[FF] Love or Like Part 2

Judul  : Love or Like
By          : MinWo ( @woorieeeee )
Type     : Part 2
PG          : (15+)
Genre
  : Romance
Tokoh : Ren (you), Yesung , Other

~happy reading~

“kau mau makan apa?” . kamu menggeleng. “nanti kau sakit” . “aniyo, aku sedang diet, nanti jika gaunku tidak muat bagaimana?” . “ternyata kau niat menikah denganku” goda yesung. Wajahmu memerah. “maybe” katamu malu. “jinjja? Apakah kau sudah mencintaiku?” tanya yesung. “aku akan mencobanya yesung-shi” . “gomawo” kata yesung

Kamu sibuk memikirkan ciuman pertamamu, dan perhatian yesung terhadapmu “apa aku mulai mencintainya? Aah ren ppabo! Kau memang mudah jatuh cinta, tapi kenapa secepat ini? Ppabo, ppabo, ppabo” kamu merutuki dirimu sendiri. Seseorang masuk kedalam kamarmu, kamu pura-pura memejamkan kedua matamu, dia duduk disisi ranjangmu “aku tahu ini terlalu cepat, sifat kekanak-kanakanmu yang membuatku mudah jatuh cinta kepadamu” . “yesung” umatmu. Yesung menyentuh rambutmu, kamu berkeliang. “saranghae” kata yesung, yesung menyecup dahimu dan memperbaiki selimut yang menutup tubuhmu.

Suara kicauan burung membangunkan tidur lelapmu. “apa ini? Kenapa pinggangku berat?” umpatmu, kamu menoleh kesampingmu, kamu berteriak. Yesung semakin menekapmu erat. “tetaplah seperti ini” mohon yesung, “kau membuatku sulit bernafas” katamu. Yesung tidak menghiraukanmu, dia tetap memelukmu erat, sangat erat kehangatan yang kamu dapatkan saat dipeluk yesung. Kamu membalikkan badan mengahadap yesung, kamu menatap wajahnya dengan mata tertutup dan bibir yang pernah kamu rasakan (?), tiba-tiba saja tanganmu menyentuh bibirnya, mata yesung terbuka dan memberikan sebuah senyuman hangat. “apakah kau mau menciumku?” tanya yesung. Kamu menggeleng. “jinjja?” tegasnya. Kamu mengangguk, “bagaimana jika aku yang menciummu” tanpa persetujuanmu bibir yesung telah menyentuh bibirmu, berbeda dengan kemarin, kamu membalas kecupan yesung. “kau menyukainya” tanya yesung. Entah setan apa yang merasukimu pagi ini, kamu mengangguk. “kau polos sekali” yesung mengusap-usap rambutmu. “baiklah, setiap pagi aku akan memberikanmu” lanjutnya. Matamu membulat. “setiap pagi?” . yesung beranjak dari tempat tidurmu, dia mengangguk mantap.

“tiga hari lagi kita akan menikah” kamu menghela nafas. “apakah kau menyesal?” tanya yesung, mengaduk-aduk kopi yang kalian pesan. “entahlah, yesung-shi apa aku boleh jujur kepadamu?” tanyamu pelan, alis yesung bertautan. Mungkin dia bingung. “jujur sepertinya aku mulai menyukaimu” . “hanya menyukai? Bagaimana dengan mencintai?”. “apakah itu berbeda” . yesung mengangguk. “apa?” . “menyukai hanya kagum, seperti kau kagum pada seorang idola dan itu mudah hilang jika kau berusaha untuk melupakannya” . “bagaimana dengan cinta” tanyamu. “mencintai semakin waktu berjalan, cinta itu tidak mudah dilupakan, walaupun kau mencoba untuk melupakannya, kau mengerti” jelas yesung. “aish! Kata-katamu terlalu tinggi, aku tidak mengerti” . “ppabo!” yesung memukul kepalamu. “yaaak!! Kenapa kau memukul kepalaku” nada bicaramu sedikit tinggi. “sopanlah dengan calon suamimu” . “aish, kau benar-benar menyebalkan” kamu beranjak dari kursimu. “kau mau kemana?” . “pulang” jawabmu ketus.

Yesung mengejarmu dan berhasil menahan tanganmu. “kau marah?” tanya yesung. “menurutmu?” . “kau seperti anak kecil, bagaimana jika kita beli eskrim” ajak yesung, tanpa menunggu persetujuan darimu yesung menarikmu. Kalian berjalan di taman kota dekat rumahmu. “itu disana” yesung menunjuk sebuah kedai kecil yang berdiri tegak dekat kolam. Yesung memesan satu mangkuk eskrim ukuran besar. “hanya satu” tanyamu. “dua sendok” . “kau pelit sekali” kamu mengambil sendok di tangan yesung. “kau lihat pasangan disana, mereka sangat romantis” yesung menunjuk sepasang kekasih sedang menyantap eskrimnya bersama. “aku ingin kau seperti wanitanya, feminime, memakai rok” . “kau pacaran saja dengannya” kamu berdiri dan meninggalkan yesung. Yesung masih terdiam di bangku yang kamu duduki tadi, kamu berbalik. Ekspresi mukanya datar, kamu kembali menghapiri yesung dan mengambil mangkuk eskrim di tangan yesung, dan pergi.

