[FF] Goodbye

Tittle      : goodbye

Cast       : ren(you) . yesung

Author  : Rasya Woryafa (minWo)

Genre   : romance

Length  : oneshot

Cp           : @woorieeeee

 

No plagiator No bashing! Dont be silent reader

~happy reading~

“ren-ah, kau baik-baik saja?” tanya yesung. “ne, oppa” kamu membersihkan darah yang mengalir dari hidungmu. Yesung dia adalah kekasihmu sejak bangku SMA, dan sekarang kamu dan yesung sudah mempunyai kesibukan masing-masing, yesung telah menyelesaikan kuliahnya setahun yang lalu dan kini dia sudah menyandang status sebagai seorang dokter, kamu seorang mahasiswi.

“apa perlu kita ke dokter?” tawar yesung. Kamu menggeleng, “aku hanya kurang istirahat saja oppa, sekarang aku sedang sibuk mengerjakan tugas ku” katamu bohong, yesung menghela nafas. “baiklah aku akan membantu tugasmu” kata yesung semangat. “aniyo, aku kuliah urusan bisnis, apakah kau mengerti? Kau seorang dokter, mana mungkin kau mengerti” ejek mu. “yaak!! Kau berani meremehkanku, kepala ku besar dan  aku cukup pintar” yesung memukul kepalamu.

***

“mianhe oppa, hari ini aku sibuk, kau tidak perlu menjemputku” itu adalah pesan singkat yang kamu kirim ke yesung. “mianhe, jeongmal mianhe oppa, aku terpaksa berbohong kepadamu” kamu menyeka air matamu, bus yang kamu tunggu sudah datang dan kamu segera menaiki bus. Sepanjang jalan kamu sibuk dengan ponselmu, kamu memperhatikan sebuah album yang berisi fotomu dan yesung. “saranghae oppa” lirihmu.

“kanker mu sudah memasuki stadium dua ren-shi”. Kamu menunduk lemas. “apakah ini sudah kamu beritahu kepada orang tuamu?” . kamu menggeleng. “wae?” tanya dokter. “orang tua ku sibuk, mereka tidak pernah mengurusku lagi” air matamu menetes. “apakah tidak ada cara untuk menyembuhnya selain operasi?” tanyamu. “kau bisa melakukan kemoterapi” . “apakah tidak ada cara lain?” . dokter dihadapanmu menggeleng. “kanker yang berada di tubuhmu ganas, perkembangannya sangat cepat” . air matamu mengalir. “tolong pikirkan baik-baik” . kamu mengangguk “ghamsahamnida” kamu membungkukkan badanmu, dan meninggalkan ruangan.

Kamu menyusuri jalan, pandanganmu datar. Kamu masih memikirkan kanker yang berada dalam tubuhmu saat ini. “bagaimana jika aku  tidak bertemu dengan yesung oppa” pikirmu. Sebuah mobil berhenti. “yesung oppa” kamu cepat-cepat menghapus air matamu. Yesung keluar dari mobilnya. “kau dari mana saja? Tadi aku sudah mencarimu di kampusmu” . “apakah kau tidak membaca sms ku?” tanyamu, yesung mengambil ponselnya di saku celananya, yesung tertawa pelan. “kau dari mana?” tanya yesung tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. “aku.. aku dari rumah ketemanku” . “jinjja? Tadi itu kau dari arah rumah sakit, apakah rumah temanmu di dalam rumah sakit” selidik yesung. Kamu mengangguk,”ye, dia sedang dirawat” katamu bohong. “aku lapar kau ingin makan apa?” . “terserah kau saja oppa” . “hmm, baiklah”

“kau lahap sekali makannya oppa” . tiba-tiba yesung tersedak, kamu memberinya segelas air, dan dia meminumnya. “gomawo” kata yesung. “tidak usah terburu-buru” katamu. “ren-ah, aku mempunyai pasien baru” kata yesung. “nuguya?” . “entahlah, aku tidak tahu, tadi dokter shin menelponku, pasienku mengidap leukimia” jelas yesung. Kamu mencoba tersenyum, “apakah kau masih lapar, oppa” kamu memberikan makananmu kepada yesung. “aku sudah kenyang oppa” katamu

