[FF] {KyuKyu Series #1} Hug Me!

Title: {KyuKyu Series #1} Hug Me!

Cast:

  1. Cho Kyu Hyun
  2. Park Kyu Ra (OC)
  3. Cho Ahra
  4. Others

Author: Virniari / minpi

Genre: Romance

Rating: PG+15

Length: Series

Cp: @virniari

Please Don’t be silent reader! Don’t be plagiator! Coment untuk menghargai karya saya ><
***

"Peluk aku!"

"Mwo?"

"Jangan banyak bicara! Cepat peluk aku!"

"MWO?!"***

Park Kyu Ra POV

“Kyu!!”

Suara itu. Aku muak mendengarnya. Terlebih karena keteledoran lidahnya yang salah menyebut namaku. Kutolehkan kepalaku menatap pemilik suara tadi dengan tatapan siap menerkam.

“namaku Ra, bukan Kyu,” sinisku sambil menyipitkan mata. “Yang bernama Kyu itu namja sialan yang menyebalkan itu, bukan aku. arraseo?!”

Bukannya meminta maaf, Kang Min Jung, sahabatku itu malah tertawa keras sambil menyikut lenganku. “Tapi kalian mempunya nama yang sama, Ra~ Ada kata ‘kyu’-nya…”

Muak. Banyak orang yang selalu menggodaku karena nama kami yang hampir sama. “terserah,” kataku lalu bangkit dari kursi dan meninggalkan Min Jung yang terkekeh pelan.

Ah! Menyebalkan sekali! Aku muak dengan namaku yang mengandung unsur kata ‘kyu’. Nama itu membuatku selalu digoda dan membuatku dongkol sendiri. Apalagi namja bernama Cho Kyuhyun itu. Bukannya membenci namja itu, namun namja itu terkadang ikut menggodaku bahkan menjahiliku dengan alasan karena aku memiliki nama yang hampir sama dengannya.

Ya tuhan! Ini konyol sekali!

“Hah..Hah…”

Suara apa itu?!

Aku memutar tubuhku berulang kali, berusaha memperjelas pendengaranku.

“ahh! Hah…Hah…”

Lagi, aku mendengar suara tertahan itu. Kudekatkan telingaku kearah pohon besar yang ada ditaman sekolahku ini. Tidak ada apa-apa.

“ahhhh!!! Hah…Hah…”

Ya tuhan, suara apa itu?! Jujur saja, aku sangat takut mendengar suara itu. Terlebih ketika melihat semak-semak disamping pohon tadi bergerak-gerak kasar. Namun rasa penasaranku mengalahkan semuanya. Kulangkahkan kakiku kearah semak belukar itu dan sedetik kemudian mataku melebar dan kurasa bola mataku akan mencuat keluar.

“Kau?!” seruku tertahan sambil menutup mulutku dengan tangan.

Kulihat Kyuhyun bernapas dengan tersengal, juga tangan yang dirapatkan kedada. Perasaanku langsung berubah aneh ketika menyadari keringat dingin mengalir di keningnya.

“Kau kenapa?” tanyaku sambil berjalan lebih mendekatinya.

Kyuhyun mencoba membuka matanya dan menatapku aneh. Ia membuka mulutnya seperti ingin mengucapkan sesuatu. Namun kurasa ia kesusahan. Ia seperti sesak napas.

“Kau kenapa, Kyu?” tanyaku khawatir.

Kusentuh lengannya, namun ia lebih cepat. Ia menarik tanganku dan membuatku jatuh kepelukannya. Jelas saja aku meronta dan ingin melepaskan dekapannya. Namun ia semakin mempererat dekapannya. Entahlah ini perasaanku atau bukan. Perlahan napasnya kembali normal. Tidak ada lagi suara napas tercekat seperti orang yang sudah akan mati. Aku masih diam seribu bahasa dalam pelukannya sampai akhirnya Kyuhyun sendiri yang melepaskan pelukannya.

“gomawo,” Kyuhyun berkata lirih lalu mencoba bangkit dari posisi setengah berbaringnya.

Cepat-cepat kutahan lengannya sebelum ia bangkit berdiri. “Tadi kau kenapa?” tanyaku setengah kesal. Aku masih kesal karena ia dengan seenaknya memelukku.

Kulihat ia tertawa getir. “Aku sedang malas menjelaskannya,” katanya sambil bangkit berdiri. Aku mengikutinya. “Sampai waktunya tiba kau pasti akan tahu.”

