[FF] Love or Like part 3 (ending)

Judul  : Love or Like
By          : MinWo ( @woorieeeee )
Type     : Part 3
PG          : (15+)
Genre
  : Romance
Tokoh : Ren (you), Yesung , Other

~happy reading~

Kamu sudah duduk manis di depan meja rias, kamu melihat pantulan wajahmu di cermin, “ternyata aku cantik juga” pujimu sendiri. Eomma mu masuk. “omona, kau cantik sekali ren-ah” puji eomma mu. “ghamsamnida eomma” kamu memeluk eomma mu, “eomma, siapa yang akan mengantarku ke althar?” tanyamu, eomma mu hanya tersenyum. “seandainya appa berada disini” kamu menunduk. Tiba-tiba pintu terbuka.

Seorang lelaki paruh baya, mengahmpirimu, kamu meteskan air mata. “jangan menangis, make up mu nanti luntur” kamu segera memeluknya, “appa” kamu terisak dibahu appamu. “sudah-sudah, appa sudah kembali” . “jinjja? Appa tidak kembali ke sel itu kan?” tanyamu, appa mu menghapus air mata dengan ibu jarinya. Appa mu mengangguk. Kamu memeluk erat appamu. Kamu sangat merindukannya. “kajja, appa akan mengantarmu ke altar” . “tunggu” cegahmu. “ahjumma tolong perbaiki rias aku, sepertinya sedikit luntur karena menangis tadi” lanjutmu.

***

Muka yesung sedikit tegang. “hyung, whaiting” jong jin memberi semangat kepada yesung. Yesung tersenyum. Lantunan piano menyeruak mengiri mempelai wanita, yesung sudah berdiri, kamu berjalan didampingi appamu, dan sepasang pengantin kecil mengirimu dibelakang dan sepasang pengantin kecil mengiringimu dengan menaburkan kelopak bunga. Kamu mengenakan gaun berwarna putih terjuntai panjang . Yesung mengenakan toxedo dengan warna yang sama sepertimu. Appa mu memberikanmu kepada yesung. Janji suci sudah diucapkan. Yesung memakaikanmu cincin dan kamu juga. “mempelai pria cium mempelai wanita” perintah pendeta yang menikahkanmu. Yesung mencium keningmu, dan semua tamu bertepuk tangan.

***

“aku di kanan dan kau dikiri” katamu, kamu sibuk menyusun guling sebagai pembatas. “kita sudah menikah, apakah kau..” yesung belum menyelesaikan ucapannya, kamu sudah memotongnya. “melakukannya? Aniyo aniyo aniyo, aku belum lulus oppa” rengekmu. “dasar mesum, aku belum selesai ngomong ppabo” yesung mengelus-elus kepalamu. Alismu bertautan. Heran. “wae?” tanya yesung. “biasanya kau memukul kepalaku” . “aku tidak akan menyakiti istriku”. Mukamu memerah mendengar pengakuan yesung. “kau yang pertama mandi” yesung mengangguk. Dia masuk kedalam kamar mandi.

Kamu membersihkan sisa make up, suara pintu kamar mandi terbuka. Yesung keluar tanpa sehelai benang. Kamu berteriak. Cepat-cepat yesung mengambil handuk untuk menutupi perut bagian bawahnya. Kamu menutupi wajahmu dengan kedua tanganmu. Yesung sudah berada didepanmu, yesung membuka kedua tangan yang menutupi wajahmu. Kamu berteriak. Yesung mendekap mulutmu. “berhentilah berteriak” perintahnya.”kau membuatku takut oppa”.

Kamu sibuk mencari resleting gaun yang menempel indah ditubuhmu. “perlu bantuan” tanya yesung. Kamu menggeleng. Yesung mendekatimu dan mencoba membukakan gaunmu. Kamu menempelkan lengan di dadamu. Yesung membantumu membukanya. Kini tubuhmu hanya berbalut handuk yang diberi yesung. “aku sudah menyiapkan air hangat, jadi kau tinggal mandi” kata yesung tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. “gomawo”.

Seseorang mengetuk pintu. “ren-ah, ini ada minuman” eomma mu memberikanmu dua buah cangkir. “ghamsahamnida, eomma”. “berikan cucu, ne?” . “aah eomma” rengekmu. Eommamu hanya tersenyum. Kamu menutup pintu. Yesung sedang mengotak-atik ponselnya. Kamu memberikan cangkir permberian eommamu kepada yesung. Yesung langsung meneguknya tanpa ada sisa. “apa rasanya?” . “tidak ada hanya seperti air biasa, mana remote televisi mu? aku bosan” . “disamping lampu itu” kamu menunjuk lampu yang kamu maksud. Kamu sudah menghabiskan minumanmu. Kamu membawa cangkir kosong ke dapur.

“ini sudah malam, kenapa eomma tidak tidur?” kamu meletakkan gelas di tempat pencucian. “eomma belum mengantuk, berikan eomma cucu” matamu membulat. “eomma, aku belum lulus” . “tiga bulan lagi, tidak apa jika kau hamil, itu hal yang wajar” . “eomma” rengekmu. “berhenti merengek, kau sudah menjadi seorang istri, merengeklah dengan suamimu” eomma mu berdiri dan meninggalkanmu sendiri.

