[FF] Neomu Saranghaeyo Part 5 (END)

Judul              : Neomu Saranghaeyo
Author            : min Sooyeon ( @firdaa_ningrum )
Type               : series

Prev Chap : Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4
Genre             : Romance, No Yadong!
Tokoh             : Kwon Young Hae ( Younghae ), Kim Jongwoon ( Yesung ), Lee Donghae ( Donghae )

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Yesung Pov ]

Mendadak aku merasa seperti orang bodoh karena secara tidak langsung aku sudah menyatakan perang terhadap Donghae. Bagaimana bisa aku bicara begitu? Ulang tahun Younghae kapan saja aku tak tahu. Jika aku tanya padanya, bisa-bisa dia menjerit histeris mengira aku sudah resmi menjadi fans-nya. Jika aku tanya pada Hyuna, tidak mungkin dia menjawabnya. Dia sendiri menatapku begitu mengerikan. “Arrgghh… Ppabo namja! Kenapa aku mengucapkannya?”tanyaku pada diri sendiri sambil mengacak-acak rambutku sampai berantakan.

Mobil merahku kuparkir diluar rumah karena mobil hitam appaku sudah lebih dulu menempati carport. Mana bisa mobilku masuk? Kecuali jika mobil appaku kuhancurkan dulu, baru mobilku bisa masuk. “Hyung dari mana saja baru pulang jam segini?”tanya Jongjin, adikku yang sepantar Donghae yang kini berdiri didepan pintu.

Aku mengeryit heran karena tidak biasanya dia tanya padaku, “Dari rumah teman. Membantu mengerjakan mading. Memangnya kenapa? Kau rindu padaku?”tanyaku bertubi-tubi.

“Hyung jangan seperti orang panik begitu. Aku tidak akan menggigit hyung kok”ucap Jongjin sambil nyengir lebar dan mengacungkan tanda V menggunakan tangan kanannya.

Aku mengangguk dan meletakkan sebuah gelas tinggi untuk minum, “Appa belum pulang atau sudah tidur? Eomma mana?.”

“Ada undangan pernikahan yang aku tak tahu siapa yang menikah”ucap Jongjin polos sambil terus mengekor dibelakangku.

“Hey, kenapa kau mengikuti dibelakangku terus menerus?”

“Hah? Tidak apa-apa kok hyung. Hanya saja hyung terlihat bahagia campur kesal hari ini.”

DEG. Prediksi Jongjin benar-benar pas untuk menggambarkan suasana hatiku saat ini. Senang karena seharian ini aku menghabiskan waktu bersama Younghae. Kesal karena Donghae terlihat begitu serius menanggapi tantangan bodohku. “Baru predisi kan? Belum tentu itu benar”ucapku sambil berjalan memasuki kamarku. Jongjin terus mengikutiku sampai aku mau menutup pintu kamar.

“Yesung hyung”

“Ne?”tanyaku ragu sambil menatap Jongjin yang kini ganti menatapku dengan serius.

“Jangan mau mengalah ya. Perjuangkan apa yang hyung inginkan”

Aku sempat termenung mendengarkan ucapan bijak Jongjin barusan lalu menjawab, “Ne, arasseo”sambil menutup pintu.

Kurebahkan tubuhku diatas kasur sambil menatap hasil foto stiker yang memalukan bersama Younghae. Seketika otot bibirku memaksaku untuk melengkungkan sebuah senyuman manis ketika melihat foto itu. Ucapan Jongjin barusan juga menyadarkanku bahwa aku tidak boleh menyerah. Ya, perang dingin ini akan kuselesaikan baik-baik tanpa ada kekerasan.

[ Donghae Pov ]

Setelah memarkirkan mobilku di garasi, aku masuk melewati pintu samping karena pintu depan sudah dikunci. Aku tahu jika yang mengunci adalah appa-ku. Meski aku seorang namja, ia tak membiarkan anak-anaknya pulang malam dan keluyuran tidak jelas di Korea Selatan ini.

“Baru pulang?”suara Donghwa, hyung-ku langsung mengejutkanku ketika aku menutup pintu sambil mengendap-endap. Aku hanya meletakkan telunjuk kananku didepan bibir ketika ia menatapku dengan tatapan datar.