***

Gaun berwarna emas lembut yang kupakai ini memang cantik. Malam ini aku akan datang ke pesta sweetseventeen-nya Min Jung. Ah~ kuputar sekali tubuhku dan memakukan tatapanku pada cermin besar yang berdiri tegak disamping tempat tidurku ini. Sudah pas!

Dengan senyum yang mengembang di wajahku, kuraih tas tangan berwarna senada dengan gaunku dan langsung melesat turun. Sepertinya aku sudah tidak sabar ingin memamerkan gaun baruku pada Min Jung. kkk~

Nah, sekarang aku sudah sampai dipekarangan rumah Min Jung. Wow!~

Yeoja itu benar-benar mendesain rumah bergaya minimalis ini dengan sempurna. Kupikir ini adalah istana didunia nyata. Namun ternyata ini adalah rumah Min Jung.

Setelah memarkirkan mobilku dengan rapi, cepat-cepat aku melangkahkan kakiku memasuki istana mainan alias rumah Min Jung. Woah~ Sangat mewah dan tampak menyenangkan. Aku jadi berpikir untuk membuat pesta ulang tahunku yang ketujuh belas empat bulan lagi.

“Kau datang?”

Aku tersenyum ketika melihat Min Jung berkata tanpa suara dari kejauhan sembari tangan lentiknya melambai kearahku. Aku mempercepat langkahku mendekatinya. Gaun berwarna pastel yang Min Jung gunakan sangat cantik. Tapi menurutku disini akulah yang paling cantik~

“Kau datang?” Min Jung mengulang pertanyaannya sambil mendekap tubuhku hangat.

Aku mengangguk, lalu melepaskan pelukannya. “Teman macam apa aku ini, kalau aku tidak datang kesini?”

Min Jung terkekeh. “Pasti kau kesini karena kau merasa kau adalah sahabatku, kan?”

“aniyo~” aku memasang wajah serius. “Aku ingin numpang makan disini.”

Sial. Aku berusaha menahan tawaku ketika melihat perubahan ekspresi Min Jung. Benar-benar sangat memprihatinkan. Tak bisa lagi kutahan tawa ini, akhirnya semua keluar begitu saja. “Aku bercanda,” kataku sambil mengibaskan tangan didepan wajahnya.

“Kyu, kau menyebalkan.” sergahnya dengan tampang datar.

Aku sudah akan membalas ucapannya ketika satu suara terdengar dibalik tubuhku. “Kau menyebut namaku, pantas saja aku jadi tersedak.”

Cepat-cepat kutolehkan kepalaku kebelakang dan mendapati Kyuhyun memandangku dan Min Jung dengan segelas air berwarna ungu ditangannya. Sial. Min Jung selalu memanggilku Kyu kalau lagi kesal. Dan bodohnya, kenapa saat Min Jung memanggilku Kyu harus ada Kyuhyun?!

“Ya, Ra-ya. Kau stalkerku, ya? Kenapa namamu harus ada kata ‘kyu’-nya? Membuat namaku jadi pasaran saja,” dengus Kyuhyun kesal sembari meneguk minumannya.

Aku mencbibir. “Kau pikir aku mau punya nama yang sama denganmu? Hampir sama saja aku tidak mau!” balasku, lalu menarik tangan Min Jung sedikit menjauh dari Kyuhyun. Susah kalau namja itu ngajak ribut ketika aku sedang cantik seperti ini.

“Ra-ya, kau sudah makan?” tanya Min Jung ketika kami melewati meja presmanan yang penuh dengan makanan. Aku menggeleng pelan. “Makanlah, aku mau menemui tamuku yang lain, ne?”

Aku mengangguk pelan. “Jangan lupa first cake-nya nanti buatku, ne…” kataku yang langsung mendapat cemooh dari Min Jung.

Yeoja itu berbalik dan meninggalkanku yang kini sedang asik mengambil makanan ringan dan menyusunnya rapi diatas piring makan. Setelah mengambil beberapa jenis kue, aku mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati kueku. Namun tiba-tiba aku merasakan napasku tercekat. Rasanya sangat sesak dan aku tidak bisa bernapas.

‘PRANGG’

Piring yang kupegang tadi terjatuh. Kusentuh dadaku dengan kedua tangan, mencoba untuk menetralkan napasku yang sesak. Namun itu sia-sia. Yang kutahu ada seseorang yang menarikku kepelukannya dan menggendongku bridal style keluar dari pesta Min Jung. Lalu, perlahan semua rasa tadi menguap.