Malam ini kamu tidak bisa tidur, kamu masih memikirkannya. Darah segar kembali mengalir dari hidungmu, “hari ini sudah empat kali” kamu menghela nafas. Kamu mengirim sebuah pesan kepada yesung “jeongmal saranghae oppa” . berselang kemudian sebuah panggilan masuk. “dokter shin?” alis mu bertautan, hari sudah malam mengapa dokter shin menelponku? Ucapmu dalam hati. Kamu menyentuh flip berwarna hijau. “yeoboseyo,…., ye,….., mwo? Siapa?….., jong woon?” tubuh mu melemas, sebuah kabar bahwa dokter shin tidak dapat menjadi dokter yang mengobati penyakitmu, dan dia seorang dokter spesialis kanker yang akan menggantikan dokter shin bernama jong woon. “eotteohke?” kamu mengacak-acak rambutmu frustasi. “kenapa seperti ini?” kamu menatap wajahmu dicermin, darah segar dan air mata mengalir di wajahmu. Suara ponselmu berbunyi, kamu mencoba menggapai ponsel yang tergeletak diatas ranjang, kamu mencoba bangkit dan menggapainya. “yeoboseyo… ” tiba-tiba kepalamu pusing, tubuhmu melemas dan kamu terjatuh.

***

Cahaya matahari menyeruak masuk kedalam ruanganmu, sebuah tangan menyentuh pundak kepalamu. Yesung?. “kenapa kau tidak memberi tahuku?” pertanyaan yang keluar dari mulut yesung. Air matamu mengalir, yesung menyeka air matamu. “jangan menangis” kata yesung. “joesong-hamnida” katamu. Yesung mendekapmu kedalam pelukannya. Tangismu pecah. Yesung mengelus-elus rambutmu. “aku akan berusaha menyembuhkanmu” yesung menangkup wajahmu. Kamu mengangguk

***

“aku tidak mau” katamu, “lakukan ini semua untuk ku ren-ah” pinta yesung. Kamu menggeleng, air mata mu kembali mengalir. “itu sakit oppa” . “baiklah, aku saja yang akan melakukan kemoterapi itu” . “jangan” cegahmu. “lakukanlah” kata yesung lirih. Kamu mengangguk menyetujui permintaan yesung untuk melakukan kemoterapi. Seorang perawat menancapkan  selang bening  dipermukaan kulitmu menembus nadimu. Kamu merasakan panas dingin, mual. “oppa, ini sakit” kamu menggenggam tangan yesung erat.

Sel kanker masih berada didalam tubuhmu, bahkan sel kanker itu menyebar dengan cepat. Bantuan medis yang sudah kamu lakukan tidak ada hasilnya. Tubuhmu sekarang sudah kurus, rambut mu setiap harinya rontok karena efek dari kanker itu. Kamu sudah tidak berdaya. “oppa, bolehkan aku pergi keluar?” tanyamu. Yesung menghentikan aktivitasnya yang sedang mengupas buah untukmu. Dia tersenyum, menggeleng. “wae?” tanyamu. “kau masih sakit” kata yesung singkat. “aku sudah sembuh oppa, lihatlah” kamu mencoba tegak dari kursi rodamu, dan tiba-tiba terjatuh. Kamu menangis. Yesung membantumu kembali duduk. Kamu menepis tangan yesung, kamu terisak. Yesung mendekapmu.

“ku mohon lakukan operasi ini” pinta yesung. Dia sudah merayumu beberapa kali, tapi hasilnya nihil. Kamu menolaknya mentah-mentah. “ku mohon” pinta yesung lagi. Kamu menghela nafas. “aku mempunyai permintaan terakhir oppa, dan kau harus berjanji untuk mengabulkannya” katamu. “apapun” kata yesung. “kau ingin apa?” tanya yesung. “aku ingin kita ke tempat pertama kali kita bertemu” katamu.

