[FF] Kiss The Rain Part 2

Judul               : Kiss The Rain
Author           : min SJ ( @firdaa_ningrum )
Type                 : Part 2
Genre              : Sad Romance, No Yadong!
PG                      : (13+)
Tokoh             : Kim Ryeowook ( Ryeowook ), Jung So Hee ( Sohee ), Jung Soo Hee ( Soohee )

 

Annyeonghaseyo chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction yang murni dari kerja keras otak sendiri. No Bashing, No Copas ya! Eh, satu lagi. Don’t be silent reader ya! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fan Fiction selanjutnya. Mianhae kalo ceritanya jelek. Kamsa^^

[ Sohee Pov ]

Sesuai dengan janjian semula, kini aku dan namja itu tengah duduk berhadapan menatap kopi yang masih mengepul didepan mereka. Tiada satupun dari mereka yang berani buka suara untuk memulai percakapan. Hanya rintikan air yang kian deras lah yang menjadi backsound sekaligus saksi bisu yang seolah ingin tahu dengan lewat bergantian.

“Emm… Ayo diminum dulu kopinya, nanti dingin”ucapnya dengan nada malu-malu. Dari gelagatnya saja, aku bisa mengerti jika ia nyaris tidak pernah berbicara berdua hanya dengan seorang yeoja.

“Ah, ani. Tunggu sebentar lagi, sepertinya kopi itu masih panas”balasku yang juga tak kalah malu-malu.

Ia mengangkat cangir kopi itu setinggi dadanya dan berkata, “Baiklah, aku minum duluan ya”lalu ia menyeruput kopi itu perlahan.

“Kau masih ingat tidak saat kau menolongku dulu?”pertanyaan namja itu benar-benar sukses membuat dahiku berlipat-lipat bak perut orang obesitas. Belum sempat aku bicara ia sudah lebih dulu mengucapkan kalimat baru, “Kau mau merelakan sarapanmu untukku, padahal kau sendiri belum sarapan.”

“Tiba-tiba kau pergi, katanya ada janji dengan temanmu. Lalu kotak bekal itu, terbawa olehku selama 6 tahun.” Penjelasan barusan langsung membuat otakku terkoneksi pada orang yang selama ini kuharapkan hanya pantulan diriku di cermin, Soohee.

Bukankah 6 tahun yang lalu ia salah membawa kotak bekalku dan menghilangkannya entah kemana? Berarti namja ini salah pengertian, ia mengira aku gadis yang menolongnya dulu, Jung Soohee. Bukan Jung Sohee. “Jinjayo? Jika kita satu sekolah, kenapa kau tidak berusaha mengembalikannya padaku? Bukankah di kotak itu tertera nama lengkapku?.”

“Aha, aku… bukanlah tipe namja yang pemberani. Aku, terlalu malu-malu untuk melakukan sesuatu. Apalagi sejak SMP kau anak terkenal, terang saja aku makin malu”

“Waeyo? Teman-temanku tidak akan jahat padamu, apalagi mengolok-olok dirimu”

“Tetap saja aku tidak berani. Eh iya, kau sudah tahu namaku belum? Sejak pertama bertemu kau belum mengetahui namaku.” Aku hanya menggeleng pasrah sambil terus menatap namja itu dan kopiku bergantian.

“Perkenalkan, namaku Kim Ryeowook. Panggil saja aku Ryeowook”ucapnya sambil menyodorkan tangan kanannya dan senyum chubby yang imut.

“Kupanggil Woppa saja boleh?”tanyaku sambil mengepal tangan kananku diatas meja. Ia langsung mengangguk dengan wajah sumringah. Kujabatkan tanganku dengan tangannya yang begitu hangat. Omo, aku belum pernah merasa sehangat ini.

Hujan semakin deras dan seolah berusaha mengurung kami berdua agar tetap disini untuk beberapa saat. Banyak permbicaraan yang sudah kami lalui. Mulai dari cerita saat dulu masih kecil, saat upacara kelulusan, bahkan tentang makanan. “Besok tukaran bekal makan siang ya. Aku akan membuatkan sesuatu yang spesial untukmu”ucap Ryeowook sambil menyentil hidungku.

“Ye, Woppa! Jangan pakai sentil hidung segala”seruku sambil mengusap-usap hidungku yang terasa panas akibat sentilan jari Ryeowook.

