[FF] Short Time

Tittle      : Short Time

Cast       : ren (you) , yesung, other

Author  : rasya woryafa

Cp: @woorieeeee

 

No Plagiator No Bashing! Dont be silent reader saran dan kritik sangat dinantikan^^

~happy reading~

Kamu berjalan melintasi keramaian kota metropolitan, kamu memasuki sebuah toko tempat dimana kamu berkerja saat ini, kamu berkerja sebagai pegawai kasir sebuah toko kaset. “ghamsahamnida” kamu memberi tas kertas kepada pembeli yang baru saja membeli sebuah album. “ini” kata seorang lelaki, menyerahkan sebuah album. Kamu menerimanya. “totalnya dua puluh dua ribu won” . lelaki itu menyerahkan lembaran uang. Kamu memberikannya uang kembali dan tas kertas yang berisi album yang dibelinya. Seperti itulah rutinitasmu setiap hari. Melayani pembeli dengan ramah. “ren-ah, ayoo kita makan siang” ajak yoore temanmu. “ne” jawabmu singkat. Kamu membalikkan tanda open menjadi close. Kamu mengambil tempat makan yang sudah kamu bawa dari rumah. “kau bawa  apa hari ini?” . “hanya membawa nasi, jorim, dan kimchi jeon” . “waah pasti enak” . “silahkan jika kau ingin mencicipinya” kamu menyerahkan kotak berisi jorim. “enak sekali, kau pandai memasak” puji yoore. “gomawo”. Kalian menikmati makan siang. “yaak!! Ren-ah, apakah kau tahu lelaki yang sering membeli album disini?” . “siapa? Banyak sekali yang membeli album disini” . “aku tidak tahu namanya siapa, tapi aku perhatikan sudah empat hari dia membeli album disini” . “mungkin hanya baju atau mirip mukanya” . “tidak mungkin, mataku masih normal, kau ini bagaimana! Kau selalu berdiri melayani pembeli tapi tidak diperhatikan satu persatu” cerocos yoore. “haruskan aku memperhatikan pembeli satu persatu?” . “tidak juga, tapi jika lelaki itu kau harus sering memperhatikannya, karena wajahnya yang tampan dan aku dengar dia seorang penyanyi cafee” . “jeongmal?” . “ne, kemarin malam aku melihatnya menyanyi di cafee ujung jalan ini, suaranya sangat indah” . “wajar saja dia sering membeli album disini, mungkin untuk dia latihan bernyanyi” katamu dengan mulut penuh makanan. “apakah wajar jika dia membeli album yang sama selama empat hari berturut?”. Kamu tersedak mendengar ucapan. “gwechana” katamu, kamu memukul sedikit dadamu.

*****

‘ren-ah mianhae. Hari ini aku tidak bisa masuk, eomma ku sedang sakit’ pesan singkat yang kamu terima dari yoore. Kamu menghela nafas, toko kaset saat ini lumayan ramai. Kamu cukup kewalahan melayani pembeli. Hingga sorepun masih ada saja pembeli yang berdatangan. Baru saja kamu akan membalikkan tanda open menjadi close. Seorang lelaki membuka pintu, dan masuk menuju rak-rak. “maaf, toko kami sudah tutup” katamu. “hanya sebentar” kata lelaki itu. Lelaki itu mengambil sebuah album berwarna putih, dan segera menuju meja kasir. “dua puluh dua ribu won” katanya. Alismu bertautan. Lelaki itu menyerahkan uang yang telah sebutnya tadi. Kamu menerima nya dan memasukkannya kedalam mesin kasir . “kau kusut sekali, apakah kau berkerja sendirian” tanya lelaki itu. “ne, temanku tidak masuk karena eommanya sedang sakit” kamu membereskan album-album yang berantakan. “aku pulang, ghamsahamnida” katanya. Kamu menatap punggungnya hinggal menghilang. Kamu mengambil ponsel di sakumu. ‘yaak!! Lee yoore,sepertinya aku tahu lelaki yang kita bicarakan kemarin, wajahnya tampan sepertinya aku jatuh cinta. Kkk~’ . Tak berapa lama ponselmu berdering menandakan sebuah pesan singkat. ‘jinjja?’ . ‘ne^^’

*****

Sudah seminggu lelaki yang selalu membeli album yang sama datang kembali. “yoore-ah tolong layani pelanggan itu, aku sedang menyusun album yang jatuh” pintamu. “ne” teriak yoore. Kamu sibuk menyusun album-album yang berantakan karena ulah para pembeli yang tidak bertanggung jawab. Yoore menghampirimu. Dia memberikanmu sebuah kertas. “apa ini?”. “bukalah” kata yoore.