“Oke, tapi traktiran ke kedai harus ada”ucap Donghwa hyung santai sambil meninggalkanku begitu saja yang masih melongo tanpa reaksi. Tanpa tunggu appa-ku muncul, aku langsung naik keatas menuju kamarku.

Kuselampirkan handuk putih dileherku. Seolah tak peduli jika hawa Seoul makin dingin, aku hanya bertelanjang dada dan duduk disamping tempat tidur sambil menatap langit-langit. Pikiranku kembali melayang ke pernyataan perang Yesung hyung. Dia memang hyung yang kusayangi, tapi aku juga tak mau mengalah begitu saja jika yeoja incaranku akan direbut olehnya.

“Ne, bersikaplah seperti seorang namja Donghae-ah! Hwaiting!”ucapku sambil menyemangati diriku sendiri.

[ Younghae Pov ]

Malam ini adalah malam membingungkan yang pernah terjadi dalam hidupku. Entah hanya perasaanku saja atau tidak, tingkah Yesung oppa dan Donghae terlihat berbeda ketimbang saat aku bertemu dengan mereka untuk pertama kalinya.

“Eonni, aku masuk ya”ucap Ji Ae sambil mengetuk pintu kamarku.

“Ne, masuklah.”

JEGLEK. Pintu kamar pun terbuka dan kulihat seorang yeoja tinggi nan imut sudah mengenakan piyama baby doll warna putih. Ia menatapku ragu-ragu diambang pintu, seolah masih trauma akan amukanku saat hari Sabtu kemarin. “Kau kenapa? Kenapa menatap eonni dengan wajah seperti itu?”tanyaku pada Ji Ae yang masih diambang pintu.

“Eon sini ikut aku sebentar”ucap Ji Ae tetap pada posisinya.

Dengan ragu aku mengikuti langkah kaki Ji Ae yang menuju sebuah tempat yang ternyata atap rumah. Kami keluar melalui jendela besar yang ada diatap rumah, lebih tepatnya loteng rumahku. Loteng rumahku ada dua, yang satu menjadi gudang dan yang satu lagi menjadi kamarku sekarang. Namun aku heran, kenapa Ji Ae mengajakku ke loteng yang satunya? Bukankah dikamarku ada jendela besar yang bisa ke atap juga?

“Eon, sekarang tutup mata. Dengarkan lagu ini baik-baik ya.” Aku hanya bisa menuruti perintah Ji Ae, jika aku membangkang bisa-bisa aku mati konyol diatas atap rumah. Andwae! Aku ingin mati dengan cara yang lebih elit!

“Ini bukan lagu, ini hanya dentingan piano”ucapku sambil terus terpejam dan perlahan-lahan merebahkan tubuhku diatas genteng yang seolah ikut membeku di suhu dingin seperti ini.

“Dengarkan saja eonni! Rasakan sesuatu yang menyelinap dihati kecilmu!”

Aku hanya menurut dan terus terpejam. Perlahan-lahan bayangan dikepalaku muncul bergantian seolah seperti film. Ini kan Kiss The Rain. Untuk apa Ji Ae memutarkanku lagu galau seperti ini? Bukan lagu seperti inilah yang kucari, tapi lagu yang bisa membantuku memecahkan masalah yang terjadi antara aku, Yesung oppa dan Donghae.

“Apa yang bisa eon rasakan saat mendengar lagu ini?”tanya Ji Ae saat lagu sudah selesai.

“Tak ada. Hanya memori yang di-rewind, itu saja”ucapku santai sambil memeluk kaki.

“Berarti eon belum mengeri maksudku”

“Belum mengerti maksudmu?”kataku mengulangi kata-kata Ji Ae barusan karena masih belum paham.

Ji Ae segera bangkit menghampiri jendela besar untuk masuk kedalam. Namun ia sempat menoleh kearahku dan berkata, “Hanya hati kecil eonni lah yang bisa menjawab pertanyaan eonni barusan. Aku tidur dulu ya eon, saranghae.” Aku masih duduk termenung memikirkan kalimat-kalimat Ji Ae barusan. Benar juga. Jawabannya hanya ada didalam hati kecilku, yang sampai saat ini mereka belum menampakkan diri ke permukaan.

***

HATCHI!!!