Cho Kyuhyun POV

Hal itu kambuh. Untung saja ada aku didekatnya. Bagaimana kalau ia menjadi aku seperti kemarin? Sedang kesakitan karena sesak napas dan hanya karena keberuntungan aku bisa terselamatkan?

Kulihat piring yang Ra pegang terjatuh. Ehm. Aku lebih suka memanggilnya Ra karena aku tidak suka dengan nama Kyu-nya. Aku risih dengan kenyataan kalau namanya memiliki unsur ‘Kyu’.

Yeoja itu merapatkan kedua tangannya didada dan sedetik sebelum ia terkulai lemas, cepat-cepat kutahan tubuhnya. Aku tahu penawar sesak napasnya. Segera saja kubawa ia ke dalam pelukanku dan menggendongnya menjauhi pesta Min Jung ala bridal style. Aku tidak memperdulikan tatapan terkejut para tamu dan segera membopong Ra keluar dari rumah Min Jung.

Aku membawanya kekursi panjang yang ada ditaman rumah Min Jung. Lumayan sepi karena kebanyakan tamu ada di dalam rumah Min Jung. Kulihat napasnya sudah mulai teratur dan langsung ku letakkan tubuhnya dikursi panjang itu.

“Sesak napasku hilang,” gumamnya sambil menarik napas dalam. Yeoja itu bangkit dari posisi baringnya dan duduk agak tepi membuatku menjatuhkan tubuhku disampingnya.

“Tentu saja. Aku yang membuatmu sembuh.”

“ne?”

Aku mendengus. “Mulai sekarang, kau dan aku tidak boleh berpisah,” kulihat perubahan ekspresi tak mengenakan. “Kini aku dan kau saling bergantungan. Kau dan aku bisa mati kalau tidak bersama.”

“NE?!”

Aku menoleh kesamping menatapnya, lalu mendekatkan tubuhku ketubuhnya. “Pelukan. Kita hanya perlu pelukan agar tidak mati.”

“MWO?!”

Teriakan nyaring yang Ra suarakan sontak membuatku menjauhkan telingaku darinya. Sial. Dari tadi yeoja ini selalu berteriak! Tapi kalau dipikir-pikir, saat aku tahu tentang ini aku juga seperti dia, sih.. Yah, pokoknya ini semua karena Cho Ahra!

“Maksudmu apasih, hah?” Tanya Ra tidak habis pikir. Keningnya berlipat-lipat.

Lalu, semua mengalir begitu saja. Aku menceritakan kejadian beberapa hari lalu.

FlashBack ON

Cho Ahra POV

Aku suka namja itu. Aku cinta namja itu. Dan aku harus memiliki namja itu. Namja itu Park JungSoo.

Cinta atau terobsesikah aku?

Entahlah, itu tidak penting. Yang aku tahu, aku harus memilikinya. Aku beruntung dilahirkan sebagai anak yang pintar. Dan aku sangat berterima kasih pada appa dan eomma-ku yang dulu sangat suka menceritakan mengenai sihir dan keajaiban.

Jadi, salah siapa jika saat ini aku sedang belajar membuat ramuan agar namja itu bisa menjadi milikku?

Hari ini, aku sudah menyiapkan semua alat dan bahan untuk membuat ramuan itu. Singkat cerita, aku berhasil membuat ramuan itu. Ramuan berupa cairan berwarna pink dengan sedikit soda didalamnya. Jangan tanya aku bagaimana cara membuatnya. Yang penting, aku berhasil membuatnya.

Besok, aku harus memberikan ini pada leeteuk dan harus tidak harus, ia harus meminum ini. Begitu juga denganku. Kalian tahu, apa isi ramuanku?

Hahaha~ aku tahu ini ide yang sangat keren! Kalau saja seorang yeoja dan seorang namja meminum ramuan ini secara bersamaan, yeoja dan namja itu akan saling ketergantungan. Kalian mengerti, kan?

***

Tepat sekali rencanaku hari ini. Saat pelajaran olahraga, aku memberikannya minuman itu dan ia meneguknya. Aku tersenyum dan langsung berlari meninggalkannya masuk kekelas dan segera meminum ramuanku sendiri. Aku yakin aku berlari sangat cepat tadi. Yah, aku harus buru-buru sebelum ia berhenti meneguk dan kami harus meminum ramuan itu bersamaan.

