[FF] Kiss The Rain Part 1

Judul                : Kiss The Rain
Author            : min SJ ( @firdaa_ningrum )
Type                  : Part 1
Genre               : Sad Romance, No Yadong!
PG                       : (13+)
Tokoh             : Kim Ryeowook ( Ryeowook ), Jung So Hee ( Sohee ), Jung Soo Hee ( Soohee )

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Author Pov ]

Dua gadis itu berjalan dengan langkah tidak santai menuruni tangga. Mereka nyaris saja bertabrakan dari arah yang berbeda. Yang satunya menatap dengan senyuman, yang satu lagi menatap dengan bengis. “Chagiya, ayo cepat kita berangkat”teriak eomma mereka dari bawah. Gadis yang menatap bengis tadi langsung turun terlebih dahulu ketimbang yang satunya lagi.

“Soohee, kenapa masih disitu? Ayo turun”ajak perempuan usia 40-an yang tak lain adalah eommanya.

Soohee yang akan mengambil kotak bekal yang ada disebelah kanan langsung dirampas oleh gadis tadi lebih dahulu. Namun Soohee tetap diam dan mengalah pada nunna-nya. “Ne eomma”ucap gadis yang bernama Soohee itu dengan kalem.

“Ini bekalmu. Kita tidak sempat sarapan pagi ini. Setelah olahraga bekal ini harus dimakan, ara?”

“Arasseo eomma”jawab Soohee lagi-lagi dengan nada yang kalem.

Soohee segera menuju depan gerbang rumahnya untuk memasuki mobil. Baru saja ia mau membuka pintu mobilnya, seorang gadis yang tadi ada ditangga menatapnya dengan tatapan kecut sambil berkata “Duduk dibelakang! Aku mau disini!”seru gadis itu dengan pandangan yang terus memicing kearah Soohee.

“Ne, arasseo eonni”ucap Soohee sambil duduk dikursi belakang. Ia terus menunduk dan bernyanyi dengan nada kecil.

“Diam kau! Suaramu menyakiti telingaku!”bentak gadis yang bernama Sohee itu. Soohee menuruti apa perintah kakaknya dan terus menerus menunduk.

Jung Sohee dan Jung Soohee memanglah saudara kembar. Kedua orang tuanya baru saja menikah lagi bulan lalu. Sejak masih berusia 1 tahun, mereka sudah terpisah akibat perceraian yang sempat terjadi beberapa tahun silam. Sohee bersama eommanya dan Soohee bersama appanya. Setelah 14 tahun terpisah, mereka dipertemukan lagi dengan 2 sifat berbeda. Sohee yang apapun kemauannya harus dituruti sedangkan Soohee lebih suka mengalah dengan nunna-nya itu. Sejak mereka berkumpul lagi, Sohee dan Soohee jadi satu sekolah. Banyak yang sering tertipu saat melihat wajah mereka berdua, namun saat memperhatikan sifatnya mereka berbeda 180o. Saat sampai disekolah pun Sohee tidak mau jika Soohee berjalan disampingnya.

“Annyeong Soohee-ah! Bantu aku mengerjakan tugas Matematika sebentar ya”ucap seorang gadis yang dikuncir kuda sambil tersenyum manis pada Soohee.

“Nado annyeong Min Jung-ah. Ne, boleh kulihat soalnya yang mana?”tanya Soohee sambil menghentikan langkahnya kedekat Min Jung.

Sohee yang menyadari bahwa kembarannya berhenti mendadak dibelakang langsung berteriak, “Soohee! Kemari dan cepat bawa tas prakaryaku itu!.” Soohee langsung mengangguk dan menuruti kata-kata nunna-nya itu. Min Jung menatap Soohee dengan tatapan prihatin, namun Soohee hanya membalas dengan sebuah senyuman manis lalu pergi mengekor Sohee lagi.

[ Soohee Pov ]

Aku duduk ditepi lapangan sambil memegangin kedua lututku. Lari marathon cukup membuatku lelah dan mulai merasa lapar hari ini. Kotak bekal sudah kupegang dari tadi, hanya saja hatiku mengisyaratkan agar aku tidak memakan bekal itu dulu. Aku dan nunna-ku, Sohee memang sengaja tidak dibuat satu kelas. Karena kami berdua benar-benar mirip. Namun banyak yang bilang jika aku dan Sohee eonni mudah dibedakan, katanya nunna-ku itu lebih banyak bicara ketimbang aku. Apa iya?

“Soohee-ah! Bantu dia ke ruang kesehatan ya! Tunggui dia disana!”teriak guru olahragaku sambil menuntun seorang anak laki-laki seumuranku kedekatku. Aku langsung menggandeng tangannya yang terasa dingin dan ia mulai terlihat memucat itu.

“Kau tidak apa-apa?”tanyaku pada anak itu yang kini sudah terbaring lemah diatas tempat tidur. Ia hanya diam saja dan terus menatap langit-langit sambil sesekali memijit pelipisnya.