Suara bersin yang cukup keras keluar dari hidungku berhasil membuat seluruh penghuni kelas menatapku. Bahkan spidol yang dipegang guru Matematika-ku sampai jatuh beberapa kali seiring berapa kali aku bersin selama pelajarannya.

“Younghae-ya? Gwaenchana?”tanya guruku itu dengan alis bergerak-gerak seolah mau lari dari dahinya.

“Ne. Mianhae aku mengganggu pelajaran”ucapku dengan bahasa kurang sopan. Sebenarnya dia guru baru yang baru lulus S1 tahun kemarin. Oleh karenanya kami sering memanggilnya dengan panggilan sedikit kurang sopan.

“Lebih baik kau pulang dan beristirahat Younghae-ya”

“Tapi…”

“Sudah tidak apa-apa. Pulang lebih awal 30 menit lebih baik untukmu ketimbang kau mengejutkan guru terakhir yang masuk ke kelas ini.”

Segera kurapikan semua bukuku kedalam tas. Selama beberapa detik aku saling bertukar pandang dengan Hyuna yang menatapku cemas. Namun aku tetap angkat kaki dari kelasku sendiri karena ultimatum pengusiran dari guruku sudah dikumandangkan. Aku jalan keluar kelas dengan gontai, menuju halte bus diseberang sekolah untuk segera pulang.

“Younghae-ya? Kenapa kau bawa-bawa tas?”tanya Yesung mengejutkanku karena ia muncul tiba-tiba dihadapanku.

“Diusir guru gara-gara flu”ucapku sambil menggosok-gosok hidungku yang ingusnya hampir jatuh itu. Bisa malu aku jika ingusku benar-benar menetes saat berhadapan dengan namja!

“Mau kuantar pulang?.” Aku belum sempat bereaksi ketika Yesung sudah lebih dulu menyambar tasnya dan menghampiriku lagi.

“Ya! Yesung-ah! Mau kemana kau! Kau belum mengetik bagian makalah kelompok!”getak seorang namja kurus tinggi dibelakang Yesung. Aku berjinjit untuk melihat siapa namja yang menggetaknya itu karena tinggi Yesung sekitar 178 cm, sedangkan aku hanya 166 cm.

Kerah belakang Yesung langsung ditarik pergi oleh namja yang bernama Heechul itu. Aku mengetahui namanya karena sempat membaca bordiran “Kim Heechul” dalam Hangul yang tertera jelas di bajunya. Yesung hanya bisa menatapku dan nyengir pasrah. Ah, kenapa aku jadi sedih begini tidak diantar pulang oleh Yesung?

***

“Sedang apa disini Younghae-ya?.” Suara khas itu langsung membuatku menoleh ke kiri dan ke kanan karena aku tak tahu si empunya suara ada dimana.

“Aku dibelakangmu”ucap Donghae sambil menurunkan koran yang sempat ia baca. Aku yang terkejut hanya membentuk simbol O raksasa menggunakan mulutku.

“Kau, tidak sekolah? Kenapa disini?”

“Tak ada kendaraan dirumah. Tadi pagi aku nyaris telat ke sekolah. Karena proyek ilmiahku sudah selesai makannya boleh pulang lebih dulu”terang Donghae panjang lebar kepadaku. Aku hanya manggut-manggut tanda paham kepadanya.

“Kuantarkan sampai rumah ya. Kebetulan jalur bis kita sama.” Aku hanya bisa mematung dan pura-pura sibuk dengan ponselku hingga bis datang dan aku harus duduk bersebelahan dengan Donghae.

“Aku mau turun di halte depan itu”ucapku sambil menunjuk halte yang ada 200 meter dari kaca bus.

“Hati-hati Younghae-ya”

Chu~

Sebuah kecupan hangat baru saja mendarat di dahiku. Aku hanya tersenyum kaku dan menunduk keluar dari bis. Aku tak tahu harus merespon apa. Yang jelas aku tahu jika namja itu menggantungkan harapannya padaku…

[ Author Pov ]

“Younghae-ya, nomor ini caranya bagaimana? Aku sudah bertanya padamu sejak 5 menit yang lalu”ucap Sungmin sambil mengeryit kearah Younghae yang sejak tadi melamun.

“Mianhae, mianhae. Aku sedang susah konsentrasi belakangan ini.” Younghae langsung merampas buku Kimia Sungmin yang bertuliskan beberapa reaksi berpangkat.