Sepulang sekolah, aku segera melesat kerumah leeteuk untuk mengerjakan tugas kelompok. Bodohnya, saat aku pulang kerumah tadi, aku main meninggalkan saja minuman berupa cairan warna pink itu. Yah, tapi tidak mungkin sih, ada yang meminumnya.

Karena aku yakin, ada banyak minuman lain dirumah yang lebih menarik.

“Annyeong~”

Sebuah suara imut terdengar dari arah pintu rumah leeteuk. Kami– aku, leeteuk dan beberapa anggota kelompok yang lain– menoleh keasal suara. Seorang yeoja imut dengan aksen cantik tersenyum ramah.

“Kau sudah pulang, Ra-ya?” Leeteuk mengampirinya dan merangkul yeoja itu hangat. Oh, itu yang namanya Park Kyu Ra? Sangat cantik.

Aku balas tersenyum ketika secara tidak sengaja mata kami bertemu. Ia membungkukkan badannya memberi hormat pada kami dan segera melesat masuk.

“Oh ya, Ra~” seru leeteuk dari ruang tamu pada Kyura yang sudah berada di anak tangga. “Didapur ada minuman rasa stroberi yang enak. Kau tahu, itu diberi oleh ahra, lho~”

Kulihat leeteuk menunjukku lalu tersenyum padaku. Saat kutolehkan kepalaku kearah kyura, yeoja itu mengangguk paham dan melangkah kedapur. Oh, sial. Ramuanku?!

Cho Kyuhyun

Cih. Ini kebiasan Ahra noona! Ia meletakkan sembarang barang-barangnya dan langsung pergi entah kemana. Sesaat hatiku tergerak untuk membereskan barang-barangnya dan secara tidak sengaja, sebuah botol minuman jatuh dari dalam tasnya. Wah~ sepertinya enak.

Aku juga merasa haus, sih~ tidak apakan jika aku meminumnya? Toh, ini punya noona-ku juga. Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung meneguk minuman rasa stroberi itu. Emm~ mashitaaaa~

Glek.

Tapi, kenapa perasaanku langsung tidak enak, ya? Entah kenapa langsung ada rasa penyesalan yang mulai menguar didasar hatiku.

Hem~ molla~

Author POV

Ahra cepat-cepat pulang kerumah setelah tugasnya selesai. Perasaan yeoja itu tidak enak. Dan benar saja, saat ia sampai dirumah, botol minum yang diisi oleh ramuannya sudah kandas!

“Kyu, kau meminumnya?” Tanya ahra dengan suara tercekat ketika mendapati kyuhyun sedang mendengarkan musik dikamarnya. Kyuhyun mengangguk pelan sambil mematikan tape-nya. “Jam berapa?”

Kyuhyun memutar bola matanya. “Sekitar jam 2 siang,” gumamnya sambil melirik jam dinding.

“Mwo?!” Pekik ahra dengan mata melotot.

Kyuhyun yang tidak menyangka akan mendengar teriakan nyaring ahra langsung terjungkal kebelakang.

“Ya, noona! Kau apa-apaan, hah?!” Balas kyuhyun kesal.

Tidak memperdulikan omongan Kyuhyun, Ahra berjalan mendekatinya dan duduk diatas kasur kyuhyun. Yeoja itu menyuruh kyuhyun duduk didekatnya dan namja itu menurut.

“Kyu, dengar aku,” suara Ahra terdengar serius. Kyuhyun mengangguk. “Kalau kau sesak napas, kau hanya harus berpelukan.”

Kening kyuhyun berkerut bingung. “Maksudmu, noona?”

“Besok aku akan menemanimu menemui Park Kyu Ra. Karena mulai sekarang, hidupmu bergantung padanya. Dan hidup yeoja itu juga bergantung padamu.”

“Wait-wait!” Kyuhyun menyela perkataan Ahra. “Park Kyu Ra? Park Kyu Ra teman sekolahku?” Tanya kyuhyun tidak sabar. “Dan, apa maksudnya hidupku dan hidup yeoja itu saling bergantung?!”

Ahra menarik napas dalam. “Dengarkan aku dan jangan menyela!” Kyuhyun mengangguk pasrah. “Besok aku akan menunjukkan padamu mana yeoja yang bernama Park Kyu Ra karena mulai sekarang hidup kalian saling bergantung. Kenapa? Karena aku berhasil membuat ramuan agar aku bisa mendapatkan leeteuk. Namun sialnya, setelah aku memberikan minumanku pada leeteuk, minumanku itu leeteuk berikan pada adiknya, Park Kyu Ra.”