Tiba-tiba aku teringat akan kotak bekal yang sedari tadi hanya kupegang. Kubuka tutupnya dan menyodorkan kotak itu ke anak laki-laki asing yang kini terbaring dihadapanku. “Kau mau? Sepertinya kau belum sarapan”ucapku sambil menyodorkan kotak itu.

“Kau, tahu darimana jika aku belum sarapan?”

“Bibirmu pucat sekali, tapi tubuhmu mengeluarkan keringat dingin”ucapku sambil tersenyum. Kini anak itu membalasku dengan senyuman dan duduk disampingku sambil melahap habis bekalku. Melihatnya makan seperti itu, rasa laparku mendadak hilang dan berganti dengan rasa bahagia karena bisa membantu orang lain.

“Kau sudah makan?”tanya anak itu dengan mulut penuh.

“Belum sih, tapi aku tidak lapar kok. Bisa membuat orang lain bahagia sudah lebih dari kenyang untukku”

“Ah, mianhae. Mian aku malah mengabiskan bekalmu”

“Ne, algesseumnida”ucapku sambil tersenyum berusaha meyakinkan anak itu agar tidak merasa bersalah padaku.

“Ah sudah bel! Aku punya janji dengan seseorang untuk membantunya mengerjakan tugas. Sampai ketemu lagi!”ucapku sambil melesat pergi karena bayangan wajah Min Jung mendadak melintas dipikiranku.

[ Ryeowook Pov ]

Aku masih sibuk menatap kotak bekal milik gadis yang tadi menolongku dengan sarapannya. Ia pergi terlalu cepat sampai lupa bahwa kotak bekalnya masih kupegang. Jujur aku merasa kagum terhadapnya karena ia jauh lebih memilih orang lain bahagia lebih  dahulu ketimbang dirinya sendiri.

“Kira-kira siapa namanya ya? Aku belum sempat menanyainya tadi”ucapku sambil membalik-balik kotak bekal itu.

Dibawah kotak itu, kulihat tulisan “Jung Sohee” yang ditulis mengunakan tinta hitam dan Hangul yang rapi. “Oh, jadi namanya Sohee. Nama yang manis, seperti pemiliknya”ucapku sambil senyum-senyum sendiri.

“Ryeowook-ah, kenapa lampunya masih menyala?”tanya eommaku yang langsung membuatku menyembunyikan kotak bekal itu dibawah selimutku dan berakting seperti anak yang tidur.

“Aku lupa mematikannya eomma”ucapku sambil terus terpejam dan suara yang kubuat-buat seperti orang yang setengah sadar.

“Lain kali matikan dulu lampunya, barulah tidur”ucap eommaku sambil pelan-pelan menjauh.

“Fiuh, syukurlah,” kuambil lagi kotak bekal itu dan menatapnya sekali lagi. “Baiklah, lain waktu kita bertemu lagi, Jung Sohee”ucapku sambil memeluk kotak itu dan pergi tidur.

[ Soohee Pov ]

“MWO?! KOTAK BEKALKU TIDAK ADA?!”teriak Sohee eonni didalam kamarku. Ia memarahiku habis-habisan karena tadi pagi kotak bekal kami tertukar. Dan parahnya aku malah lupa meletakkan kotak bekal nunna-ku itu dimana.

“Mianhae eonni, neomu mianhae. Seingatku tadi kotak itu kubawa pulang kerumah”ucapku tetap tak berani menatap wajah garang kembaranku itu.

“Sudahlah Sohee. Besok eomma belikan yang lebih bagus lagi”ucap eommaku berusaha menengahi pertentangan hebat yang terjadi didalam kamarku.

Sohee eonni tetap menatapku sadis lalu menendang tong sampah berbentuk kelinci yang ada didekat pintu kamarku. Eommaku langsung mengikuti langkah kaki Sohee eonni yang kini mengunci diri didalam kamarnya. Kututp pintu kamarku pelan-pelan, kuputar kuncinya kearah kiri dan CEKLEK. Pintu pun sukses terkunci.

Kusandarkan kepalaku ke tembok sambil memunguti sampah-sampahku kembali ke tempatnya. Tak terasa butiran hangat mulai berjatuhan di pipiku. Entah kenapa aku ingin menangis meraung-raung, namun tak tau harus mengadu pada siapa. Buntalan kertas yang kupunguti pelan-pelan terbasahi oleh air mataku yang makin lama makin banyak. Sampai kapan aku akan seperti ini?

[ Author Pov ]

6 tahun kemudian

Sohee dan Sooheee turun dari tangga dengan terburu-buru. Kali ini mereka hampir tabrakan lagi. Namun Soohee tidak menatap nunna-nya itu dengan tatapan polos lagi. Ia langsung menunduk dan berlalu begitu saja, tak perduli pelototan atau malah dengusan kasar yang keluar dari diri Sohee. Soohee segera masuk kedalam mobil biru metalinknya yang kebetulan terparkir didepan mobil nunna-nya.