“Haha, bercanda. Mau kuantar sampai rumah? Aku akan dihantui olehmu jika aku membiarkanmu kenapa-kenapa”ucap Ryeowook sambil mendorong pintu kafe yang berdenting halus. Dentingan bel itu menjelma menjadi desiran halus yang melewati hatiku. Ada sesuatu yang terjadi saat serpihan kata meluncur keluar dari bibir tipis Ryeowook…

[ Author Pov ]

Soohee terus menerus mondar-mandir didepan teras. Meski hubungannya dengan nunna-nya itu tidak sewajar orang bersaudara lainnya, ia tetap saja merasa jika Sohee tetaplah nunna tersayangnya. Ia tidak perduli meski Sohee sering berkata keras bahkan kasar padanya. Yang jelas Soohee selalu merasa bahwa Sohee adalah separuh dari dirinya. Tiba-tiba ia mendengar suara mesin mobil yang sama sekali tidak asing ditelinganya. Ya, itulah mobil nunna-nya. “Sohee eonni, kau dari mana….” Suara Soohee pelan-pelan menghilang ketika melihat 2 mobil terparkir didepan gerbang yang sedang dibuka. Bayangan tentang namja cinta pertamanya pun mendadak melintas cepat didalam pikirannya. Ia terus menyaksikan nunna-nya yang kini berjalan berdampingan dalam satu payung bening bersama seorang namja. Deg. Detak jantungnya berubah menjadi cepat dan ujung jemarinya menjadi dingin.

I often close my eyes
And I can see you smile
You reach out for my hand

Soohee berusaha sekuat tenaga untuk menelan ludah yang menyangkut di kerongkongannya. Dua orang yang tadi ada diujung pandangannya, kini sudah semakin dekat dan semakin dekat, hingga akhirnya mereka benar-benar ada didepannya. Ia bisa melihat dengan jelas bahwa nunna-nya sedang bergandengan tangan dengan namja itu.

TEK. Dan saat itu juga pandangannya langsung bertemu hingga titik terdalam mata namja itu. Kelembutannya, kehangatannya, dan dalamnya tatapan itu benar-benar Soohee kenali dengan baik. Meski ia baru melihatnya sekali, ia benar-benar yakin jika ia tak mungkin salah. Namja itu adalah namja yang ia tolong dulu. Namja dengan tatapan lembut dan senyuman yang menghanyutkan. Namja itu, ya, namja itu adalah cinta pertamanya. Yang kini sedang digandeng mesra oleh kembarannya sendiri, Jung Sohee. Hatinya hancur, hatinya remuk redam. Rasa cemburu dan amarah mulai memburunya. Namun karena rasa cintanya pada Sohee, semuanya berhasil ia redam. Ia tetap tersenyum manis meski didalam hati ia menangis…

And I’m woken from my dream
Although your heart is mine
It’s hollow inside

***

“Soohee-ah? Kenapa diam saja? Sup mu sudah dingin sejak tadi”ucap appa membuayarkan pikiran Soohee.

“Mianhae appa, mianhae”ucap Soohee terburu-buru sambil menyuap sup dingin itu secepat mungkin. Semua orang yang ada diatas meja makan merasa heran melihat tingkah Soohee yang mendadak seperti orang kesetanan itu.

Sohee hanya melirik kembarannya itu sekilas namun dengan tatapan sinis khas miliknya. Lalu ia kembali menatap mangkuk supnya dan kembali berbicara dengan Ryeowook. Ya, akhirnya Soohee bisa mengetahui nama namja itu. Namanya Ryeowook dan ia melihat Sohee dengan tatapan yang susah diartikan.

“Soohee-ah, kau melamun lagi,” ucapan Ryeowook barusan benar-benar sukses membuat Soohee tersentak kaget dari lamunannya. Bahkan sendok yang tadi ada di tangan kanannya kini sudah beralih didekat kakinya.

“Mi.. mianhae. Aku keatas saja agar tidak mengganggu.” Detik berikutnya, Soohee benar-benar sudah lenyap dari pandangan keempat orang yang masih berkutat dengan mangkuk sup masing-masing.