“Sebaiknya kau pulang saja, Younghae-ya. Istirahatlah dirumah”ucap Kyuhyun sambil menatap serius kearah Younghae.

“Tapi, bagaimana tugas kalian?”

“Gwaenchana. Aku bisa mengerjakannya sendiri berdasarkan cara yang kau ajarkan tadi”ucap Sungmin berusaha menenangkan Younghae.

Akhirnya Younghae pulang kerumah sambil menuntun sepedanya. Belakangan ini pikirannya baru fokus soal perasaannya. Omongan Ji Ae beberapa hari yang lalu benar-benar membuat Younghae terus berpikir mengenai kepastian perasaannya. Ia datang ke tempat latihan semata-mata untuk mengajari 3 umat itu, oleh karenanya ia mengenakan celana jeans, kaus tipis dengan cardigan pink sakura tebal dan satu set syal plus sarung tangan warna putih. “Sudah lama aku tidak kesini”ucap Younghae bermonolog sambil menatap lingkungan sekitarnya, bukit dimana Younghae berusaha untuk menenangkan diri. Tiba-tiba ia mendengar seseorang menyanyi dari arah kirinya. Apa ada orang seputus asa dirinya yang mampir kesini saat suhu musim dingin makin terasa?

“Sedang apa disini?.” Mata Younghae langsung membulat mendapati seorang namja yang menggunakan jaket hitam tebal dan satu set syal plus sarung tangan salju warna merah yang makin mendekatinya.

Mulut Younghae masih terbuka lebar ketika mendapati sosok itu makin jelas dan ia makin mengenalinya, “Yesung oppa? Kenapa oppa ada disini juga?”

Kelopak mata kiri Yesung agak berkedut ketika mendengar pertanyaan bodoh dari Younghae. “Memangnya tidak boleh? Ini tempat favoritku untuk menyendiri, kau tidak berhak mengusirku dari sini”ucap Yesung sambil menghentikan langkah kakinya didekat sepeda pembawa sial itu.

“Tempat favorit?”tanya Younghae lagi dengan nada bloon.

“Ne, memangnya kenapa?”

Younghae langsung menjauh dari Yesung, menuding tepat di wajahnya dan berkata, “Ya! Ternyata oppa memang stalker-ku!”

“Hah? Bagaimana bisa?”

“Buktinya dari tembok sepanjang ini oppa bisa menemukanku”

Yesung agak menyesal karena sudah mendengarkan ocehan bodoh dari Younghae. “Isshh, kukira apa ppabo yeoja. Geser lah dari tempatmu duduk sekarang! Aku mau duduk!”

“Temboknya masih luas, cari saja tempat lain!”getak Younghae tidak mau kalah.

“Aniyo! Yang kau duduki itu tempat duduk favoritku! Minggirlah atau kau kudorong dari sini!.” Karena Younghae tidak kunjung bergeser, Yesung langsung duduk menempel pada Younghae.

Selama beberapa menit Younghae dan Yesung saling diam dan sibuk menyembunyikan kejanggalan yang mulai muncul. Younghae pura-pura sibuk dengan sweaternya, sedangkan Yesung pura-pura bermain ponselnya.

“Kau tahu kenapa bumi dan bulan berdampingan?”tanya Yesung memecah keheningan.

“Mmm… tidak. Menurutku itu sudah menjadi takdirnya”

“Oh ya? Takdir siapa?”

“Takdir dari Tuhan agar bumi dan bulan selalu bersama-sama”jawab Younghae polos sambil terus menatap terangnya lampu Seoul yang seperti bintang jika dilihan dari atas.

“Kau tahu jika bulan tidak ada apa yang akan terjadi pada bumi?”tanya Yesung lagi.

“Saat matahari terbenam gelap pun akan melanda bumi. Seperti rumah yang mati lampu”

Yesung mendesah panjang, karena gadis satu ini belum kunjung mengerti apa yang mau ia bicarakan. “Selain bumi menjadi gelap, air laut juga tidak bisa dikontrol. Jika terlalu surut akan menyengsarakan ikan, jika terlalu naik akan menyengsarakan manusia. Jika bulan pergi jauh dari bumi, ia akan tertarik gravitasi matahari. Bisa kau tarik sebuah kesimpulan dari apa yang kuucapkan?”