“memangnya siapa dia? Dia saja yang memakai rok seperti itu, dengan menunduk sedikit mungkin celana dalam akan terlihat, dasar namja mesum” Kamu berbicara sendiri, kamu menghabiskan eskrim. “kalau dia memang mencintaiku kenapa dia tidak mengerjarku?” rutukmu. “mana bisnya” kamu teriak frustasi, sudah sejam kamu menunggu bis tidak datang-datang. Semua orang melihatmu, “mianhe, mianhe, mianhe” kamu menunduk beberapa kali. “hei pendek” . kamu mencari sumber suara itu, “seperti suara yesung, dimana dia” kamu menemukan yesung, dia melambaikan tangan. “yaak! Apakah kau mau mati ha?” teriakmu. Yesung tersenyum. Yesung berjalan menghampirimu. “wae? Bukannya kau tidak perduli kepadaku”. Yesung tersenyum. Dia menarik tangamu, dan menyuruhmu masuk kedalam mobilnya. Kamu hanya diam menatap luar jendela. Mobil berhenti. Yesung menuntunmu. Matamu tertutup, yesung menyuruhmu berhenti. Yesung membukakan penutup matamu. Sinar menyusup kedalam matamu. Kamu meteskan air mata. Sebuah taman dengan kelopak bunga berbentuk hati. Yesung jongkok dan dia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. “mau kah kau menjadi istriku? Aku tahu kau pasti akan menerimanya karena sudah menerima perjodohan, tapi kini aku akan meresmikannya untuk melamarmu dari hatiku” . kamu menghapus air matamu. Kamu mengangguk. Yesung memakaikan sebuah cincin di jarimu, dan mencium keningmu.

“dua hari lagi kita menikah” kata yesung. Kamu mengangguk. Kalian sedang melihat desiran gelombang air laut, menikmati matahari tenggelam seperti dimakan laut yang luas.  Yesung mengelus-elus rambutmu. “nanti jika kita menikah, kau ingin punya berapa anak” tanya yesung. “aniyo” kamu jawab singkat. “bagaimana jika kita punya anak seperti team sepak bola” . “mwo? Kau ingin membunuhku dengan melahirkan anak sebanyak sebelas” . yesung tertawa. “kepala mu besar, tapi kenapa pikiranmu kecil”. Yesung memukul kepalamu. “aish, appo” . “aku ada permintaan, bisa kah kau mengabulkannya?” . “apakah itu sulit?” . “ani, kau cukup memanggilku oppa, bisa kah?” . “itu terlalu sulit, bagaimana jika chagiya” kamu mencium pipi yesung dan berlari. “yaa! Kau menggodaku rupanya” . kamu terus berlari. “jika kau berhasil menangkapku, akan aku beri hadiah” . yesung tegak dan berusaha mengejarmu. Tiba-tiba kamu tersandung dan terjatuh, yesung yang sudah dekat tidak bisa mengontrol dirinya, dan kalian terjatuh. Kalian tertawa. “apa hadiahku?”. Kamu membetulkan posisimu. Yesung mengikutimu duduk. “hmm, pejamkan matamu oppa?” . “kau memanggilku oppa?” kamu mengangguk. “Cepat pejamkan matamu” katamu, yesung mengikuti perintahmu. Kamu mendekatkan wajahmu kewajahnya, kamu memberikan kecupan. “hadiah untuk calon suamiku”

“besok kita menikah chagia” yesung memelukmu dari belakang. “dan besok kau adalah milikku” lanjutnya, kamu hanya tertawa. “sepertinya aku sudah mengerti ucapanmu dua hari yang lalu” . “benarkan” yesung mengeratkan pelukannya di pinggangmu. “aku sudah bisa mencintaimu, apakah kamu memakai mantra” . “iya” yesung mencium pipimu. Kamu dan yesung sedang melihat hasil foto hasil foto pra-wedding. “lihat ini sepertinya kau keberatan ketika menggendongku” . “memang” yesung duduk disampingmu “padahal aku sudah diet” kamu menghela nafas. “apakah diet dengan menghabiskan eskrim big size?” . “yaak!! Itu karena aku kesal kepadamu, mungkin jika kau berada disamping ku, akan ku gigit kepala besarmu itu” . yesung membuka halaman selanjutnya. “lihat ini, sepertinya kau menikmati ciuman ini” . “aniyo, itu ciuman tanpa cinta” . kamu tertawa, dan membuka halaman selanjutnya. “cepatlah kau tidur, besok acara pemberkatan.” Perintah yesung. “ne oppa, jaljayo”.

Kamu sudah duduk manis di depan meja rias, kamu melihat pantulan wajahmu di cermin, “ternyata aku cantik juga” pujimu sendiri. Eomma mu masuk. “omona, kau cantik sekali ren-ah” puji eomma mu. “ghamsamnida eomma” kamu memeluk eomma mu, “eomma, siapa yang akan mengantarku ke althar?” tanyamu, eomma mu hanya tersenyum. “seandainya appa berada disini” kamu menunduk. Tiba-tiba pintu terbuka.

~to be countinue~

9 thoughts on “[FF] Love or Like Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s