“ne eomma… ne.. ghamsahamnida” yesung memutuskan panggilan teleponnya. “siapa?” kamu duduk di pinggir ranjang. “eomma” jawab yesung singkat. Kamu beranjak tidur, dan membetulkan selimut.”aah panas sekali kamarmu” yesung membuka bajunya. “yaak!! Pakai bajumu, aku tidak mau tidur denganmu tanpa kau memakai baju” .  Tiba-tiba yesung menyesupkan lengannya dan memeluk tubuhmu. “wae?” tanyamu, dan membalikkan posisi tidurmu menghadap yesung. “eomma ku menitip pesan kepadamu, berikan seorang cucu” . matamu membulat. “tapi minggu ini harusnya aku akan datang bulan” . “itu bagus” kata yesung. Alismu bertautan. “tadi aku membaca sebuah artikel, kesimpulannya itu bagus” . “bagaimana jika kita mencobanya” lanjut yesung. “mwo?”. Tanpa aba-aba yesung melumat bibirmu. Dan kalian melakukannya (?) malam itu juga.

Kamu berkeliang, sinar matahari menyeruak masuk kedalam kamarmu melalui sela-sela jendelamu. Kamu membalikkan tubuhmu. Mata yesung masih terpejam. Kamu memikirkan kejadian yang kamu lakukan dengan yesung selamam (?). tubuhmu dan yesung tanpa sehelai benang, hanya selimut putih yang menutupi tubuh kalian. Cepat-cepat kamu menuju kekamar mandi. Yesung menahan tanganmu. “mandi bersama ne?” . kamu memukul kepala yesung. “yaak!! Kenapa kau memukulku lagi? Tidak puaskah kau memukul ku tadi malam ha?” teriak yesung. “tadi malam itu sangat menyakitkan… dan itu mem…” . “tapi ku lihat kau menikmatinya” potong yesung. Wajahmu memerah. “benarkan”. Kamu melempar sebuah bantal, dan mendarat mulus diwajahnya. “tutup matamu, aku akan kekamar mandi” . yesung menuruti perintahmu. Kamu memastikannya dengan melambai-lambaikan tangan didepan wajahnya. Dengan cepat kau berlari kekamar mandi. “waw sexy, putih, mulus dan…..” goda yesung. Kamu membanting pintu dengan kuat. Terdengar suara tawa yesung.

“oppa” panggilmu, kamu mengeluarkan sedikit kepalamu dari balik pintu. “wae” tanya yesung. Yesung hanya menggunakan celana kain, tanpa baju. “bisakah kau ambilkan sebuah pembalut dilaci lemariku” katamu pelan. “mwo?” teriak yesung kaget. “jadi, tadi malam itu gagal” lanjut yesung. “cepat” teriakmu. Yesung segera mengambil. “tidak ada” kata yesung. “minta kepada eomma”. Yesung mengangguk dan membuka pintu, “oppa” panggilmu lagi, “pakai bajumu” teriakmu. “wae” tanyanya heran. “ah terserah kau saja” kamu menutup pintu.

“hhm, ajhumma” panggil yesung. “ah menantuku, panggil aku eomma seperti istrimu memanggilku, ne?” . yesung mengangguk. “hmm” yesung sedikit berfikir. “wae?” . “apakah kau mempunyai pembalut” kata yesung sedikit berbisik . “mwo?” pekik eomma mu. “apakah kau menstruasi?” tanya eommamu kepada yesung. “ani..ani.. ren yang sedang mengalaminya” . “apakah tadi malam kau melakukannya” tanya eomma mu. yesung hanya tersenyum salah tingkah. Eommamu juga tersenyum dan memberikan pembalut yang kamu butuhkan.

“chagiya, ini” yesung membuka pintu kamar mandi tanpa mengetuk pintu. Kamu berteriak. “berhentilah berteriak ppabo, kau membuat telinga ku sakit, bahkan tadi malam aku sudah melihatmu polos (?)” kata yesung. Kamu melempar beberapa botol kearahnya. Kamu keluar. Dan bergantian sekarang yesung yang mandi.

***

“chagiya” panggil yesung. Sekarang kamu dan yesung sedang duduk disebuah taman kota, menikmati akhir musim gugur. Kamu hanya berdehem, tanpa mengalihkan matamu dari novel yang baru saja kamu beli. “chagiya” panggil yesung lagi. Kamu menoleh. Sontak membuat mu tertawa karena yesung memasang muka dengan hidung babi. Kalian tertawa. “aah!! Melelahkan, kajja kita pulang” yesung meregangkan otot-otonya. “kau hanya duduk, tidak melakukan aktivitas, dasar tua”. Yesung menggandeng tanganmu. “aku ingin eskrim” katamu. “kau sedang menstruasi, memakan eskrim tidak baik untuk rahimmu” . “jinjja? Bahkan selama ini aku selalu makan makanan yang dingin” . “ppabo” rutuk yesung. “sepertinya yang pantas menjadi wanita itu kau, oppa” . kamu mencubit pipi yesung.

“aku ingin bertanya sesuatu” tanya yesung. “wae?” kamu membalikkan tubuhmu menghadap yesung. Yesung tampak sedang berfikir. “biasanya jika kau menstruasi itu berapa lama?” . “sekitar seminggu, ada apa oppa?” kamu beratanya balik. “aniyo, hanya saja” yesung tampak berfikir lagi. “kita melakannya kemarin malam” . kamu mengangguk. “dan keesokan harinya, kau mengalami menstruasi”. Kamu mengangguk lagi. “masa subur itu setelah masa menstruasi bukan? Tanya yesung lagi. “ne, wae oppa?” . yesung memejamkan matakan matanya, dan menatapmu lekat. “orang tuaku menginginkan seorang cucu.. mungkin kau mengerti bukan?” . “baiklah kita akan melalukannya lagi” katamu dengan kata ‘lagi’ dengan penekanan.

~The end

2 thoughts on “[FF] Love or Like part 3 (ending)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s