“Ani. Oppa berbicara terlalu panjang dan terkesan ilmiah. Seperti kalimat motivasi”ucap Younghae sambil memperbaiki sarung tangannya yang hampir melorot.

“Itu berarti bulan dan bumi sama-sama saling membutuhkan. Bumi membutuhkan bulan untuk mengontrol air lautnya, sedangkan bulan membutuhkan bumi untuk menjaganya dari gravitasi matahari”

“Oh ya? Aku belum pernah berpikir sampai disitu”ucap Younghae berbohong sambil tertawa garing.

Younghae tahu betul apa maksud dari ucapan Yesung barusan. Bukankah itu sama saja ia sebagai bulannya dan Yesung sebagai buminya? Namun Younghae lebih memilih untuk diam ketimbang berbicara sepatah kata pun. Detak jantungnya sudah melemahkan syaraf penggerak bibirnya terlebih dahulu sebelum otaknya memerintah.

“Aku pulang dulu ya. Hati-hati dijalan, jangan pulang terlalu malam. Hidungmu sudah merah tuh”ucap Yesung sambil menepuk-nepuk kepalaku pelan.

“Oppa, jangan….”ucapan Younghae terputus ditengah jalan karena yang diajak bicara sudah berjalan jauh.

Younghae langsung turun dari tembok dan mengebut sepedanya agar cepat sampai dirumah. Aku butuh Ji Ae sebagai tempat konsultasi hari ini!, gumam Younghae dalam hati seraya menaikkan kecepatan sepedanya menyusuri pohon tanpa daun yang ada di kanan dan kirinya.

[ Younghae Pov ]

Aku langsung masuk menerjang pintu rumah yang ada didepanku. Tanpa memberi salam, aku langsung naik ke kamarku, lebih tepatnya ke kamar Ji Ae si konsultan yang super bijak.

BRAKK!!!“Chagi, aku butuh kau sekarang juga!”ucapku jujur saat baru saja membanting pintu kamar Ji Ae sampai sweater adikku itu berjatuhan di lantai. Sedangkan Ji Ae sendiri hanya melongo menatap sweater-sweaternya berjatuhan dan diriku bergantian.

“Itu siapa? Kenapa pakai chagi segala? Kau selingkuh?”ucap suara yang keluar dari dalam MacBook yang kini sedang ditatap Ji Ae.

“Ah, ani Seung-ah! Itu eonniku. Dia sedang membutuhkanku untuk curhat. Nanti telpon saja ya, dah”ucap Ji Ae sambil senyum-senyum didepan layar MacBook miliknya. Astaga, aku nyaris menghancurkan sepasang kekasih yang sedang ber-video-call-ria!

Ji Ae segera menggeretku kedalam kamarnya dan menatapku dengan wajah kecut, “Eonni, jangat buat aku putus dari Seung Hee dulu! Aku baru menjadi pacarnya tadi siang!”ucap Ji Ae sambil menatapku bengis. Aku hanya nyengir lebar dan memamerkan simbol V menggunakan tangan kananku.

“Yesung oppa tadi menyampaikan perasaannya padaku”ucapku sambil memeluk Snoopy yang ada di tempat tidur Ji Ae.

“Jinja? Eon jawab apa?”tanya Ji Ae sambil melotot kearahku.

“Dia hanya menyampaikan teori bumi dan bulannya. Tapi aku tahu itu melambangkan perasaannya”

Ji Ae merebahkan tubuhnya disampingku sambil menatap langit-langit kamarnya, “Lantas, apa yang eon rasakan jika eon bertemu atau dekat dengan Yesung oppa?”

“Apa ya? Seperti wajahku terasa panas, tanganku suka basah dan dingin sendiri, tubuhku suka gemetaran aneh”

“Yak! Aku tahu solusinya!”pekik Ji Ae tiba-tiba.

“Apa? Apa? Beri tahu eon agar eon bisa cepat menyelesaikan hal ini!”ucapku sambil menggoyang-goyangkan lengannya dengan heboh.