‘annyeong ren-shi, bisakah kau menemuiku di taman nanti malam?’

Matamu membulat setelah membaca surat yang diberi yoore. “sepertinya dia juga menyukaimu” kata yoore. “jinjja?” . “hmm” kata yoore. “arraso” . “Temuilah dia jangan sampai terlambat” . kamu mengangguk.

*****

Langit sudah berubah menjadi jingga. Salju turun.  Kamu merapatkan jaket yang kamu kenakan agar tetap hangat. kamu kembali kerumah. Kamu membersihkan diri dan menyantap makan malam. Malam semakin dingin, jam yang tergantung di dinding kamarmu menunjukkan angka sembilan. Ketika kamu ingin memejamkan kedua matamu yang sudah lelah. Kamu mengingat surat yang diberikan yoore. Dengan sigap kamu mengambil jaketmu dan pergi.

*****

Kamu berlari menuju taman yang dijanjikan. Lelaki yang selalu membeli album. dia tidak ada ditaman yang dia janjikan. “mungkin dia telat” pikirmu. Kamu menunggunya, kamu memainkah game diponselmu sambil menunggunya. Sudah setengah jam kamu menunggunya, dia tidak menampakkan batang hidungnya. “apa dia mempermainkanku? Mana dia?” tanyamu pada diri sendiri. “ah sudahlah lebih baik aku pulang” . kamu meninggalkan taman itu, kamu berjalan pelan sambil menendang batu kerikil. Dipersimpangan jalan banyak sekali orang. Kamu berjalan melihat kerumunan orang. Seorang lelaki tergeletak tak berdaya di bahu jalan dengan kepala berlumuran darah, dan seorang ahjumma menangis. Kamu mendekap mulutmu, melihat lelaki itu tidak percaya, ya, lelaki itu adalah lelaki yang kamu tunggu ditaman. Kaki mu melemas tidak sanggup menompang tubuhmu. Dan gelap.

*****

Kamu terbangun.kamu memandang seluruh ruangan yang kamu tempati. Kamu berjalan menuju meja disudut kamar. Di sana ada beberapa bingkai foto yang tersusun rapi dan tumpukan album yang sama, kamu menangis. Kamu keluar dari kamar, banyak para pelayat berdatangan. Seorang ahjumma menghampirimu, ahjumma yang kamu lihat tadi malam. Dia menggenggam tanganmu dan mengajakmu masuk kedalam kamar tadi. “ini adalah kamar yesung, anakku. Kau ren bukan? Yang sering disebut-sebut yesung?” . kamu mengangguk. “apa yang terjadi ahjumma?” . “kemarin aku menyuruhnya untuk menemuimu dan mengungkapkan perasaannya” . kata ibu yesung “dan dia kecelakaan” tangis ibu yesung pecah, kamu memeluknya erat, dan kamu menangis. “maafkan aku, ini semua salahku” katamu. Ibu yesung menggeleng. “jangan menyalahkan dirimu” kata ibu yesung. Dia menyeka air mata yang mengalir dipipimu. Ibu yesung membuka sebuah laci, dan mengambil sebuah kaset. “lihatlah nanti” . kamu memeluk ibu yesung.

*****

Kamu kembali kerumahmu setelah acara penguburan yesung. Kamu memegang kaset yang diberi ibu yesung. Kamu memutar kaset yang diberikan ibu yesung. Kamu bisa melihat yesung dilayar laptopmu. “annyeong ren-shi, apa kabarmu? Ku harap kau baik-baik saja. Apakah kau bosan melihatku  yang sering membeli dvd di tokomu? Ku harap tidak. Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu yang aku sudah persiapkan dari lusa kemarin, hmmm apakah kepala ku terlihat besar dilayarmu? Jika ada suaraku false ku mohon tutup telingamu, aku akan mulai bernyanyi” kata yesung memberikan salam hangat di pembukaan. Dentingan tuts-tuts piano berbunyi.

 

I’m stuck with writing songs

Just to forget

What they really were about

And these words are bringing me so deeply insane

That i don’t think i can take my way out

I couldn’t breathe through it

Like i need to and the word don’t mean a thing

So i’ll sing this song to you for the last time

And my heart is torn in two

Thinking of days spent without you

And there is nothing left to prove

“aah aku malu, suara ku tidak sebagus penyanyi aslinya, aku harap kau suka. terima kasih telah mendengarkannya. Bye ren-shi, senang mengenalmu.” layar laptopmu sudah berubah, tidak menampakkan wajah yesung yang ceria tadi. Kamu menangis sejadi-jadinya. “yesung-shi gomawo, aku juga senang mengenalmu walau hanya dengan waktu yang singkat”

need your comment, chingu^^

3 thoughts on “[FF] Short Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s