***

Desiran angin dan gelombang menusuk kulit. Kamu sekarang berada di sebuah pantai tempat pertama kali kamu bertemu dengan yesung. Pantai sangat sepi, hanya ada beberapa pengunjung. Kamu dan yesung duduk di bibir pantai. “mungkin ini terakhir kalinya.. ani, maksudku sebelum aku melakukan operasi lusa, kau tahu oppa, aku ingin sekali mempunyai anak darimu, aku ingin yang banyak kita akan mengasuhnya bersama bukan? …. ah itu pasti sangat menyenangkan” katamu, air mata telah mengumpul di pelupuk matamu. Kamu melihat yesung, dia menangis. “oppa, kenapa kau menangis? Kau cengeng sekali, aku tidak suka melihat lelaki menangis” kamu menghapus air mata yang mengalir di pipi yesung. “gwechana” kata yesung. “kau ingat saat kita bertemu disini, kau sedang membaca buku, dan aku tidak sengaja menumpahkan eskrimku tepat di buku yang sedang kau baca” yesung menerawang langit-langit yang sudah berubah menjadi orange. Kamu tertawa pelan. “oppa, aku lelah bolehkah aku tidur di bahumu? Sebentar saja” pinta mu. yesung mengangguk, dia mengelus-elus kepalamu. “oppa” . “hmm” . “jika aku tidak ada bagaimana?” tanyamu. “kau ini berbicara apa?” . “ani, jika aku tidak berada di sisimu, kau harus mencari penggantinya” . “tidak, hanya kau yang akan berada disampingku.” Kata yesung. Yesung memelukmu .”bagaimana jika kita bernyanyi” Kamu melihat yesung kembali meneteskan air matanya. “berhentilah menangis oppa”. Kamu ikut menangis. Yesung menyeka air matamu. “aku akan berhenti menangis” . “hmm, bagaimana jika aku yang akan bernyanyi” katamu. Yesung mengangguk “tapi setelah itu kau harus lanjutkan nadanya, oppa”. Yesung mengangguk

Goodbye… goodbye… goodbye my love..

I can’t hide… i can’t hide.. can’t hide what has come

I have to go.. i have to go… i hvae to go

And leave you alone

But always know, always know, always know

That i love you so

I love you so… i love you so…

Goodbye, brown eyes…Goodbye for know…Goodbye, sunshine…Take care of yourself

I have to go.. i have to go… i have to go

And leave you alone

But always know, always know, always know

That i love you so, i love you so, i love you so…

Nyanyianmu terhenti, “oppa kau lagi” pintamu. Yesung menyeka air matanya. “bisakah kau menyanyikan lagu untukku? Mungkin setelah aku mendengar suaramu aku akan tertidur lelap” pintamu. Yesung menghela nafas

La lullaby… distract me with your eyes

La lullaby.. la lullaby… help me sleep to night

La lullaby…

Nyanyian yesung terhenti, ketika tanganmu yang digenggam yesung menjadi dingin. Yesung meletakkan kepalamu dipangkuannya, mukamu pucat, darah segar mengalir dari hidungmu. Yesung mencari detak jantungmu tidak ada, nadi dipergelangan tangamu juga tidak ada, tangis yesung pecah mengetahui bahwa tubuh yang berada dipangkuannya tidak bernyawa lagi. Yesung teriak frustasi. Yesung mendekap tubuhmu erat, sangat erat. dia menciummu untuk terakhir kalinya.

***

“kenapa kau tega meninggalkanku?” kata yesung, sudah seminggu kamu meninggalkan yesung, dan seminggu juga dia datang kemakammu. “apakah disana menyenangkan?” yesung menatap langit-langit. “mengapa kau meninggalkanku? Bukankah kau menginginkan mempunyai anak dariku? Tapi kamu meninggalkanku sebelum mimpimu terwujud” yesung tersenyum pahit. “apakah kau merindukanku? Kenapa kau tidak berada disampingku? Kembalilah jika kau merindukanku” yesung menangis. Yesung melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “aku pulang ren-ah, hari ini aku akan memeriksa pasien yang mempunyai penyakit sama sepertimu, aku akan berjuang untuk menyembuhkannya, dia seorang anak kecil yang sangat lucu, mungkin jika kau melihatnya kau akan mencubit pipi nya, annyeonghaseyo” yesung menunduk memberikan hormat terkhir. “satu kata yang harus selalu kau ingat ren-ah, saranghae”

 

~the end~

 

need your comment chingu^^

8 thoughts on “[FF] Goodbye

  1. Sad ending T,T
    Bagus min cuma agak kurang aja klimaksnya (hehehe)
    ditunggu FF selanjutnyaa :3
    itu lagu yg dinyanyiin judulnya apaa ya min??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s