“Balas saja perasaannya dengan perasaan eon yang sama itu. Dia pasti akan berwajah merah dan senyum-senyum sendiri”

“Hah? Tunggu, eon belum mengerti maksudmu”

“Aku bilang eon coba jawab dengan perasaan yang sama. Dari ciri-ciri eon saat bertemu dengannya sudah cukup memberi tahuku jika eon juga menyukainya”

“Jinja? Baiklah akan kupikirkan baik-baik tentang hal ini. Jika aku sudah siap, aku akan menghubunginya untuk bertemu”

“Eonni, hwaiting!”ucap Ji Ae sambil mengepalkan tangannya keatas. Aku hanya manggut sambil tersenyum lebar dan menutup pintu kamar Ji Ae pelan-pelan. Oppa tunggu aku ya, gumamku dalam hati.

[ Author Pov ]

Ujian kenaikan kelas telah berakhir. Nilai rapor para siswa pun sudah dibagikan. Untungnya Younghae mendapatkan peringkat 3 besar kali ini. Sedangkan anak didiknya mendapatkan peringkat 10 besar, kecuali Kyuhyun. Makhluk jenius itu bisa menembus peringkat 3 besar juga. Padahal dia jarang bertanya tentang pelajaran pada Younghae. Dia lebih fokus pada game console miliknya tiap Younghae menerangkan pelajaran.

Liburan panjang kali ini Younghae dan Hyuna menghabiskan waktu bersama keempat dongsaeng Yesung yang sama terlantarnya dengan dirinya. Rata-rata alasan mereka karena ayah mereka sedang fokus bekerja. Kemana Yesung? Sejak sebelum ujian kenaikan kelas ia tidak bisa dihubungi. Hal ini tentu saja membuat Younghae lemas karena ia sudah terlalu euphoria untuk menjawab teori Yesung saat di tembok itu.

Annyeong, Younghae-ya! Siang ini bisa jalan denganku? Balas ya!

Pesan singkat dari Donghae sekitar 1 jam yang lalu terus menerus ditatap oleh Youngahe dengan mata nanar. Kapan Yesung membalas pesan singkatku, batin Younghae dalam hati. Namun dengan cepat ia membalas “ya” akan ajakan Donghae barusan.

Hei, Hyuna-ya! Aku punya pekerjaan baru untukmu! Ikuti aku pergi ke Myeondong siang ini ya!

“Send!”ucap Younghae pada dirinya sendiri. Aku wajib bersiap-siap untuk pergi hari ini. Ada sebuah kejutan yang ingin kuberikan pada Donghae, batin Younghae sambil berjalan menuju lemari pakaian.

[ Donghae Pov ]

Hari ini aku berjalan-jalan bersama Younghae. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu yang jelas dari tadi ia selalu menengok kebelakang ataupun kesamping. Bahkan sesekali ia sempat melamun menatap Galaxy S3 putihnya yang tidak bergeming sejak tadi. “Gwaenchana, Younghae-ya?”tanyaku pada Younghae yang dibalas dengan sentakan kaget.

“Oh, oh. Ne, gwaenchana”ucapnya sedikit gelagapan lalu kembali menengok ke sekeliling.

Kali ini adalah kesempatanku untuk mengatakannya pada Younghae. Mau kapan lagi? Mau saat ia sudah dimiliki oleh Yesung hyung? Mungkin aku akan melakukan hal itu, jika otakku sudah tertukar dengan ginjal. “Younghae-ya?”

“Uhm, ne?”

“Johahae”

“Mwol?”tanya Younghae dengan muka polos.

“Neol”

Ia hanya terdiam dan menatap meja. Sama sekali tidak menjawab apa yang barusan kukatakan. Keringat dingin mulai terasa di jari-jari kakiku. “Mianhae, aku menyukai orang lain.” Suara pelan Younghae barusan cukup membuatku kaget campur kecewa. Namun apa yang bisa kulakukan? Itu keputusannya dan itu haknya.

“Ne. Mian hanya ini yang bisa kuberikan padamu”ucapku sambil menyodorkan amplop putih kecil kepada Younghae. Gadis itu langsung membuka amplop itu. Detik berikutnya dia menatapku dengan tatapan haru dan berkata “Neomu gomawo Donghae-ah. Aku pergi dulu!”ucapnya sambil pergi keluar kafe dan berlari kencang.

