lihatlah jam berapa sekarang. Besok masih sekolah loh”ucap Younghae dengan berkacak pinggang ditengah keduanya. Namun mereka berdua sama sekali tidak menggubris ucapan Younghae dan tetap meneruskan pekerjaan masing-masing.

Younghae yang kesal segera menutup layar MacBook-nya yang digunakan Yesung dan mengambil lem yang ada didepan Donghae. “Kalian pulanglah sekarang. Ini tinggal sedikit dan aku bisa meneruskannya sendiri. Gomawo sudah banyak membantu”ucap Younghae dengan nada sedikit mengusir.

Yesung dan Donghae keluar dari rumah Younghae bersamaan, sempat saling menatap satu sama lain sebentar. “Kita buktikan siapa yang pantas untuk Younghae saat hari ulang tahunnya nanti”ucap Yesung sambil berlalu memasuki mobilnya.

Donghae yang mendengar kalimat tantangan itu hanya mengerjap dan berkata “Oke, aku tidak takut.” Mulai malam itu juga, perang dingin akan terus berkobar diantara Yesung dan Donghae. Hanya Tuhan, waktu, dan Younghae lah yang bisa menentukan siapakah pemenang perang tersebut.

~ To Be Continue ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s