“Heh kau! Jung Soohee! Cepat minggir atau body mobilmu itu akan sompel sekarang juga!”gertak Sohee pada adiknya yang tak kunjung berangkat juga.

Soohee yang kesal langsung menyembul dari jendela mobil dan berkata, “Jika tidak mau menunggu seharusnya nunna terbangkan saja mobilnya. Selesai kan?”ucap Soohee dengan nada kasar.

Setelah itu ia langsung tancap gas hingga ban mobilnya sempat berdecit hebat. Ia tahu jika nunna-nya meneriaki dia “Nappeun yeoja”, namun ia tak perduli. Tidak selamanya juga ia harus mengalah pada nunna-nya yang egois itu.

***

Jung Sohee langsung memarkirkan mobil hitamnya dengan ganas ditempat parkir. Emosinya masih meletup-letup ketika mendengar bantahan keras dari adiknya itu. Sedari tadi ia terus meremat kemudi mobil sampai sedikit penyok tepat di gabusnya. “Apa yang membuatnya berani melakukan itu padaku?”tanya Sohee sambil terus mengingat kejadian tadi pagi. Ia segera merapikan dandanannya dan berjalan keluar dari mobil.

“Sohee-ah! Annyeonghaseyo! Kita ke… Astaga! Apa yang membuatmu sampai sekusut ini?”tanya Ji Hyeon, teman dekat Sohee.

“Siapa lagi jika bukan pantulan diriku itu? Arghh… Kuharap dia hanya pantulan diriku yang keluar begitu saja dari kaca dan tak pernah ada didunia!!!”ucap Sohee sambil memukili kepalanya menggunakan stopmap ungu miliknya.

“Ah, jangan begitu Sohee-ah. Bagaimanapun juga dia tetap saudaramu”ucap Ji Hyeon masih mengikutinya.

Sohee langsung menghentikan langkahnya dan membuat Ji Hyeon menabrak punggungnya. Ia berbalik dan menatap Ji Hyeon dengan ganas, “Kau mau bela aku, atau yeoja tak tahu diri itu?”bentak Sohee pada Ji Hyeon yang langsung menarik perhatian publik.

“Sudahlah lupakan saja masalahmu itu. Amarahmu akan mendatangkan masalah baru dengan orang lain, Sohee-ah”ucap Ji Hyeon yang mulai merasa kesal pada Sohee.

Baru saja Sohee mau menjawab dan menyolot ucapan Ji Hyeon barusan, tiba-tiba datanglah seorang namja setinggi 173 sentimeter mendekat ke mereka berdua. Ji Hyeon sudah melongo lebih dulu menatap namja bermuka imut itu, sedangkan Sohee menatap namja itu dengan tatapan bingung. “Annyeonghaseyo. Benarkah namamu Sohee-sshi?”tanya namja itu dengan sopan.

“Ah, ne. Namaku benar Sohee. Ada apa memangnya?”jawab Sohee balas bertanya.

Namja itu melempar tasnya kedepan dan membuka ritsletingnya. Tangannya terlihat mencari-cari sesuatu. Mata Sohee tak berhasil dikedipkan tatkala ia melihat kotak biru tua yang dipegang oleh namja itu, “Kau masih ingat ini?”tanya namja itu dengan senyum manis.

“Tentu aku masih mengingatnya. Itu kotak bekalku saat masih SMP. Bagaimana caranya bisa sampai ditanganmu?”tanya Sohee sambil menatap kotak itu berbinar.

“Aku menemukannya”ucap namja itu sambil tersenyum manis.

“Neomu gamsahamnida”balas Sohee sambil membungkuk-bungkukkan tubuhnya didepan namja imut itu. Ji Hyeon sendiri melongo menatap Sohee yang bisa sesopan itu pada seseorang. Selama ia mengenal Sohee, gadis itu belum pernah sesopan ini pada orang lain.

“Ah, jangan begitu. Biasa saja. Nanti siang bisa bertemu denganku lagi di kafe itu”ucap namja imut itu sambil menunjuk kafe yang masih tertutup rapat. “Kita mengobrol disana ya.”

“Tentu aku bisa. Sampai nanti”ucap Sohee sambil melambaikan tangannya dengan senang.

Ji Hyeon menatap sahabatnya itu masih tak percaya, “Namja itu hebat sekali. Baru sekali bertemu denganmu sudah bisa menjinakkan keliaranmu.”

“Ya! Kau Jung Sohee! Bangunlah secepat mungkin dari alam khayalanmu!”teriak Ji Hyeon ditelinga Sohee yang langsung membuat gadis itu tersentak kaget.

“Isshh, berhentilah bicara…”jawab Sohee dengan pipi bersemu merah. Sepertinya Ji Hyeon tahu apa yang terjadi disini antara Sohee dan namja pipi tembam itu.

~ To Be Continue ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s