Malam itu Sohee diantar pulang oleh Ryeowook. Yah, meski tidak semobil sih. Namun hati Soohee serasa dicabik-cabik ketika melihat orang yang 6 tahun ia nanti-nanti kini beralih ke pelukan saudara kembarnya. Namja itu sudah jauh berbeda ketimbang 6 tahun lalu saat Soohee pertama kali bertemu dengannya. Tubuhnya yang dulu bisa dikatakan gemuk, kini sudah menjadi ramping. Meski pipi tembam dan tatapan lembutnya masih sama saja.

“Kenapa ia malah mengenal nunna-ku sebagai orang yang menolongnya dulu? Apakah nunna berbohong padanya?”tanya Soohee dalam hati sambil sibuk memainkan iPad putihnya diatas tempat tidur.

Tiba-tiba Soohee teringat sesuatu. Kotak bekal. Ya, kotak bekal itu. Soohee meninggalkannya saat ia terburu-buru bertemu dengan Min Jung dulu. Bukankah dulu Min Jung meminta dirinya untuk mengajarkan tugas Matematika musim panas yang belum Min Jung kumpulkan? Dan malam harinya Soohee dimarah-marahi oleh Sohee karena telah menghilangkan kotak bekalnya. Dan kemungkinan besar kotak bekal itu ada pada Ryeowook. “Mungkin Ryeowook salah pengertian tentang aku dan Sohee eonni”ucap Soohee sambil sibuk memencet tuts yang ada dilayar iPad-nya.

“Andwae! Aku tidak akan melakukan hal itu! Tatapan Sohee eonni benar-benar kukenali. Dia sedang jatuh cinta pada Ryeowook. Ani, aku harus memikirkan perasaan Sohee eonni. Soohee, Hwaiting!”ucap Soohee pada dirinya sendiri.

Kini ia berbalik dan menatap boneka Rilakkuma yang sebesar balita itu. Ia sempat memasang raut-raut wajah aneh didepan kaca. Namun setelah beberapa menit berusaha tetap tegar, akhirnya air mata Soohee berjatuhan juga. Rasa sakit yang menusuk-nusuk hatinya semakin merajai kantung air matanya dan mengalahkan pertahanan hatinya. Kini Soohee membenamkan wajahnya diantara tumpukan bantal dan memutuskan untuk menangis semalaman.

I never had your love
And I never will

[ Soohee Pov ]

Pagi ini aku turun dari kamarku dengan mata bengkak. Hanya orang rumah yang bodoh lah yang tidak tahu jika orang termuda dirumah baru saja menangis semalaman. Aku sempat mematung sebentar didepan pintu kamarku, lalu melirik pintu sampingku yang masih tertutup rapat. Samar-samar kudengar tawa kecil Sohee dari balik pintu. Aku tahu, mungkin ia sedang berbicara dengan Ryeowook. Oleh karenanya ia bisa seperti itu. Ah, andai saja waktu bisa diputar kembali. Aku bisa berkenalan dengannya, kotak bekalku tidak tertukar dengan Sohee dan juga Sohee tidak lebih dulu menemukannya diantara ribuan namja di Korea Selatan ini.

“Soohee-ah?”tanya suara yang biasanya kasar itu berubah menjadi lembut. Agak aneh memang, namun aku benar-benar bersyukur atas hal itu.

“Ne? Waeyo nunna?”tanyaku sambil membalikkan badan.

Sohee diam sesaat dan terlihat memainkan jemarinya lalu mulai buka suara dan berkata, “Tolong jangan ganggu aku dan Ryeowook ya”ucapnya begitu.

Aku hanya mematung dalam kehancuran dan mengangguk sambil tersenyum datar, “Ne, arasseo nunna. Sudah seharusnya aku mendukung nunna dengan Ryeowook-ah”ucapku pada Sohee yang kini mengangguk senang dan kembali masuk kedalam kamarnya.

Aku segera berjalan menuruni tangga dan masuk kekamar mandi. Diam sesaat disana dan mulai menangis sejadi-jadinya. Kenapa aku masih saja mau mengalah? Jika Ryeowook tahu akulah gadis yang ia cari selama 6 tahun, apa mungkin ia akan percaya? Dimatanya hanya ada Jung Sohee seorang, bukan Jung Soohee.

And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I’ve always loved you
But how can you love me?

~ To Be Continue ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s