Ahra menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan. Ia mencoba mengontrol emosinya. Sedangkan Kyuhyun, ia merespon dengan setengah-setengah. Antara kesal, marah dan tidak percaya.

“Aku ingat dengan betul, yeoja itu meminum ramuanku tepat pukul dua. Dan kau juga meminum di waktu yang bersamaan. Kau tahu, jika ramuanku diminum oleh yeoja dan namja secara bersamaan, maka hidup mereka akan saling bergantung.”

“MWO?!” Kyuhyun melongo tidak percaya.

“Karena itu, mulai sekarang, jika kau atau yeoja bernama Park Kyu Ra itu sesak napas, kalian hanya harus berpelukan”

“MWO?!”

Flashback end

Author POV

Kyu Ra membeku ditempat ketika Kyuhyun selesai bercerita. Yeoja itu tidak habis pikir kalau yeoja yang datang kerumahnya beberapa hari lalu sangat terobsesi dengan oppa-nya. Ditambah dengan hobi gilanya yang suka bereksperimen. Sialnya, hobi bodoh ahra kini menyusahkannya, juga kyuhyun.

“Jadi, kau mengerti, kan?” Tanya kyuhyun sambil bangkit berdiri.

Kyura menggigit bibirnya pelan. “Jadi, saat aku mendapatimu sesak napas ditaman waktu itu, karena ini?” Tanyanya pelan.

Kyuhyun mengangguk. “Untung kau datang tepat waktu, karena kalau tidak aku pasti sudah mati.”

Kyura benar-benar frustasi saat ini. Ia bingung, benar-benar bingung.

“Sudahlah, nanti aku akan memaksa noona-ku untuk mencari penawarnya. Yang terpenting sekarang, hidup kita akan saling bergantung. Maka dari itu kita tidak boleh berada dalam jarak yang terlalu jauh. Arraseo?”

“Arra,” kyura menjawab ragu.

Kyuhyun mengangguk sekali lagi lalu bersiap melangkah pergi. Namun kyura menahannya.

“Kalau bisa, jangan peluk aku didepan appa dan eomma-ku. Mereka sangat over protektif mengenai ini.”

“Ne.”

***

Pelajaran sejarah sedang berlangsung. Hanya kebosanan dan keheningan yang tercipta. Tiba-tiba hal itu kembali datang. Tidak lagi salah satu dari dua insan yang kini hidupnya saling bergantung, melainkan keduanya.

Secara bersamaan Kyura dan Kyuhyun merapatkan kedua tangannya didepan dada. Napas mereka tersengal dan terasa berat.

“Gwenchana?” Suara Min Jung terdengar khawatir. Kyura menggeleng pelan.

“Aku ke toilet dulu,”

Yeoja itu mengacungkan tangannya dan meminta izin pada seonsangnim untuk ketoilet. Lee seonsangnim mengangguk dan melanjutkan ceramahnya. Kyura melirik kyuhyun sekilas yang juga tengah menatapnya. Seperti mengerti arti tatapan Kyura, kyuhyun mengangguk kecil dan ikut meminta izin pada seonsangnim.

Tidak ada kecurigaan yang diberikan, Kyuhyun melangkah mengekori Kyura yang berjalan dengan napas tersengal.

“Sesak,” kata Kyuhyun sembari menyamakan langkahnya dengan Kyura.

Kyura masih diam karena napasnya sangat sesak. Ia memang sudah tahu kalau obat penawarnya ialah harus berpelukan dengan Kyuhyun. Namun ia gengsi jika harus memeluk Kyuhyun lebih dulu.

“Peluk aku.” kata Kyuhyun sambil menatap Kyura.

Kyura mengangguk dan langsung memeluk Kyuhyun. Namja itu membalas pelukan Kyura dan napas mereka berdua berangsur-angsur kembali normal.

“Gamsahamnida,” gumam Kyura sambil melepaskan pelukannya. Kyuhyun mengangguk lalu melangkah meninggalkan Kyura yang menunduk.

Ini kacau. Bagaimana ada kehidupan seperti ini?!

~To Be Continued~

7 thoughts on “[FF] {KyuKyu Series #1} Hug Me!

  1. Omooooo!!!! Fiksiiii!! Ah joha!!!! Cinta nih sama ff beginian *hug* Thor jgn kelamaan keduanya yaaaa. Gasabar gimana ntar kyura sama kyuhyun akhirnya apakah akan tetap seperti ini? *mwolla-_-
    Sequel jgn lama2 min duhhhhh yaaaa *bbuing2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s