“Kenapa sendirian Donghae-ah?”ucap Hyuna sambil menepuk pundakku dan duduk didepanku. Sepertinya aku butuh teman curhat untuk hal yang satu ini…

[ Author Pov ]

Younghae terus berlari menerobos keramaian liburan di Myeondong. Ia terus berlari hingga akhirnya berhenti didepan sebuah rumah bertingkat yang gerbang dan pintu utamanya pun tertutup rapat. “Oppa tahu kenapa bumi dan bulan berdampingan?”teriak Younghae didepan pintu gerbang.

“Oppa tahu kenapa bumi dan bulan berdampingan?”

“Bumi menjadi gelap, air laut juga tidak bisa dikontrol. Jika terlalu surut akan menyengsarakan ikan, jika terlalu naik akan menyengsarakan manusia. Jika bulan pergi jauh dari bumi, ia akan tertarik gravitasi matahari. Bisa oppa tarik sebuah kesimpulan dari apa yang kuucapkan?”

“Itu berarti bulan dan bumi sama-sama saling membutuhkan. Bulan membutuhkan bumi untuk menjaganya dari gravitasi matahari, sedangkan bumi membutuhkan bulan untuk mengontrol air lautnya”ucap Younghae masih dengan berteriak-teriak didepan gerbang yang tak bergeming itu.

“KIM JONGWOON-SSI!!! NEOMU SARANGHAEYO!!!! AKU MAU JADI PACARMU!!!”teriak Younghae sekencang-kencangnya namun tetap tidak ada respon dari pintu tinggi itu.

Saat Younghae berbalik, tiba-tiba ia melihat seorang namja dengan rambut berantakan sedang menatapnya dengan tatapan haru. Detik berikutnya ia sudah berlari dan memeluk Younghae seerat mungkin dan berbisik, “Aku juga mau jadi pacarmu.” Younghae hanya tersenyum manis dan menatap Yesung dengan sebuah tangisan.

“Hei, jangan menangis”ucap Yesung seraya menghapus air mata yang mulai turun dari kelopak mata Younghae.

“Oppa kemana saja? Aku sudah berusaha menghubungi oppa tapi tidak ada respon”ucap Younghae sambil sesenggukan.

“Mianhae, aku fokus ujian kelulusan sejak kita bertemu di dinding itu. Handphone-ku…. disita oleh appaku sampai aku diterima di universitas”

Younghae hanya melongo dan mengerjap beberapa kali, menyadari tingkah kekanak-kanakannya sejak lama itu. “Ppabo”kata Younghae pelan dan didengar oleh Yesung. Namja itu mengangkat dagu Younghae agar berani menatap mata gelapnya, “No one smart when they’re in love.”

“Tunggu, aku ambilkan sesuatu didalam rumah.” Yesung segera berbalik mengambil sesuatu dan menyerahkan sebuah tas biru muda bergambar awan.

“Apa ini?”tanya Younghae sambil mengangkat tas itu kedepan wajahnya.

“Kado ulang tahunmu”ucap Yesung polos sambil terus menatap Younghae dan tas kado yang dibawa oleh gadis itu.

Tawa Younghae langsung meledak manakala tas itu adalah kado ulang tahun untuknya, “Ulang tahunku masih tanggal 31 Januari besok, kira-kira akhir musim salju atau malah awal musim semi.”

Yesung yang malu segera berbalik dan mengunci gerbang rumahnya sambil berkata, “Ayo kita pergi!.”

“Kemana?”

“Kemanapun asal publik tahu jika kau kini milikku!”ucap Yesung sambil menggeret Younghae menuju keramaian jalan raya.

“Aaa, jangan ajak aku lari lagi. Aku capek”

“Yasudah, ayo naik”ucap Yesung sambil berjongkok dan mempersilahkan Younghae naik ke punggungnya. “Kajja!!!!,” Mereka pun berlari sambil tertawa-tawa menembus salju yang terhampar disepanjang jalan, tak perduli seorang ahjuma yang mengatai mereka orang aneh.

Bagaimana dengan Donghae? Tenang, sudah ada Hyuna yang mungkin bisa mengalihkan hati Donghae padanya. Bukankah cinta bisa tumbuh dari luka?. Siapa bilang jatuh cinta meski dengan benci dulu seperti Yesung dan Younghae? Kapanpun, dimanapun, dan siapapun bisa disergap mendadak oleh cinta yang mengendap-endap dari belakangmu tanpa peringatan.

 

~END~

4 thoughts on “[FF] Neomu Saranghaeyo Part 5 (END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s